Grobogan, LENSANUSANTARA.CO.ID – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di SD Negeri 3 Purwodadi, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, resmi ditutup pada Jumat, (17/07/26). Penutupan kegiatan tersebut dikemas dengan menggelar acara jalan sehat menuju Alun-Alun Purwodadi yang diikuti seluruh murid dan tenaga pendidik sebagai bentuk kebersamaan sekaligus penutup rangkaian MPLS.
Sebelum rombongan diberangkatkan menuju alun-alun, sekolah menggelar seremonial pelepasan balon udara di halaman sekolah. Pelepasan balon dilakukan sebagai simbol berakhirnya pelaksanaan MPLS Tahun 2026 dan disambut tepuk tangan meriah dari seluruh peserta yang hadir.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala SD Negeri 3 Purwodadi, Dyan Dwi Afrianto. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh warga sekolah untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan menciptakan lingkungan belajar yang aman serta nyaman bagi seluruh peserta didik.
SD Negeri 3 Purwodadi yang beralamat di Jalan Siswomiharjo Nomor 6, Jetis Timur, Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, merupakan salah satu sekolah dasar yang menjadi pilihan masyarakat di wilayah tersebut. Pada tahun ajaran ini, kegiatan penutupan MPLS diikuti sebanyak 378 murid, terdiri atas 56 murid kelas 1 dan 322 murid kelas 2 hingga kelas 6.
Kepada jurnalis Lensa Nusantara, Dyan Dwi Afrianto menyampaikan bahwa pelaksanaan MPLS bertujuan membantu peserta didik baru mengenal lingkungan sekolah, para guru, serta teman-teman sebayanya sehingga proses belajar dapat berlangsung dengan baik sejak hari pertama.
“Saya berharap dengan diadakannya MPLS, para murid kelas 1 dapat beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru serta mampu berteman dan berhubungan baik dengan para kakak-kakak kelas agar tercipta situasi yang nyaman dalam proses pembelajaran,” ujarnya.
Selain memberikan motivasi kepada murid baru, Dyan juga berpesan kepada seluruh murid kelas 2 hingga kelas 6 agar menjadi teladan bagi adik-adik kelasnya. Menurutnya, terciptanya lingkungan sekolah yang harmonis merupakan tanggung jawab bersama seluruh warga sekolah.
Ia secara khusus mengingatkan agar tidak ada tindakan perundungan dalam bentuk apa pun terhadap murid baru. Sikap saling menghormati, saling membantu, dan saling menjaga diharapkan menjadi budaya yang terus ditanamkan di lingkungan sekolah.
“Dan bagi anak-anak kelas 2 sampai kelas 6, saya meminta untuk selalu menjaga dan menciptakan suasana yang harmonis serta tidak melakukan perundungan atau pembullyan terhadap para murid baru kelas 1,” tutupnya.
Melalui kegiatan jalan sehat dan penutupan MPLS tersebut, pihak sekolah berharap seluruh murid, baik peserta didik baru maupun murid lama, dapat mempererat kebersamaan sekaligus menumbuhkan semangat belajar dalam suasana sekolah yang aman, ramah anak, dan bebas dari perundungan. Dengan demikian, proses pembelajaran selama tahun ajaran 2026/2027 diharapkan dapat berlangsung secara optimal dan mendukung perkembangan karakter maupun prestasi seluruh peserta didik. (Vamberrino)














