Berita

Ratusan Pecinta Memancing Ikuti Lomba Mancing Gabus di Sungai Ujung Tanjung

103
×

Ratusan Pecinta Memancing Ikuti Lomba Mancing Gabus di Sungai Ujung Tanjung

Sebarkan artikel ini

BANYUASIN, Lensa Nusantara – Demi menyalurkan hobi, ratusan pecinta memancing rela datang dengan menempuh jarak puluhan kilometer dan harus berjalan kaki satu kilometer ke lokasi pemancingan, tepatnya di Sungai Desa Ujung Tanjung, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, Minggu (23/08).

Example 300x600

Komunitas mancing mania menguji strike dengan mengikuti lomba mancing ikan gabus memperebutkan piala Bupati Banyuasin, yang digelar Angler Sumsel Fishing Club (ASFC). Kegiatan dibuka oleh Wakil Bupati Banyuasin H Slamet didampingi Wakil Ketua PKK Hj Neny Slamet.

Penyelenggara even, sekaligus Ketua ASFC Irawan mengatakan, kegiatan mancing ini digelar rutin setiap tahun dan bertepatan dalam rangka HUT ASFC ke 4 Tahun 2020.“Alhamdulillah, peserta yang mengikuti lomba antusias sekali dan jumlah yang daftar 419 orang dari 21 komunitas pemancing berasal dari berbagai daerah,” ujar dia.

Even ini, kata Irawan, sebagai ajang bagi mereka yang hobi memancing. Terlebih di tempat ini memang banyak ikan gabus.“Sebelum lokasinya dipilih, kami survei terlebih dahulu dan memang rawa ini banyak ikan gabus. Maka peserta yang daftar semangat,” kata dia.

Peserta haruslah sportif dan wajib mengikuti aturan yang sudah ditetapkan panitia. Menariknya lomba ini, bila umpan disambar ikan, peserta wajib berteriak ‘striker’. Panitia akan melakukan pemantauan dan pemeriksaan, demi sah tidaknya ikan tangkapan.

Peserta yang menjadi juara apabila berhasil mendapatkan ikan gabus dengan ukuran terpanjang dan sah sesuai penilaian panitia. Bila ukuran ikan yang didapat sama, pemenangnya adalah yang pertama kali mendapatkan ikan. lkan yang sah ukur adalah yang sempurna (umpan masuk mulut ikan).

Demi keamanan, pihaknya melarang peserta berendam di spot lokasi lomba. Atau berkeliaran masuk hutan sekitar lokasi. Peserta diwajibkan membawa umpan (lure) sendiri, tidak diperbolehkan memakai umpan hidup.

Untuk pemenang lomba, selain trofi, ada juga hadiah uang, yakni juara 1 Rp3 juta, juara 2 Rp2 juta, dan juara 3 Rp1 juta. Serta disediakan doorprize berupa 1 unit sepeda motor Honda, berlaku untuk panitia dan peserta.

“Kami ucapkan terima kasih kepada masyarakat, Pemerintah Desa dan Pemkab Banyuasin, yang telah mendukung kegiatan memperingati HUT ASFC ke-4. Sehingga dapat berjalan meriah dan sukses,” tutur dia. (Alhafiz).

Tinggalkan Balasan

Tak Lagi Bergantung Bansos, Warga Ngawi Didorong Sukses Lewat Program Jatim Puspa PlusNgawi, LENSANUSANTARA.CO.ID — Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) menyalurkan bantuan Program Jatim Puspa Plus kepada masyarakat penerima manfaat di Kantor Desa Jambangan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi (23/7/2026).Program ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya perempuan di pedesaan.Selain meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Program Jatim Puspa Plus juga bertujuan memperkuat ketahanan pangan, mengembangkan usaha mikro, serta mendorong pertumbuhan ekonomi desa secara berkelanjutan.Kegiatan penyerahan bantuan dihadiri Kepala Desa Jambangan Murdoko, Camat Paron, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Ngawi Budi Santoso, Kepala Bidang Usaha Ekonomi Desa DPMD Provinsi Jawa Timur Damin, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas Desa Jambangan.Dalam sambutannya, Kepala Desa Jambangan, Murdoko mengatakan bantuan yang diberikan bukan berupa uang tunai, melainkan barang yang disesuaikan dengan jenis usaha penerima manfaat. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai modal untuk mengembangkan usaha yang telah berjalan maupun memulai usaha baru.> "Bantuan ini diberikan dalam bentuk barang agar dapat langsung dimanfaatkan untuk menjalankan atau mengembangkan usaha. Jika dikelola dengan baik, usaha penerima manfaat akan berkembang sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga," ujarnya.Sementara itu, Kepala DPMD Kabupaten Ngawi, Budi Santoso menjelaskan bahwa Program Jatim Puspa Plus menyasar perempuan yang telah graduasi dari Program Keluarga Harapan (PKH) maupun masyarakat yang masuk dalam kelompok kesejahteraan desil 1 hingga desil 5.Ia berharap bantuan tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan keluarga melalui kegiatan usaha produktif.> "Kami berharap bantuan ini menjadi modal untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Penerima manfaat juga diharapkan fokus mengembangkan usahanya sehingga mampu mandiri secara ekonomi," katanya.Budi menambahkan, program ini diperuntukkan bagi masyarakat yang memiliki semangat berwirausaha sehingga diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup tanpa terus bergantung pada bantuan sosial.Di kesempatan yang sama, Kepala Bidang Usaha Ekonomi Desa DPMD Provinsi Jawa Timur, Damin menjelaskan bahwa pelaksanaan Program Jatim Puspa Plus mengacu pada Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 64 Tahun 2013 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 2 Tahun 2026. Pemerintah Provinsi Jawa Timur tetap melakukan pendampingan hingga proses penyaluran bantuan kepada masyarakat.Menurutnya, bantuan Jatim Puspa Plus merupakan bantuan khusus yang pada tahun 2026 mengalami peningkatan nilai dari Rp2,5 juta menjadi Rp 3 juta untuk setiap penerima manfaat.> "Pesan Ibu Gubernur Jawa Timur, setelah menerima bantuan masyarakat diharapkan segera memulai usaha dan membangun jejaring usaha agar dapat saling mendukung ketika menerima pesanan dalam jumlah besar," jelas Damin.Ia menilai kolaborasi antarpelaku UMKM menjadi salah satu kunci agar usaha masyarakat dapat berkembang lebih cepat sekaligus menciptakan pemerataan manfaat ekonomi di tingkat desa."Apabila setiap desa mampu mengembangkan potensi yang dimiliki, maka perekonomian desa akan tumbuh dan kesejahteraan masyarakat pun ikut meningkat," tambahnya.Ditemui secara terpisah, Kepala bidang usaha ekonomi desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur, Damin menjelaskan bahwa pemerintah akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap penerima bantuan, baik melalui pendampingan internal maupun eksternal. Evaluasi tersebut meliputi pemanfaatan bantuan, peningkatan pendapatan usaha, serta tingkat keberhasilan usaha yang dijalankan oleh penerima manfaat.Selain menerima bantuan, masyarakat juga akan memperoleh pendampingan agar mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.Pada tahun 2026, Program Jatim Puspa Plus di Kabupaten Ngawi menyasar tiga desa, yakni Desa Jambangan di Kecamatan Paron, Desa Karangjati, dan Desa Kedungmiri.Bagi masyarakat yang telah mengajukan usulan namun belum memperoleh bantuan pada tahap ini, Damin memastikan usulan tersebut akan diupayakan masuk dalam pembahasan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) Tahun 2026.Melalui Program Jatim Puspa Plus, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap semakin banyak masyarakat yang mampu membangun usaha secara mandiri, menciptakan lapangan kerja baru, serta memperkuat perekonomian desa sebagai fondasi pembangunan daerah (Taufan Rahsobudi/ Lensa Nusantara Ngawi).
Berita

Post Views: 1,689 Ngawi, LENSANUSANTARA.CO.ID — Pemerintah Provinsi…