Daerah

Dianggap Mengganggu, Warga Meminta Portal Menuju Desa Merden dan Karanganyar Banjarnegara Dicabut

134
×

Dianggap Mengganggu, Warga Meminta Portal Menuju Desa Merden dan Karanganyar Banjarnegara Dicabut

Sebarkan artikel ini
Kabupaten Banjarnegara
Portal yang dipasang saat era Bupati Budi Sharwono, yang dianggap merugikan masyarakat dan pengusaha di Desa Merden dan Karanganyar, Sabtu (7/1/2023), (Foto : Gunawan/Lensa Nusantara)

Banjarnegara, LENSANUSANTARA.CO.ID – Akibat dipasang portal sejak zaman era Bupati Bhudi Sarwono, banyak pengusaha material hingga pasir putih yang berada di Desa Merden hingga Karanganyar mengeluh, karena mobil jenis tronton yang seharusnya bisa masuk untuk mengangkut bahan, kini harus memutar mencari jalan alternatif lainnya.

Akibatnya, setiap pengusaha toko material maupun pasir putih harus mengeluarkan penambahan anggaran dua kali lipat untuk biaya pengangkutan menggunakan truk berjenis tronton.

Example 300x600

Saat menemui salah satu pengusaha pasir putih Daryanto, kepada Lensa Nusantara dirinya mengatakan, merasa sangat keberatan dan terganggu sejak adanya portal yang kurang lebih sekitar tiga tahunan terpasang tersebut, sehingga meminta kepada pemangku jabatan di Kabupaten Banjarnegara, agar portal yang selama ini dirasa tidak menguntungkan masyarakat dan para pengusaha segera di cabut.

BACA JUGA :
Logistik Pemilu 2024 Mulai Disalurkan ke 20 Kecamatan di Banjarnegara, Khusus Kotak dan Bilik Suara dapat Penjagaan Ketat 24 Jam

“Ini sudah zaman merdeka, kenapa harus dipasang portal seperti itu, coba lihat kalau pas ada kendaraan roda empat bersimpangan disitu, agak risih karena terganggu,” ungkapnya, Sabtu (7/1/2023), saat ditemui dirumahnya.

Daryanto juga mengungkapkan, adanya portal yang dipasang pada era Bupati Budi Sarwono tersebut, dalam menjalankan bisnisnya yang sudah sekitar lima tahun berjalan, membuat pengeluaran semakin membengkak, karena dirinya harus menyewa lahan lagi, dan juga biaya angkut yang membengkak.

BACA JUGA :
Didukung 21 Pengurus Cabang, Heling Suhono Calon Kuat Menjadi Ketua PGRI Banjarnegara Periode 2024-2029

“Pengeluaran ya bertambah, dulu tronton bisa langsung masuk, sekarang adanya portal kan tidak bisa sampai lokasi, akhirnya saya menyewa lahan, ditambah biaya angkut kan dua kali kerja, jadi sangat memberatkan,” tambah Daryanto.

Keluhan juga disampaikan salah satu pengusaha toko material yang tidak mau namanya dipublikasi, karena adanya portal, mobil yang mengangkut bahan – bahan matrial ke toko bangunannya, harus memutar ke jalan yang lebih jauh, sehingga dirinya mau tidak mau harus mengeluarkan ongkos tambahan setiap ada barang datang.

BACA JUGA :
Heboh..!! Diduga Berebut Proyek di Banjarnegara, Beredar Pesan Suara Pengancaman Sesama Kontraktor

“Harus memutar lewat Mandiraja, kalau ada kiriman bahan – bahan seperti keramik, semen, atau pasir, kan biasanya pakai tronton kalau seperti semen, kalau ini kan harus mencari jalan lain, tidak bisa lewat Danaraja, akibat adanya portal yang terpasang dipertigaan menuju kesini, padahal itu bukan jalan milik Desa, makanya saya berharap portal bisa dihilangkan, agar akses tidak terganggu,” jelas T.

Adanya permasalahan tersebut, Lensa Nusantara, akan mencoba meminta pihak terkait, sehingga permalasahan yang seolah tidak memihak masyarakat dan para pengusaha tersebut, bisa mendapatkan solusi, sehingga tidak ada yang dirugikan. (GN).