Advertorial

Hiburan Wayang Kulit Meriahkan Sosialisasi Rokok Ilegal di Desa Sumberagung Magetan

×

Hiburan Wayang Kulit Meriahkan Sosialisasi Rokok Ilegal di Desa Sumberagung Magetan

Sebarkan artikel ini
Satpol PP Magetan
Satpol PP Magetan Sosialisasi pencegahan rokok ilegal di Desa Sumberagung. Minggu Malam, 13/8/2023. (Foto: Dicky/Lensa Nusantara)

Magetan, LENSANUSANTARA.CO.ID – Sosialisasi pencegahan peredaran rokok ilegal kembali dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Magetan bersama Bea Cukai Madiun kembali digelar di Desa Sumberagung, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan. Minggu, 13/8/2023

Bupati Magetan, Suprawoto yang membuka langsung kegiatan dialog kegiatan gempur rokok illegal mengatakan, sosialisasi gempur rokok ilegal bertujuan untuk memberikan edukasi terhadap masyarakat agar ikut berperan aktif mencegah peredaran rokok illegal yang merugikan negara.

Example 300x600


“Ini bukan kegiatan sosialisasi merokok, tapi bagi perokok waspada terhadap peredaran rokok illegal. Rokok illegal itu tidak membayar pajak. Pajak dari rokok itu digunakan untuk membantu masyarakat dalam seperti petani tembakau dan membantu dibidang kesehatan. Kalau di Magetan ini sudah ada puskesmas yang dijadikan rumah sakit,” ujarnya.

BACA JUGA :  Ayo Cegah TBC, P2PM Dinkes Magetan Ungkap Penderita TBC Didominasi Balita Stunting

Kepala Kantor Bea Cukai Madiun, Iwan Hermawan yang hadir dalam kegiatan sosialisasi gempur rokok illegal di Desa Sumberagung mengatakan, ciri ciri rokok illegal mudah di ketahui secara kemasan. Paling mudah mengenali rokok illegal adalah dengan tidak adanya pita cukai pada kemasan rokok.

“Ada juga rokok illegal itu dilekati dengan pita cukai tapi palsu, atau rokok yang pita cukainya tidak sesuai dengan ketentuan, dilekati dengan pita cukai bekas, pita cukainya sesuai dengan ketentuan tapi biasanya sudah beberapa kali pakai seperti pita cukai berkerut, sobek ataupun kotor serta dilekati dengan pita cukai yang tidak sesuai peruntukannya,” katanya.

BACA JUGA :  Kopi Pratama, Jadi Tempat Diskusi Buat Masyarakat Magetan

Sementara Kabid Gakda Satpol PP dan Damkar Magetan, Gunendar mengatakan, untuk meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam sosialisasi gempur rokok ilegal, Satpol PP dan Damkar Magetan serta Bea Cukai Madiun selalu melibatkan masyarakat dan pelaku UMKM dan pelaku seni untuk menyemarakkan kegiatan.

Dalam kegiatan sosialisasi gempur rokok ilegal selain menumbuhkan pereknomian masyarakat melalui keterlibatan UMKM juga menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mencegah peredaran rokok illegal karena masyarakat merasakan dampak pembangunan dari kegiatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

“Ini merupakan kegiatan sosialisasi yang ke-14 dan banyak elemen masyarakat yang kita libatkan dalam kegiatan seperti UMKM, seniman, serta masyarakat sekitar kegiatan sosialisasi gempur rokok illegal sehingga dampaknya selain meningkatkan geliat perekonomian juga pemahaman masyarakat semakin meningkat terkait pemahaman pentingnya mencegah peredaran rokok illegal karena anggaran cukai digunakan untuk pembangunan yang bisa dirasakan masyarakat,” ucapnya.

BACA JUGA :  Safari Jum'at Ramadhan 1444 H, Kapolres Magetan Sampaikan Pesan Kamtibmas Kepada Para Jama'ah

Kegiatan sosialisasi gempur rokok illegal di Desa Sumberagung menghadirkan kesenian reog dan wayang kulit yang banyak digemari masyarakat. Keterlibatan seniman di Magetan juga dimaksudkan untuk ikut melestarikan kesenian tradisional. Masyarakat Desa Sumberagung cukup antusias menyaksikan kegiatan sosialisasi pencegahan peredaran rokok ilegal yang digelar. (Dicky)

**) IIkuti berita terbaru Lensa Nusantara di Google News klik disini dan jangan lupa di follow.