Lensa Nusantara
Featured Lampung

Konvergensi Penurunan Stunting Tingkat Lingkungan Kepemerintahan Kabupaten Way Kanan Tahun 2021

Way Kanan, LENSANUSANTARA.CO.ID – konvergensi penurunan stunting 2021 kabupaten Way Kanan, Acara yang dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Way Kanan, Sekretaris daerah Kabupaten Way Kanan, Asisten, Inspektur, Sekretaris Dewan, Kepala Badan, Dinas, Bagian di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Way Kanan.

Ketua BPJS Kabupaten Way Kanan,
Camat se-Kabupaten Way Kanan,
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Way Kanan, Ketua Darma Wanita Persatuan Kabupaten Way Kanan, Ketua Organisasi Profesi Kesehatan, Ketua Forum Anak daerah dan tamu undangan ini diadakan di gedung serbaguna pemerintah daerah kabupaten Way Kanan Selasa, (16/04/2021)

Pada Pertemuan Rembuk Stunting Kegiatan Konvergensi Penurunan Stunting Tingkat Kabupaten Way Kanan Tahun 2021 Bupati Way Kanan H. Raden Adipati Surya, SH. MM menyampaikan bahwa Periode tahun 2020-2024 merupakan tahapan terakhir dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025, sehingga merupakan periode pembangunan jangka menengah yang sangat penting dan strategis.

RPJMN 2020-2024 ini akan memengaruhi pencapaian target pembangunan dalam RPJPN, di mana pendapatan perkapita Indonesia akan mencapai tingkat kesejahteraan setara dengan negara-negara berpenghasilan menengah atas (Upper-Middle Income Country) yang memiliki kondisi infrastruktur, kualitas sumber daya manusia, pelayanan publik, serta kesejahteraan rakyat yang lebih baik.

“,Sesuai dengan RPJPN 2005-2025, sasaran pembangunan jangka menengah 2020-2024 adalah mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan makmur melalui percepatan pembangunan di berbagai bidang dengan menekankan terbangunnya struktur perekonomian yang kokoh berlandaskan keunggulan kompetitif di berbagai bidang yang didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing.
Tatanan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil dan makmur, khususnya dalam bidang kesehatan salah satunya ditandai dengan Status kesehatan dan gizi masyarakat yang semakin meningkat serta proses tumbuh kembang yang optimal, yang ditandai dengan meningkatnya Umur Harapan Hidup UHH dan Healthy Adjusted Life Expectancy HALE”,katanya

“,Selanjutnya penurunan prevalensi wasting dan stunting pada balita merupakan sasaran pokok RPJMN 2020-2024. Prevalensi stunting di Kabupaten Way Kanan telah terjadi penurunan dari 36,07% tahun 2018 (Riskesdas 2018), dan pada tahun 2019 menjadi 27,7% (SSGBI 2019).
Upaya penurunan stunting tidak semata tugas sektor kesehatan karena penyebabnya yang multidimensi, tetapi harus melalui aksi multisektoral. Intervensi spesifik dilakukan oleh sektor kesehatan, sementara intervensi sensitif dilakukan oleh seluruh pemangku kepentingan.
Berdasarkan Keputusan Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Nomor KEP 42/M.PPN/HK/04/2020 Tentang Penetapan Perluasan Kabupaten/Kota Lokasi Fokus Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi tahun 2021 bahwa Kabupaten Way Kanan merupakan salah satu dari 100 kabupaten perluasan lokus stunting.
Penurunan stunting penting dilakukan sedini mungkin untuk menghindari dampak jangka panjang yang merugikan seperti terhambatnya tumbuh kembang anak. Stunting mempengaruhi perkembangan otak sehingga tingkat kecerdasan anak tidak maksimal, hal ini beresiko menurunkan produktivitas saat dewasa.
Stunting juga menjadikan anak rentan penyakit dan beresiko lebih tinggi menderita penyakit kronis di masa dewasanya. Bahkan stunting dan berbagai bentuk masalah gizi diperkirakan berkontribusi pada hilangnya 2-3% Produk Dometik Bruto (PDB) setiap tahunnya.
Penurunan stunting memerlukan intervensi yang terpadu mencakup integrasi gizi spesifik dan gizi sensitif. Penyelenggaran intervensi penurunan stunting terintegrasi merupakan tanggungjawab bersama lintas sektor dan bukan tanggung jawab salah satu institusi saja. Untuk itu diperlukan sebuah tim lintas sektor sebagai Pelaksana Aksi Integrasi”, tutup Bupati menyampaikan dalam sambutannya pada acara pertemuan rembuk stunting tadi pagi

Sedangkan Kabupaten Way Kanan telah menetapkan 39 Kampung sebagai desa lokasi fokus penanganan stunting pada tahun 2021, namun hal tersebut tidak serta-merta daerah yang lain tidak mendapatkan perhatian.(Yudi)

Related posts

GMNI Bantaeng Gelar PPAB, Hadirkan Ketua Bidang Sarinah DPP GMNI

Lensa Nusantara

Bupati Bantaeng Hadiri Penyerahan LKPD Tahun Anggaran 2020

Lensa Nusantara

Asik Pesta Miras 14 Pemuda Terjaring Razia Tim Sabhara Polres Situbondo

Redaksi