free stats

Disebut ‘Main Proyek’ oleh Sekretaris Majelis Pakar DPC PPP, Ketua DPRD Bondowoso Ancam Akan Laporkan Balik

Bondowoso, LENSANUSANTARA.CO.ID
Ketua DPRD Bondowoso yang juga ketua DPC PKB Ahmad Dhafir terlihat berang, setelah disebut ‘main proyek’ oleh Sekretaris majelis pakar DPC PPP Bondowoso Samsul Hadi.

Dalam unggahan video DPC PKB yang diterima Lensa Nusantara pada Selasa (8/3/2022), Ahmad Dhafir mengungkapkan bahwa, apa yang disampaikan oleh Sekretaris Majelis Pakar DPC PPP yakni Samsul Hadi yang menyebut, ketua DPRD Bondowoso dan kroni-kroninya main proyek, Dhafir meminta agar Samsul Hadi melaporkan dirinya.

“Jangan cuma bicara, kalau saya dan kawan-kawan di PKB betul main proyek  laporkan” ucap Ahmad Dhafir.

Tapi, kata Dahfir,  jangan lupa bahwa pihaknya juga punya hak untuk melaporkan berita bohong yang sebarkan oleh Samsul Hadi.

“Saya tunggu laporannya, tapi kalau tidak laporan, maka  saya yang akan melaporkan balik” tegasnya.

Di lansir dari video acara Musancab PAC PPP se-Dapil 1 pada Sabtu 5 Maret 2021, yang diterima hari ini Selasa (8/3)
oleh Lensa Nusantara, Sekretaris Majelis Pakar DPC PPP Bondowoso yakni H Samsul Hadi Merdeka menyebut, ketua DPRD dan kroni-kroninya main proyek.

“Mereka-mereka yang bermain proyek, yang bekerjasama dengan kantor timur, yang namanya ketua DPRD dan kroni-kroninya” ucap Samsul Hadi dalam video yang diunggah oleh DPC PPP Bondowoso yang tersebar disosial media.

Dikonfirmasi pada hari ini, Selasa (8/3/2022) oleh Lensa Nusantara, Samsul Hadi mengaku terkejut, video dirinya saat acara Musancab PPP se-Dapil 1 pada 5 Maret 2021 kemarin sampai menyebar luas.

“Kok tau-tau penggalan video itu dijadikan narasi komparatif oleh Pak Dhafir” kata Samsul Hadi.

Artinya, lanjut Samsul Hadi, kantor DPC PPP merasa ada dokumen yang hilang atau kecurian, maka PPP harus melaporkan kecurian pada pihak yang berwenang.

“Jangan langsung mengupas narasi, karena itu bahan diskusi yg masih mentah” ucap dia.

Politisi senior di Bondowoso itu lantas mengibarat pembicaraan rahasia antara suami-istri dalam rumah tangga, kemudian pembicaraan itu di TOA-kan oleh orang lain.

“Inikan fitnah, apa lagi tanpa ijin yang bersangkutan” pungkasnya. (Ubay)