Prestasi

Wayang Kattok Bondowoso Hidup Kembali Melalui VR: Karya Mahasiswa Universitas Jember Raih Juara 1 Festival Bahasa Indonesia

1653
×

Wayang Kattok Bondowoso Hidup Kembali Melalui VR: Karya Mahasiswa Universitas Jember Raih Juara 1 Festival Bahasa Indonesia

Sebarkan artikel ini
Wayang Kattok Bondowoso saat Menjadi Juara 1 Festival Bahasa Indonesia di Unesa Surabaya.

Bondowoso, LENSANUSANTARA.CO.ID – Budaya lokal Bondowoso kembali mendapatkan sorotan melalui inovasi teknologi. Naufal Maulana Meidiyanto, mahasiswa Universitas Jember, berhasil meraih Juara 1 Festival Bahasa Indonesia dengan karya esai dan presentasinya yang berjudul “Konstruksi dan Revitalisasi: Visualisasi Wayang Kattok sebagai Media Pembelajaran Literasi Inovatif dengan Teknologi Virtual Reality”. Selasa, 7 Oktober 2025

Festival ini digelar dalam dua tahap, yakni babak penyisihan esai secara online pada 8 September 2025, dan babak final presentasi di Gedung T2, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), UNESA, 4 Oktober 2025.

Example 300x600

Dalam karyanya, Naufal memadukan Wayang Kattok, aset budaya khas Bondowoso, dengan Virtual Reality (VR) untuk menghadirkan media pembelajaran literasi yang inovatif. Menurut Naufal, langkah ini penting agar generasi muda tidak kehilangan kontak dengan budaya lokal di tengah derasnya arus budaya asing.

BACA JUGA :
Pernah Raih Penghargaan Desa Terbaik dari Bupati Bondowoso, Kades Sumber Anom Malah Terjerat Narkoba

“Pengalaman ini sangat berharga. Prosesnya tidak mudah, bahkan sempat membuat saya ingin menyerah. Namun, terus mencoba dan berinovasi adalah kunci. Sangat disayangkan jika Wayang Kattok ditinggalkan generasi muda. Dengan teknologi, saya berharap budaya ini tetap hidup dan diapresiasi masyarakat,” ungkap Naufal.

BACA JUGA :
Cabup Bambang Soekwanto Ternyata Piawai Mainkan Gamelan, Ingin Seni Budaya Ludruk Lestari

Apresiasi dan dukungan juga datang dari Dwi Angga Septianingrum, M.Pd., mentor sekaligus pembina Naufal saat masih menjadi siswa MAN Bondowoso. Ia menyatakan bangga dengan pencapaian Naufal yang mengangkat kearifan budaya lokal.

“Ini sangat keren di tengah maraknya generasi Z yang terpapar budaya asing dan kadang lupa akan budaya sendiri. Saya memang kerap memperkenalkan dan memotivasi adik-adik binaan saya untuk mengangkat budaya lokal menjadi kajian dalam karya tulis mereka,” tuturnya.

Dwi Angga Septianingrum sendiri berkali-kali melakukan kajian mendalam terkait Wayang Kattok Bondowoso yang diikutkan di berbagai event lomba serta terpublikasi dalam beberapa bentuk karya tulis ilmiahnya.

BACA JUGA :
MUI Bondowoso Minta Bupati Keluarkan Perbup Larangan Sound Horeg Party Goyang

“Bahkan kami pernah menampilkan atraksi khusus wayang kattok sebagai sarana promosi dan ajakan gemar membaca saat pemilihan Duta Literasi di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bondowoso tahun 2024”, imbuh Dwi Angga.

Naufal berharap inovasinya dapat diperluas dan diaplikasikan di Kabupaten Bondowoso, serta mendapat dukungan pemerintah agar Wayang Kattok dapat direvitalisasi secara berkelanjutan.
Keberhasilan Naufal menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk menggabungkan kreativitas, teknologi, dan budaya lokal dalam berbagai inovasi pembelajaran.