Berita

Miris, Pernyataan Sekdes Desa Stail Terkait Keadaan Jalan Lingkungan yang Memprihatinkan, Belum Masuk Dalam Prioritas

112
×

Miris, Pernyataan Sekdes Desa Stail Terkait Keadaan Jalan Lingkungan yang Memprihatinkan, Belum Masuk Dalam Prioritas

Sebarkan artikel ini

Banyuwangi, Lensa Nusantara – Demi kemakmuran dan kesejahteraan rakyat pemerintah pusat menggelontorkan dana yang tidak sedikit khususnya untuk desa, agar terbentuk suatu kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia, Senin (13/7/2020).

Berbagai rencana dilakukan bahkan dilaksanakan pemerintah pusat agar apa yang jadi kebutuhan Negara dalam kemakmuran rakyatnya bisa terpenuhi, yang mana infrastruktur adalah salah satu impian dari Presiden dalam hal Kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia, namun hal tersebut masih belum bisa menyentuh terhadap masyarakat Desa Stail, Dusun Curah Ketangi, Kecamatan Genteng,

Example 300x600

Seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya menjelaskan kepada awak media, bahwa ia selaku pengguna jalan tersebut sangat membutuhkan pengaspalan dari instansi terkait, karena jalan itu merupakan akses bagi masyarakat yang keluar masuk mencari ekonomi, bahkan tidak luput jalan yang tidak pernah tersentuh pembangunan itu merupakan jalan utama pergi dan pulangnya anak sekolah.

“Jalan ini belum pernah tersentuh pengaspalan atau pembangunan mas, dan yang melalui jalan ini setiap harinya seluruh masyarakat mas, di samping itu jalan ini merupakan jalan utama bagi anak – anak yang pergi ke sekolah mas,
Lebih kasihan lagi kalau musim hujan seperti ini mas, jalanya licin karna becek mas” ringkasnya.

Sedangkan Sekdes Desa Setail ketika ditemui oleh awak media membenarkan hal tersebut, Jalan itu sudah masuk dipengusulan musdes tapi masih belum masuk untuk diprioritaskan.

“Mengingat kepentingan mas, tapi masuk usulan juga sudah mas, namun belum masuk di prioritasnya, karena yang harus diprioritaskan masih banyak selain disana mas,” ujarnya sekdes.

Besar harapan masyarakat Desa Stail, Untuk instansi terkait agar secepatnya menangani keadaan jalan yang sebelumnya tidak pernah ada rialisasi pengaspalan. (Dhofir)

Tinggalkan Balasan

Tak Lagi Bergantung Bansos, Warga Ngawi Didorong Sukses Lewat Program Jatim Puspa PlusNgawi, LENSANUSANTARA.CO.ID — Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) menyalurkan bantuan Program Jatim Puspa Plus kepada masyarakat penerima manfaat di Kantor Desa Jambangan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi (23/7/2026).Program ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya perempuan di pedesaan.Selain meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Program Jatim Puspa Plus juga bertujuan memperkuat ketahanan pangan, mengembangkan usaha mikro, serta mendorong pertumbuhan ekonomi desa secara berkelanjutan.Kegiatan penyerahan bantuan dihadiri Kepala Desa Jambangan Murdoko, Camat Paron, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Ngawi Budi Santoso, Kepala Bidang Usaha Ekonomi Desa DPMD Provinsi Jawa Timur Damin, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas Desa Jambangan.Dalam sambutannya, Kepala Desa Jambangan, Murdoko mengatakan bantuan yang diberikan bukan berupa uang tunai, melainkan barang yang disesuaikan dengan jenis usaha penerima manfaat. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai modal untuk mengembangkan usaha yang telah berjalan maupun memulai usaha baru.> "Bantuan ini diberikan dalam bentuk barang agar dapat langsung dimanfaatkan untuk menjalankan atau mengembangkan usaha. Jika dikelola dengan baik, usaha penerima manfaat akan berkembang sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga," ujarnya.Sementara itu, Kepala DPMD Kabupaten Ngawi, Budi Santoso menjelaskan bahwa Program Jatim Puspa Plus menyasar perempuan yang telah graduasi dari Program Keluarga Harapan (PKH) maupun masyarakat yang masuk dalam kelompok kesejahteraan desil 1 hingga desil 5.Ia berharap bantuan tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan keluarga melalui kegiatan usaha produktif.> "Kami berharap bantuan ini menjadi modal untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Penerima manfaat juga diharapkan fokus mengembangkan usahanya sehingga mampu mandiri secara ekonomi," katanya.Budi menambahkan, program ini diperuntukkan bagi masyarakat yang memiliki semangat berwirausaha sehingga diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup tanpa terus bergantung pada bantuan sosial.Di kesempatan yang sama, Kepala Bidang Usaha Ekonomi Desa DPMD Provinsi Jawa Timur, Damin menjelaskan bahwa pelaksanaan Program Jatim Puspa Plus mengacu pada Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 64 Tahun 2013 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 2 Tahun 2026. Pemerintah Provinsi Jawa Timur tetap melakukan pendampingan hingga proses penyaluran bantuan kepada masyarakat.Menurutnya, bantuan Jatim Puspa Plus merupakan bantuan khusus yang pada tahun 2026 mengalami peningkatan nilai dari Rp2,5 juta menjadi Rp 3 juta untuk setiap penerima manfaat.> "Pesan Ibu Gubernur Jawa Timur, setelah menerima bantuan masyarakat diharapkan segera memulai usaha dan membangun jejaring usaha agar dapat saling mendukung ketika menerima pesanan dalam jumlah besar," jelas Damin.Ia menilai kolaborasi antarpelaku UMKM menjadi salah satu kunci agar usaha masyarakat dapat berkembang lebih cepat sekaligus menciptakan pemerataan manfaat ekonomi di tingkat desa."Apabila setiap desa mampu mengembangkan potensi yang dimiliki, maka perekonomian desa akan tumbuh dan kesejahteraan masyarakat pun ikut meningkat," tambahnya.Ditemui secara terpisah, Kepala bidang usaha ekonomi desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur, Damin menjelaskan bahwa pemerintah akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap penerima bantuan, baik melalui pendampingan internal maupun eksternal. Evaluasi tersebut meliputi pemanfaatan bantuan, peningkatan pendapatan usaha, serta tingkat keberhasilan usaha yang dijalankan oleh penerima manfaat.Selain menerima bantuan, masyarakat juga akan memperoleh pendampingan agar mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.Pada tahun 2026, Program Jatim Puspa Plus di Kabupaten Ngawi menyasar tiga desa, yakni Desa Jambangan di Kecamatan Paron, Desa Karangjati, dan Desa Kedungmiri.Bagi masyarakat yang telah mengajukan usulan namun belum memperoleh bantuan pada tahap ini, Damin memastikan usulan tersebut akan diupayakan masuk dalam pembahasan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) Tahun 2026.Melalui Program Jatim Puspa Plus, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap semakin banyak masyarakat yang mampu membangun usaha secara mandiri, menciptakan lapangan kerja baru, serta memperkuat perekonomian desa sebagai fondasi pembangunan daerah (Taufan Rahsobudi/ Lensa Nusantara Ngawi).
Berita

Post Views: 1,690 Ngawi, LENSANUSANTARA.CO.ID — Pemerintah Provinsi…