Lebak, LENSANUSANTARA.CO.ID – Menyikapi keluhan masyarakat perihal banyak nya tambang pasir (galian C) yang sangat meresahkan di wilayah Banjarsari ,kabupaten Lebak propinsi Banten, Anggota DPRD kabupaten Lebak dari Fraksi PPP , Musa Weliansyah terjun langsung kelokasi.
Kedatangan rombongan anggota dewan yang di dampingi oleh tim Lembaga Aliansi Indonesia,Badan Penelitian Aset Negara (LAI-BPAN),LH,Camat,Kapolsek,Kepala Desa ,satpol PP dan kru Reporter TVone membuat panik pengelola, serta para supir truk pengangkut pasir dilokasi tersebut.
Satu persatu lokasi tambang pasir galian C diwilayah kecamatan Banjarsari tersebut di Segel,dan dilarang beroperasi sebelum mengantongi ijin resmi dari pemerintah .
“Sengaja kami tutup sementara sebelum mendapat ijin dari pemerintah ,karena tambang galian C sangat berdampak dengan kerusakan alam yang sangat berpotensi kepada bencana banjir dan longsor “ujar Musa kepada awak media Lensa Nusantara dilokasi.
Kepala Seksi Operasi dan pengendali Satpol PP kabupaten Lebak, Anna Wakhyudin,S.IP , memberikan arahan kepada semua pengelola galian tersebut,untuk segera menghentikan kegiatan nya tersebut,karena sudah melanggar Perda no 02 tahun 2015 ,tentang Perijinan non perijinan .
” Semua Perusahan harus mengantongi ijin resmi dari pemerintah, apalagi galian C harus benar benar memenuhi syarat dan penuh kajian karena sangat berpotensi kepada Bencana Alam dan sudah barang tentu merugikan Negara, untuk itu wajib di tutup dan harus diberikan sangsi adminstrasi ,dan ketika para pengelola atau pemilik tambang tersebut tetap melakukan aktivitas sebelum ada ijin wajib dipidana ” tegas Marjuki aggota DPP BPAN .
Tindakan yang dilakuan Anggota dewan tersebut mendapat Apresiasi dari masyarakat sekitar yang kena dampak dari tambang tersebut,karena memang sudah seharus nya tugas dari anggota dewan menerima dan menindaklanjuti aspirasi masyarakatnya.
” Begitulah harus nya seorang wakil rakyat yang peka terhadap keluhan kami ,kami ucapakan banyak terima kasih kepada pak Musa yang sudah merespon keluhan kami yang sudah menegur pengelola tambang itu” ucap warga
D.iskandar /Jhon








