Pemerintahan

Wali Kota Riyanda Pimpin FGD Bahas Kemarau, Kamtibmas, dan Dampak Penghentian Operasional Tambang Batu Bara

0
×

Wali Kota Riyanda Pimpin FGD Bahas Kemarau, Kamtibmas, dan Dampak Penghentian Operasional Tambang Batu Bara

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, memimpin Focus Group Discussion (FGD) bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pimpinan perangkat daerah untuk membahas sejumlah isu strategis yang tengah berkembang di Kota Sawahlunto, Senin (8/6/2026).

SAWAHLUNTO, LENSANUSANTARA.CO.ID, — Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, memimpin Focus Group Discussion (FGD) bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pimpinan perangkat daerah untuk membahas sejumlah isu strategis yang tengah berkembang di Kota Sawahlunto, Senin (8/6/2026).


Dalam pertemuan tersebut, sejumlah agenda penting menjadi fokus pembahasan, mulai dari antisipasi musim kemarau, perkembangan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), hingga dampak sosial dan ekonomi pasca dirumahkannya para pekerja perusahaan tambang batu bara yang saat ini menghentikan operasionalnya.

Example 300x600


FGD tersebut menjadi langkah konkret Pemerintah Kota Sawahlunto dalam memperkuat koordinasi lintas sektor, menyerap informasi terkini dari berbagai instansi, sekaligus menyusun langkah-langkah antisipatif yang terukur guna menjaga stabilitas daerah dan melindungi kepentingan masyarakat.

BACA JUGA :
Salah Diagnosis atau Kelalaian? Siswi 15 Tahun Divonis Hamil, Puskesmas Enggan Buka Detail


Wali Kota Riyanda Putra menegaskan bahwa pemerintah daerah harus mampu hadir secara cepat dan responsif dalam membaca berbagai dinamika yang berkembang di tengah masyarakat. Karena itu, ia meminta seluruh unsur Forkopimda dan perangkat daerah untuk memperkuat sinergi serta menyatukan langkah mitigasi agar setiap potensi persoalan dapat ditangani secara terpadu.


“Koordinasi dan kolaborasi menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan yang muncul. Pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan harus bergerak dalam satu langkah untuk memastikan kondisi daerah tetap aman, stabil, dan masyarakat terlindungi,” ujar Riyanda.


Menghadapi musim kemarau yang diperkirakan akan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan, Pemko Sawahlunto telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk mengantisipasi risiko kebakaran lahan maupun potensi krisis air bersih di sejumlah wilayah.

BACA JUGA :
Wali Kota Riyanda Putra Resmikan Sentra Tenun Songket Silungkang di Silungkang


Selain itu, melalui Dinas Pertanian, pemerintah daerah juga memfasilitasi petani dalam memanfaatkan momentum musim tanam melalui pendampingan teknis serta koordinasi lapangan guna menjaga produktivitas sektor pertanian masyarakat.


Pada sektor keamanan, berdasarkan laporan dari Polres Sawahlunto, terjadi peningkatan jumlah laporan kepolisian selama April 2026 yang mencapai 13 kasus. Angka tersebut meningkat dibandingkan rata-rata laporan pada bulan-bulan sebelumnya yang berkisar antara empat hingga lima kasus.


Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Sawahlunto bersama Forkopimda sepakat memperkuat upaya pencegahan, deteksi dini, serta koordinasi lapangan untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.

BACA JUGA :
Wali Kota Sawahlunto Ekspos Program Pembangunan ke DPRD Sumbar, Dorong Percepatan Infrastruktur hingga Layanan Publik


FGD juga membahas dampak sosial dan ekonomi akibat penghentian operasional salah satu perusahaan tambang batu bara yang menyebabkan sejumlah pekerja dirumahkan. Pemerintah daerah terus memantau perkembangan situasi tersebut serta menyiapkan langkah-langkah penanganan yang diperlukan guna meminimalkan dampak terhadap masyarakat dan perekonomian daerah.


Melalui forum koordinasi tersebut, Pemko Sawahlunto berharap berbagai potensi risiko dapat diantisipasi sejak dini sehingga stabilitas daerah tetap terjaga, pelayanan publik berjalan optimal, dan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman serta nyaman
(Suherman)