Berita

PPNI dan Pemkab Batang Dorong Optimalisasi Pelayanan Medis

61
×

PPNI dan Pemkab Batang Dorong Optimalisasi Pelayanan Medis

Sebarkan artikel ini

Batang, LENSANUSANTARA.CO.ID – Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Batang, terus melangkah guna meningkatkan pelayanan dan kopetensi para perawat. 

Example 300x600

Yang terbaru, PPNI Kabupaten Batang, mendirikan kantor di wilayah Kelurahan Pasekaran, Kecamatan Batang. 

PPNI dan Pemkab Batang juga terus bersinergi guna memajukan dunia kesehatan. 

Menurut Moh Fajeri Ketua DPD PPNI Kabupaten Batang, adamya kantor baru menjadi sejarah bagi PPNI. 

“Berdirinya kantor ini menjadi sejarah bagi kami, karena bertahun-tahun kami kolektitif untuk mendirikan kantor. Adanya gedung baru ini juga menjadi simbol keseriusan PPNI untuk berkontribusi kepada masyarakat dan dunia kesehatan,” jelasnya dalam peresmian Kantor PPNI KabupatenBatang, Kamis (12/11/2020).

Adapun guna mewujudkan pelayanan optimal unyuk masyarakat, PPNI juga disokong oleh DPW PPNI Jateng. 

Tak tanggung-tanggung, DPW PPNI Jateng mengalokasikan Rp 30 juta, plus pinjaman Rp 300 juta. “Dana DPW hampir Rp 3 miliar yang sudah digunakan untuk kegaiatan DPD, tak terkecuali di Batang. Karena kami ingin memajukan dunia medis di daerah,” kata Ketua DPW PPNI Jateng, Edy Wuryanto. 

Sementara itu, dalam perkembangan dunia medis di Kabupaten Batang, beberapa alokasi dana sudah dikucurkan. 

Bahkan menurut catatan BPK Provisi Jateng, tahun lalu, Pemkab Batang melaksanakan pembangunan untuk peningkat pelayanan kesehatan. 

Selain pembangunan Puskesmas Subah yang memakan dana Rp 2,6 miliar lebih, pembanguan ruang di RSUD Kalisari Batangjuga menelan Rp 6,1 miliar lebih. Bupati Batang Wihaji, juga mengakui peningkatan fasilitas dan pelayanan di bidang kesehatan terus dilakukan. 

“Kami juga memberikan intensif terhadap tenaga medis, dana yang kami turunkan mencapai Rp 5 miliar, yang sudah dialokasikan tiga bulan lalu,” paparnya. 

Ditambahkan Bupati Wihaji, aspirasi tenaga medis akan disampaikan untuk kemajuan dunia kesehatan di Kabupaten Batang. 

“Contohnya dulu gaji pokok perawat ada yang Rp 250 ribu, tapi sekarang rata-rata Rp 1 juta lebih, memang kurang menurut saya, namun akan kami koordinasikan untuk melakukan peningkatkan secara bertahap,” tambahnya. (Eva Rusmalasari)

Tinggalkan Balasan