Jember, LENSANUSANTARA.CO.ID – Rumah Sakit Daerah Kalisat baru saja menjalani proses pengecekan atau visitasi dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur didampingi Dinas Kesehatan Kabupaten Jember pada Selasa (12/5/2026).
Selangkah lagi Rumah Sakit Daerah (RSD) Kalisat resmi membuka layanan Klinik Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) siap beroperasi.
Direktur RSD Kalisat, dr. Nurullah Hidajahningtyas, MM menjelaskan bahwa pihaknya ingin memberikan pengalaman yang nyaman bagi para calon pekerja. Salah satu unggulannya adalah sistem rekam medik digital yang sudah tidak lagi menggunakan kertas
“Semua sudah serba elektronik. Ruang tunggu, ruang pemeriksaan fisik, psikologi, hingga laboratorium sudah kami tata sedemikian rupa. Bahkan untuk urusan ambil darah, ada petugas yang siaga di tempat agar prosesnya cepat,” kata dr. Nurullah.
Meski ruang radiologi lokasinya sedikit terpisah, dr. Nurullah memastikan hal itu bukan hambatan.
“Bulan Juni nanti kami tambah alat rontgen baru mobile X-Ray, Intinya, kami siapkan jalur cepat supaya urusan kesehatan para calon pekerja ini tidak pakai lama,” tambahnya.
Senada dengan direktur Wahyudi Slamet Raharjo selaku Kepala Seksi Pelayanan Keperawatan, mengaku sangat optimis. Menurutnya, persiapan rumah sakit sudah mencapai 100 persen, baik dari sisi aturan, alat medis, maupun petugasnya.
“Kalisat ini kan basisnya banyak pekerja migran. Jadi, kami ingin hadir dengan layanan yang menyenangkan biar masyarakat percaya. Kami ingin mereka merasa nyaman saat periksa di sini karena jalurnya khusus dan disosialisasikan langsung ke kantong-kantong desa,” ujarnya
Sementara itu, Danang Dwi Saputra, Terampil Epidemiolog Kesehatan Dinkes Provinsi Jawa Timur, memberikan sinyal positif terhadap hasil visitasi.
“RSD Kalisat menjadi bagian dari komitmen Pemkab Jember, agar seluruh rumah sakit daerah memiliki layanan pemeriksaan CPMI,” sebutnya.
Sejauh pemeriksaan di lapangan, tidak ditemukan catatan yang bersifat kritikal atau mengganggu perizinan. Semuanya masih relevan dan umum untuk dipenuhi. Sisi sarana, prasarana, dan SDM sangat mendukung.
“Jika izin ini (red RSD Kalisat) segera turun, RSD Kalisat akan menjadi bagian dari 48 fasilitas kesehatan di Jawa Timur yang resmi melayani pemeriksaan kesehatan untuk pekerja migran,” tandasnya.














