Berita

Sekitar 60 Anggota GOW Banjarnegara Belajar Shibori Khas Jepang

×

Sekitar 60 Anggota GOW Banjarnegara Belajar Shibori Khas Jepang

Sebarkan artikel ini
Ketua Gabungan Organisasi Wanita Banjarnegara
Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Banjarnegara, Sri Rejeki Indarto, sedang memperhatikan pelatihan para peserta yang mengikuti pelatihan pembuatan Shibori, Kamis (20/7/2023). (Foto : Gunawan /LensaNusantara).

Banjarnegara, LENSANUSANTARA.CO.ID – Gabungan Organisasi Wanita atau biasa disebut (GOW) Kabupaten Banjarnegara menggelar pelatihan ‘Shibori’ di Pendopo Dipayuda Adhigraha, Kamis, 20 Juli 2023. Pelatihan yang diikuti sekitar 60 anggota merupakan perwakilan organisasi wanita dari berbagai instansi.

Beberapa keanggotaan, terdiri dari Bhayangkari, Persit Kartika Chandra Kirana, Ikatan Adyaksa Dharma Karini, Dharmayukti Karini, dan Ikatan Istri Anggota Dewan. Dalam Kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banjarnegara sekaligus Penasehat GOW, Lucia Tri Harso.

Example 300x600

Ketua GOW Kabupaten Banjarnegara Sri Rejeki Indarto dalam sambutannya menyampaikan, pelatihan membuat ‘Shibori’ merupakan salah satu program Kerja GOW, khususnya bidang Pendidikan. Kegiatan yang diselenggarakan dengan maksud mempererat hubungan antar anggota.

BACA JUGA :  Nyaleg DPRD Banjarnegara di Dapil Paling Angker, Febi Optimis dengan Visi Misinya

Sri juga berharap kedepan GOW semakin solid untuk bersama-sama berjuang memajukan organisasi, dan peserta mampu menyerap ilmu yang didapat untuk meneruskan kepada anggota lain di organisasinya.

“Marilah kita bersama-sama belajar membuat Shibori. Tentunya ini merupakan suatu hal baru yang sudah dinantikan. Semoga hasilnya memuaskan dan bisa dimanfaatkan untuk Seragam GOW. Syukur nantinya dapat menjadi peluang usaha baru yang bisa dikembangkan,” harap istri Sekda Banjarnegara, Indarto.

Selanjutnya, Sri Rejeki menjelaskan, bahwa Shibori sendiri dikenal sebagai produk tradisional khas Jepang. Proses pembuatan Shibori mirip dengan pembuatan batik. Teknik pembuatan batik Shibori ini lebih mirip lagi dengan batik jumputan atau ikat celup. Ikat celup sendiri adalah teknik mewarnai kain dengan cara mengikat kain dengan cara tertentu sebelum dilakukan pencelupan.

BACA JUGA :  H+5 Arus Balik Lebaran, Ratusan Penumpang Mulai Padati Terminal Mandiraja Banjarnegara

“Shibori ini proses pembuatannya mudah dan cepat, agar menghasilkan shibori bagus, diperlukan beberapa teknik yang perlu dipelajari yaitu melipat, melilit, mengikat dan menjahit. Teknik ini sudah dikenal masyarakat luas, sehingga kami yakin ibu-ibu mudah mempelajarinya,” tambah Sri Rejeki dengan penuh optimis.

Sementara Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banjarnegara sekaligus Penasehat GOW, Lucia Tri Harso menyambut positif kegiatan ini. Dia mengucapkan banyak terima kasih atas inisiatif penyelenggaraan pelatihan tersebut.

BACA JUGA :  Dua Siswa SMK 05 Tabona Tak Ikut Ujian, Ini Penjelasan Kepsek

“Batik Shibori ini lebih simpel dan membuatnya lebih cepat. Semoga tambah semangat membatiknya dan kedepannya bisa menambah perekonomian keluarga,” kata Lucia Tri Harso.

Dhini, salah satu peserta mengaku sangat senang megikuti pelatihan shibori tersebut, menurutnya tidak sekedar menambah ilmu, tapi bisa mendorong ibu-ibu untuk membuka usaha menjadi perajin batik shibori.

“Alhamdulillah kami bisa belajar membatik dengan baik dan bisa menambah wawasan pengetahuan, syukur kedepannya bisa meningkatkan perekonomian keluarga,” pungkasnya. (Gunawan).

**) IIkuti berita terbaru Lensa Nusantara di Google News klik disini dan jangan lupa di follow.