Daerah

Semarang Mendunia! Inovasi AI Pengelolaan Sampah Raih Pengakuan di Guangzhou Award 2026

1358
×

Semarang Mendunia! Inovasi AI Pengelolaan Sampah Raih Pengakuan di Guangzhou Award 2026

Sebarkan artikel ini
Foto : Teknologi AISSA berbasis Artificial Intelligence membantu Pemerintah Kota Semarang mendeteksi titik-titik penumpukan sampah secara lebih cepat dan akurat

Semarang, LENSANUSANTARA.CO.ID – Kota Semarang kembali menorehkan prestasi di panggung internasional. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, inovasi Artificial Intelligence Solusi Sampah (AISSA) berhasil masuk dalam daftar 30 Exemplary Initiatives pada ajang bergengsi 7th Guangzhou International Award for Urban Innovation 2026, sebuah penghargaan yang diikuti ratusan kota dari berbagai negara.

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa transformasi pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kota Semarang tidak hanya mendapat apresiasi di tingkat nasional, tetapi juga diakui oleh komunitas internasional sebagai praktik terbaik dalam menghadapi tantangan perkotaan melalui pemanfaatan teknologi.
Pengumuman tersebut disampaikan dalam rangkaian 2026 United Cities and Local Governments (UCLG) World Congress di Tangier, Maroko, pada 25 Juni 2026.

Example 300x600

Dari Kota Pelabuhan Menjadi Kota Inovasi Dunia
Sejak masa kolonial, Semarang dikenal sebagai salah satu kota pelabuhan terbesar di Indonesia yang menjadi pusat perdagangan dan pertumbuhan ekonomi di Pulau Jawa. Seiring perkembangan zaman, tantangan perkotaan pun semakin kompleks, mulai dari pertumbuhan penduduk, kemacetan, perubahan iklim, hingga persoalan pengelolaan sampah.

BACA JUGA :
Pemkot Semarang Perluas Bisyaroh, Wujud Apresiasi bagi Penggerak Keagamaan

Dalam beberapa tahun terakhir, Pemerintah Kota Semarang terus melakukan transformasi melalui digitalisasi pelayanan publik, penguatan tata kelola pemerintahan, hingga penerapan konsep smart city. Salah satu fokus utamanya adalah menciptakan sistem pengelolaan lingkungan yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.
Hasilnya, inovasi AISSA berhasil menarik perhatian dunia.

Guangzhou International Award for Urban Innovation merupakan salah satu penghargaan paling prestisius di bidang inovasi perkotaan yang diselenggarakan setiap dua tahun oleh Pemerintah Kota Guangzhou bekerja sama dengan United Cities and Local Governments (UCLG) dan Metropolis, jaringan kota-kota besar dunia.

Ajang ini memberikan penghargaan kepada pemerintah kota yang mampu menghadirkan solusi nyata terhadap berbagai persoalan perkotaan, mulai dari tata kelola pemerintahan, transformasi digital, pelayanan publik, lingkungan hidup, hingga pembangunan berkelanjutan yang mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Tahun 2026 menjadi penyelenggaraan dengan jumlah peserta terbanyak sepanjang sejarah.
Sebanyak 381 inovasi dari 248 kota di 60 negara ikut berkompetisi.

Di tengah persaingan tersebut, AISSA Kota Semarang berhasil lolos seleksi ketat yang dilakukan oleh sembilan pakar internasional dan masuk dalam daftar 30 inovasi terbaik dunia.
AI Membantu Kota Mengelola Sampah
AISSA atau Artificial Intelligence Solusi Sampah merupakan inovasi berbasis kecerdasan buatan yang dikembangkan Pemerintah Kota Semarang untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah.

BACA JUGA :
Dishub Semarang Tegaskan Pembatasan Truk MST di Atas 8 Ton, Operasional Hanya Dini Hari

Melalui teknologi AI, pemerintah dapat melakukan pemantauan, analisis data, hingga pengambilan keputusan secara lebih cepat dan akurat terhadap persoalan persampahan di berbagai wilayah kota.

Pemanfaatan teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi layanan kebersihan sekaligus mendukung pembangunan kota yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menegaskan bahwa penghargaan internasional tersebut bukan sekadar simbol prestasi, tetapi menjadi bukti bahwa pembangunan Kota Semarang berjalan pada arah yang tepat.
Menurutnya, inovasi harus selalu berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Penghargaan ini adalah pengakuan terhadap kerja bersama seluruh elemen Kota Semarang dalam membangun pemerintahan yang responsif, inovatif, dan berorientasi pada penyelesaian persoalan masyarakat. Kota yang maju bukan hanya yang mampu membangun infrastruktur, tetapi juga yang mampu menghadirkan solusi cerdas bagi kehidupan warganya,” ujar Agustina.

Ia menambahkan bahwa transformasi digital akan terus menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kota Semarang.
“Kami ingin memastikan setiap inovasi benar-benar memberikan manfaat bagi warga.
Teknologi harus menjadi alat untuk mempercepat pelayanan, menjaga lingkungan, meningkatkan efisiensi pemerintahan, dan menjadikan Kota Semarang semakin nyaman, bersih, dan berdaya saing. Pengakuan dunia ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menghadirkan terobosan-terobosan baru,” katanya.

BACA JUGA :
Pelantikan JP3M Jateng, Ganjar Pranowo Ceritakan Perjuangan Mbah Moen dan Nyi Hajar Dewantara

Semarang Sejajar dengan Kota-Kota Besar Dunia
Keberhasilan AISSA menempatkan Kota Semarang sejajar dengan berbagai kota dunia yang dikenal memiliki inovasi unggulan dalam tata kelola perkotaan, seperti Moskow, Wina, dan Bristol.

Capaian ini memperkuat posisi Semarang sebagai salah satu kota di Indonesia yang mampu menghadirkan inovasi berstandar global sekaligus menjadi contoh penerapan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Di bawah kepemimpinan Agustina, Pemerintah Kota Semarang terus mengembangkan digitalisasi layanan, memperkuat tata kelola pemerintahan, meningkatkan kualitas lingkungan, serta mendorong berbagai inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Pengakuan internasional tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh perangkat daerah untuk terus melahirkan inovasi baru yang mampu menjawab tantangan pembangunan kota di masa depan. (Ryo)