Daerah

Mobil Distribusi SPPG Sumberjambe Jember Tabrak Tembok Dapur saat Memanaskan Mesin

4700
×

Mobil Distribusi SPPG Sumberjambe Jember Tabrak Tembok Dapur saat Memanaskan Mesin

Sebarkan artikel ini
Mobil SPPG Sumberjambe Rusak saat Tabrak Tembok, Kamis (25/6/2026).(Foto: istimewa/ Lensa Nusantara)

Jember, LENSANUSANTARA.CO.ID – Sebuah mobil distribusi milik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumberjambe, Jember, menabrak tembok pembatas dapur pada Kamis (25/6/2026). Peristiwa itu sempat viral di media sosial.

Insiden terjadi saat aktivitas dapur sedang libur selama tiga pekan. Meski demikian, petugas keamanan tetap menjalankan piket sesuai ketentuan yang berlaku.

Example 300x600

Kepala Dapur SPPG Sumberjambe, Khairul Anam, menjelaskan kendaraan tersebut dipanaskan untuk menjaga kondisi mesin selama tidak digunakan dalam waktu lama.

BACA JUGA :
Tingkatkan Inovasi Pelayanan, Dispendukcapil Jember Tambah Layanan di 3 RSD dan 50 Puskesmas

“Karena dapur libur tiga minggu, mobil distribusi perlu dipanaskan. Satpam yang sedang piket mendapat instruksi untuk menyalakan kendaraan agar mesin tetap terawat,” ujar Khairul Anam.

Menurutnya, petugas keamanan yang bertugas tidak memiliki kemampuan mengemudi yang memadai. Saat mesin dinyalakan, rem tangan justru dilepas sehingga kendaraan bergerak perlahan.

BACA JUGA :
HUT Bhayangkara ke-78, RSD Balung Jember Berpartisipasi dalam Acara Funbike

“Ketika mobil mulai berjalan, satpam panik. Niatnya menginjak rem, tetapi yang tertekan justru pedal gas sehingga mobil melaju dan menabrak pagar pembatas dapur,” katanya.

Benturan tersebut menyebabkan kerusakan pada bagian dapur serta kendaraan distribusi. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.

BACA JUGA :
DPC APDESI Jember Gelar Silaturahmi Kebangsaan, Serap Aspirasi Revisi UU Desa

“Kerusakan hanya pada bangunan dapur dan mobil. Tidak ada korban sama sekali,” jelasnya.

Khairul memastikan biaya perbaikan tidak akan menggunakan anggaran negara. Sebab, insiden tersebut dikategorikan sebagai kelalaian dan menjadi tanggung jawab pihak terkait.

“Perbaikan menjadi urusan pemilik dapur dan pemilik kendaraan atau investor. Tidak ada penggunaan uang negara untuk renovasi maupun perbaikan mobil,” tegasnya.