Lensa Nusantara
Berita Featured

Proyek Jembatan Lingkar Sarang, Realisasi Lelang Turun Jadi Rp 7,7 Miliar

Rembang, LENSANUSANTARA.CO.ID – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTaru) Rembang sudah memastikan kepada pemenang lelang terkait item-item yang akan digunakan dalam proses pembangunan. Pembangunan jembatan lingkar Sarang digelontor Rp 7,7 miliar. Anggaran itu lebih kecil jika dibandingkan dengan pagu senilai Rp 9 miliar.

Dilansir dari website Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), nilai pagu dari proyek Pembangunan Jembatan Temperak Kecamatan Sarang ini memiliki pagu senilai Rp 9 miliar. Untuk Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sekitar Rp 8,929 miliar. Saat ini sudah ada pemenang. Dengan harga Penawaran sekitar Rp 7,7 miliar.

Kepala DPUTaru Rembang Sugiharto menyampaikan, semula pembangunan jembatan dianggarkan Rp 9 miliar. Kemudian, setelah proses lelang, pemenang menawar Rp 7,7 miliar

Hanya saja pihaknya sudah memastikan kepada pemenang lelang terkait pengerjaan proyek ini. Ia sudah mengundang dan meminta pemenang lelang untuk merinci setiap item bahan yang akan digunakan untuk kontruksi. “Bisa ngerjain nggak, sudah saya tanya : ini sudah survei harga?,” katanya.

Sugiharto melanjutkan pemenang lelang sudah menyanggupi akan bisa melaksanakan pekerjaan ini. Sebab, tambah dia, apabila pengerjaan ini tidak sesuai bisa beresiko diputus kontrak.

“Risikonya putus kontrak, black list dua tahun,” imbuhnya.Sabtu (23/1/2021)

Sebelumnya, pembangunan jalan yang membentang di area pesisir desa Sarang Meduro sampai Temperak ini dilaksanakan bertahap. Sekitar pertengahan 2019 lalu jalan sepanjang dua kilometer ini dengan anggaran sekitar Rp 16,3 milyar.

Tahapan pengerjaan memiliki dua tempo waktu. Pada bagian barat dikerjakan 2018. Sementara bagian timur dikerjakan 2019. Saat ini, dua jalur itu masih terputus sungai. Dan belum ada jembatan penghubung.

Jembatan itu rencana akan dibangun pada Februari. Kemungkinan proyek ini bisa rampung sekitar bulan Agustus mendatang. Sebab, pekerjaan ditargetkan selesai 180 hari atau enam bulan. Setelah itu, kemudian masuk masa pemeliharaan enam bulan.(Ag)

Related posts

Melanggar Protkes di Bondowoso, Siap-siap Diangkut Mobil Pemburu

Lensa Nusantara

Mengenal Sejarah Sepudi dari Prasasti Dusun Kowattas Desa Gendang Timur Kec. Gayam Sumenep Jatim

Lensa Nusantara

MOI Launching “MOI INSTITUTE”, Tingkatkan Kompetensi SDM

Lensa Nusantara