Berita

Setelah Mengikuti Event JASS#9, Gubernur Sumatera Selatan Lakukan Kunjungan Kerja ke Desa Lubar

109
×

Setelah Mengikuti Event JASS#9, Gubernur Sumatera Selatan Lakukan Kunjungan Kerja ke Desa Lubar

Sebarkan artikel ini

Muaradua Oku Selatan – Setelah mengikuti event JASS#9, Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru lakukan Kunjungan Kerja dalam rangka Silaturahmi dengan masyarakat Desa Lubar sekaligus memulai pelaksanaan pembangunan perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan Provinsi Sumsel di Desa Lubar, Kecamatan Simpang, Sabtu (22/08/2020).

Dalam sambutannya Gubernur Sumsel mengatakan, bahwasannya pembangunan infrastruktur ini untuk mempermudah mobilisasi masyarakat, sehingga dengan harapan dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sumsel.

Example 300x600

Gubernur juga mengajak untuk melawan covid-19 dengan doa dan usaha, agar tidak jatuh gara-gara pandemi. Untuk menangani Covid-18 dibutuhkan penaganan dalam dua aspek, yaitu aspek kesehatan dan perekonomian. Aspek kesehatan dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan, dan aspek ekonomi.

“Ketangguhan kita dibutuhkan dalam menghadapi dampak ekonomi akibat covid-19, saya salah satu Gubernur di Indonesia yang tidak mau pembangunan terhenti meskipun covid-19 karena pembangunan ini dibutuhkan untuk dinikmati oleh anak cucu kita nanti,” ungkap Gubernur Sumsel.

Kepala Dinas PU BMTR Provinsi Sumatera Selatan, Darma Budhi, S.T.,S.H.,M.T. mengatakan bahwa alokasi penanganan infrastruktur jalan APBD Provinsi Sumsel melalui Dinas PU BMTR yaitu sebesar Rp. 42.881.194.890. Ada 6 paket perbaikan jalan Sp Martapura-Muara Dua Rp. 8.767.849.000, pemeliharaan berkala jalan Muara Dua-Kota Batu-Bts Provisi Sumsel Rp. 10.803.108.000.

Pemeliharaan berkala jalan Muara Dua-SP Aji Rp. 5.853.453.000, pemeliharaan berkala jalan Sp Aji-Sp Campang Rp. 5.583.375.000, pemeliharaan berkala jalan sp Campang-Ujan Mas-Bts Prov Bengkulu Rp. 6.027.487.000, dan pemeliharaan rutin jalan Kab OKUS Rp 5.845. 931.000. Total anggaran APBD Murni PU BMTR Rp. 42.881.194.000.

Untuk menunjang swasembada pangan nasional, Prov Sumsel melalui Dinas Pemberdayaan Sumber Daya Air sebesar 6.796.000.000 Selain itu, ada bantuan khusus dari Gubernur HD, Rp. 50.400.000.000.

Sementara itu bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan Popo Ali dalam sambutannya mengucapkan trimakasih atas kunjungan Gubernur Sumatera Selatan dan rombongan dalam rangka memulai pelaksanaan pembangunan perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan di kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan Provinsi Sumsel.

Bupati juga mengatkan selain bantuan pembangunan infrastruktur kabupaten OKU Selatan juga diberi bantuan dan kewenangan dalam mengelola anggaran sebesar lebih kurang 50 M.

“Atas nama Pemerintah daerah dan masyarakat OKU Selatan, kami mengucapkan terimakasih atas kepedulian Gubernur dan bantuan khusus sebesar Rp. 50.400.000.000,”ungkap Bupati OKU Selatan.

Turut hadir Pangdam II/SWJ, Mayjen TNI Agus Suhardi, Danrem/044 GAPO, Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji, Bupati Bupati OKUS, Popo Ali Martopo,B Commerce, Wakil Bupati OKUS, Sholehien Abuasir,SP.,M.Si., Anggota DPRD Sumsel, Alfarezi Panggar Besi, Para Kepala OPD dan TGUPP Pemprov Sumsel. (Alhafiz).

Tinggalkan Balasan

Tak Lagi Bergantung Bansos, Warga Ngawi Didorong Sukses Lewat Program Jatim Puspa PlusNgawi, LENSANUSANTARA.CO.ID — Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) menyalurkan bantuan Program Jatim Puspa Plus kepada masyarakat penerima manfaat di Kantor Desa Jambangan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi (23/7/2026).Program ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya perempuan di pedesaan.Selain meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Program Jatim Puspa Plus juga bertujuan memperkuat ketahanan pangan, mengembangkan usaha mikro, serta mendorong pertumbuhan ekonomi desa secara berkelanjutan.Kegiatan penyerahan bantuan dihadiri Kepala Desa Jambangan Murdoko, Camat Paron, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Ngawi Budi Santoso, Kepala Bidang Usaha Ekonomi Desa DPMD Provinsi Jawa Timur Damin, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas Desa Jambangan.Dalam sambutannya, Kepala Desa Jambangan, Murdoko mengatakan bantuan yang diberikan bukan berupa uang tunai, melainkan barang yang disesuaikan dengan jenis usaha penerima manfaat. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai modal untuk mengembangkan usaha yang telah berjalan maupun memulai usaha baru.> "Bantuan ini diberikan dalam bentuk barang agar dapat langsung dimanfaatkan untuk menjalankan atau mengembangkan usaha. Jika dikelola dengan baik, usaha penerima manfaat akan berkembang sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga," ujarnya.Sementara itu, Kepala DPMD Kabupaten Ngawi, Budi Santoso menjelaskan bahwa Program Jatim Puspa Plus menyasar perempuan yang telah graduasi dari Program Keluarga Harapan (PKH) maupun masyarakat yang masuk dalam kelompok kesejahteraan desil 1 hingga desil 5.Ia berharap bantuan tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan keluarga melalui kegiatan usaha produktif.> "Kami berharap bantuan ini menjadi modal untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Penerima manfaat juga diharapkan fokus mengembangkan usahanya sehingga mampu mandiri secara ekonomi," katanya.Budi menambahkan, program ini diperuntukkan bagi masyarakat yang memiliki semangat berwirausaha sehingga diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup tanpa terus bergantung pada bantuan sosial.Di kesempatan yang sama, Kepala Bidang Usaha Ekonomi Desa DPMD Provinsi Jawa Timur, Damin menjelaskan bahwa pelaksanaan Program Jatim Puspa Plus mengacu pada Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 64 Tahun 2013 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 2 Tahun 2026. Pemerintah Provinsi Jawa Timur tetap melakukan pendampingan hingga proses penyaluran bantuan kepada masyarakat.Menurutnya, bantuan Jatim Puspa Plus merupakan bantuan khusus yang pada tahun 2026 mengalami peningkatan nilai dari Rp2,5 juta menjadi Rp 3 juta untuk setiap penerima manfaat.> "Pesan Ibu Gubernur Jawa Timur, setelah menerima bantuan masyarakat diharapkan segera memulai usaha dan membangun jejaring usaha agar dapat saling mendukung ketika menerima pesanan dalam jumlah besar," jelas Damin.Ia menilai kolaborasi antarpelaku UMKM menjadi salah satu kunci agar usaha masyarakat dapat berkembang lebih cepat sekaligus menciptakan pemerataan manfaat ekonomi di tingkat desa."Apabila setiap desa mampu mengembangkan potensi yang dimiliki, maka perekonomian desa akan tumbuh dan kesejahteraan masyarakat pun ikut meningkat," tambahnya.Ditemui secara terpisah, Kepala bidang usaha ekonomi desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur, Damin menjelaskan bahwa pemerintah akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap penerima bantuan, baik melalui pendampingan internal maupun eksternal. Evaluasi tersebut meliputi pemanfaatan bantuan, peningkatan pendapatan usaha, serta tingkat keberhasilan usaha yang dijalankan oleh penerima manfaat.Selain menerima bantuan, masyarakat juga akan memperoleh pendampingan agar mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.Pada tahun 2026, Program Jatim Puspa Plus di Kabupaten Ngawi menyasar tiga desa, yakni Desa Jambangan di Kecamatan Paron, Desa Karangjati, dan Desa Kedungmiri.Bagi masyarakat yang telah mengajukan usulan namun belum memperoleh bantuan pada tahap ini, Damin memastikan usulan tersebut akan diupayakan masuk dalam pembahasan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) Tahun 2026.Melalui Program Jatim Puspa Plus, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap semakin banyak masyarakat yang mampu membangun usaha secara mandiri, menciptakan lapangan kerja baru, serta memperkuat perekonomian desa sebagai fondasi pembangunan daerah (Taufan Rahsobudi/ Lensa Nusantara Ngawi).
Berita

Post Views: 1,689 Ngawi, LENSANUSANTARA.CO.ID — Pemerintah Provinsi…