Pemerintahan

Hadapi Musim Kemarau, Pemkab Jember Percepat Pemetaan Wilayah Rawan Kekeringan

1367
×

Hadapi Musim Kemarau, Pemkab Jember Percepat Pemetaan Wilayah Rawan Kekeringan

Sebarkan artikel ini
BPBD Jember Salurkan Air Bersih, Rabu (8/7/2026).(Foto: istimewa/ Lensa Nusantara)

Jember, LENSANUSANTARA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bergerak cepat menyusun langkah taktis guna menghadapi ancaman kekeringan yang mengintai sejumlah wilayah pada musim kemarau tahun ini.

Fokus utama difokuskan pada pemetaan zona rawan serta pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat terdampak, Rabu (8/7/2026).

Example 300x600

Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, menegaskan bahwa fenomena alam ini menuntut kewaspadaan dini agar dampaknya tidak mengganggu aktivitas harian warga. Khususnya, di sektor domestik dan pertanian.

BACA JUGA :
Sasaran Non Fisik TMMD ke-124 Gandeng Dinas Peternakan Ada Layanan Kesehatan Hewan

“Sebagai langkah awal, BPBD Jember telah memperbarui data wilayah yang memiliki risiko tinggi mengalami krisis air. Menurut Edy, langkah ini krusial agar penyaluran bantuan tepat sasaran dan efisien,” katanya.

Kami terus memantau pergerakan cuaca dan kondisi debit air di lapangan. Zona-zona yang secara historis sering mengalami defisit air bersih kini menjadi prioritas pengawasan.

“Untuk mengantisipasi keadaan darurat, Pemkab Jember telah menyiapkan armada tangki air yang siap bergerak kapan saja ke titik-titik pemukiman yang mulai kesulitan mendapatkan air bersih. BPBD juga bersinergi dengan instansi terkait untuk memastikan pasokan air baku tetap aman,” pungkasnya.

BACA JUGA :
RS Bina Sehat Jember Luncurkan Ambulans Gratis untuk Melayani Masyarakat

Paling anyar, dengan memberikan bantuan air bersih kepada sejumlah 125 KK yang terdampak di Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari, dan sekitar 100 KK di Desa Sumberjeruk, Kecamatan Kalisat.

“Tidak hanya fokus pada penanganan jangka pendek berupa dropping air, Pemkab Jember juga menginisiasi program mitigasi struktural demi menciptakan solusi yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Saat ini, Kepala BPBD Jember mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan air bersih selama musim kemarau berlangsung. Edy Budi Susilo juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, terutama perangkat desa dan kecamatan, untuk segera melapor ke posko BPBD jika mulai muncul tanda-tanda krisis air di wilayahnya.

BACA JUGA :
Proyek Kementerian Pertanian Sempat Ramai Diperbincangkan, Ini Tanggapan Disperta Jember

“Kerjasama dan kecepatan laporan dari warga sangat kami butuhkan agar penanganan bisa dilakukan sedini mungkin sebelum dampaknya meluas. Lebih lanjut, bagi warga Jember terdampak kekeringan, bisa melaporkan kejadian di wilayahnya melalui kanal Wadul Gus’e melalui nomor WhatsApp 081130311188 atau melalui media sosial @wadul.guse,” pungkasnya.