Berita

Antisipasi Bullying, SMPN 1 Satu Atap Botolinggo Bondowoso Hadirkan Danramil, Kapolsek, dan Kapuskesmas

242
×

Antisipasi Bullying, SMPN 1 Satu Atap Botolinggo Bondowoso Hadirkan Danramil, Kapolsek, dan Kapuskesmas

Sebarkan artikel ini
Kepala SMPN 1 Satu Atap Botolinggo
Upaya pencegahan bullying di SMPN 1 Satu Atap Botolinggo, Bondowoso.

Bondowoso, LENSANUSANTARA.CO.ID – Perubahan zaman dan perkembangan teknologi membuat banyak peristiwa sangat cepat menyebar luas. Salah satunya melalui media sosial yang juga dimiliki dan digunakan para pelajar.

Kejadian bullying marak terjadi. Banyak penyebabnya hanya perkara sepele. Mental dan psikologi remaja yang rentan menyebabkan tidak bisa menahan emosi. Mereka tidak pikir panjang bahwa itu merugikan dirinya dan orang lain.

Example 300x600

“Mereka masih tahap pencarian jati diri. Mereka butuh pendampingan dari orang tua dan guru. Juga dari psikolog,” ungkap Sri Rahayu, S.Pd selaku Kepala SMPN 1 Satu Atap Botolinggo.

BACA JUGA :
DPRD Bondowoso Mengucapkan Selamat dan Sukses Atas Pelantikan Pengurus SMSI Kabupaten Bondowoso

SMP Negeri 1 Satu Atap Botolinggo mendatangkan tiga pilar negara yang ada di lingkungan kecamatan Botolinggo. Bripka Didik Pratiwi dari Polsek Botolinggo, M. Sholeh selaku Danramil Botolinggo, dan Mas Aditya dari Puskesmas Botolinggo (6/10/2023).

BACA JUGA :
Disebut 'Main Proyek' oleh Sekretaris Majelis Pakar DPC PPP, Ketua DPRD Bondowoso Ancam Akan Laporkan Balik

Kepala SMPN 1 Satu Atap Botolinggo juga menyampaikan agar para narasumber juga menyampaikan tentang undang-undang ITE, serta upaya pencegahan praktik perundungan yang sedang marak terjadi.

Tujuan pertamanya agar siswa mengerti bagaimana cara menggunakan Android atau media sosial. Agar tidak mudah nge-share berita hoax, yang akan melahirkan perundungan atau bullying.

BACA JUGA :
Pengadilan Agama Bondowoso Gandeng Stakeholder Gelar FGD Tekan Angka Dispensasi Kawin

Siswa juga diharapkan mengerti tentang sanksi yang akan didapat jika melanggar UU ITE. Cara itu diharapkan dapat mengurangi kejadian yang tidak diingin oleh orang tua, guru, dan lingkungan.

Melalui acara sosialisasi demikian, diharapkan siswa dapat mengimplementasikan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat membawa dampak positif berbagi kebaikan.*