Bondowoso, LENSANUSANTARA.CO.ID Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Institut Agama Islam (IAI) Attaqwa Bondowoso sukses menggelar Kuliah Bersama Dosen Tamu. Acara yang berlangsung di aula utama kampus, dihadiri oleh sekitar 250 mahasiswa dan dosen pendamping. Materi disampaikan oleh Mohammad Hairul, seorang praktisi pendidikan dan kepemimpinan yang dikenal dengan pendekatan inspiratif dan aplikatif.
Mohammad Hairul selaku Fasilitator Nasional Program Organisasi Penggerak bertindak selalu dosen tamu memaparkan materi bertajuk “Kepemimpinan Resilien dan Persisten di Era VUCA”. Materi ini dirasa sangat urgent dan relevan dengan tantangan dunia modern.
Pada era VUCA, yang merupakan akronim dari Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity, pemimpin dihadapkan pada berbagai tantangan yang menuntut kemampuan bertahan dan adaptasi. Dalam paparannya, Hairul menegaskan bahwa kepemimpinan resilien adalah kemampuan untuk bangkit dari tekanan, sedangkan persistensi adalah daya juang yang konsisten dalam menghadapi rintangan.
“Pemimpin yang resilien mampu melihat peluang di tengah ketidakpastian. Sementara itu, sikap persisten menjadi kunci untuk memastikan visi dan misi tetap tercapai meski menghadapi berbagai rintangan,” tegas Hairul, yang juga merupakan Kepala SMPN 1 Curahdami, Bondowoso.
Ia juga memberikan sejumlah strategi praktis untuk mengembangkan kedua kualitas tersebut, seperti membangun pola pikir bertumbuh (growth mindset), memperkuat jejaring sosial, serta beradaptasi dengan teknologi sebagai bagian dari perubahan.
Kuliah umum ini berlangsung interaktif, dengan sesi tanya jawab yang membahas berbagai isu, mulai dari kepemimpinan di organisasi mahasiswa hingga tantangan implementasi nilai-nilai resilien dalam lingkungan pendidikan Islam.
Salah seorang peserta, Sittia Yunita, mahasiswa prodi MPI semester 1, mengungkapkan bahwa materi ini sangat membuka wawasan mereka tentang pentingnya pemimpin yang tangguh di era global.
Ketua Program Studi MPI, Abdul Wasik, S.Sos, M.HI, dalam sambutannya mengapresiasi kehadiran Mohammad Hairul sebagai pembicara. “Ini adalah momen berharga bagi mahasiswa MPI untuk memahami bagaimana menjadi pemimpin yang tangguh dan tidak mudah menyerah. Kami berharap materi ini menjadi inspirasi bagi mereka untuk terus berkembang,” tuturnya.
Kegiatan ini ditutup dengan penyerahan cenderamata oleh pihak kampus kepada Mohammad Hairul sebagai bentuk penghargaan atas kontribusinya dalam memberikan wawasan baru kepada sivitas akademika IAI Attaqwa Bondowoso.
Kuliah umum ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa untuk terus mengembangkan potensi kepemimpinan mereka di era yang penuh tantangan.













