BeritaPeristiwa

Puluhan Siswa di Bondowoso Keracunan MBG, Diduga dari Susu Kedelai

1523
×

Puluhan Siswa di Bondowoso Keracunan MBG, Diduga dari Susu Kedelai

Sebarkan artikel ini
Puluhan Siswa Siswi saat dirawat di Puskesmas Sumberwringin Bondowoso. Rabu, 3 Desember 2025

Bondowoso, LENSANUSANTARA.CO.ID — Puluhan murid SDN, SMP dan SMK di Rejoagung, Kecamatan Sumberwringin, Bondowoso, mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi susu kedelai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rab.3/12/2025. Dugaan awal menunjukkan susu kedelai menjadi pemicu, meski hasil laboratorium masih menunggu konfirmasi resmi.

Salah satu wali murid, Hosniah, ibu dari siswa kelas 6, Siti Khumairoh, menceritakan detik-detik kepanikan yang dialaminya.

Example 300x600

Ia pertama kali dihubungi oleh guru setempat karena anaknya tiba-tiba merasa sakit dan disarankan segera dibawa ke puskesmas.

BACA JUGA :
Warga Tapen Bondowoso Digegerkan Penemuan Mayat Tanpa Busana

“Guru menelpon saya, bilang Khumairoh mual dan lemas. Mereka menyuruh saya segera membawa anak saya ke puskesmas. Saya kaget sekali, langsung berangkat ke sekolah,” ujar Hosniah.

Sesampainya di sekolah, Hosniah melihat banyak siswa lain mengalami gejala serupa—muntah, pusing, dan tubuh lemas. Suasana sekolah mendadak panik karena beberapa anak harus dievakuasi sekaligus.

BACA JUGA :
Mengenal Klinik Pertanian yang Diresmikan Bupati Bondowoso, Apa Manfaatnya Bagi Petani?

“Banyak anak muntah hampir bersamaan. Ada yang sampai tidak bisa berdiri. Situasinya sangat menegangkan,” tambahnya.

Para siswa segera mendapat penanganan medis di puskesmas, termasuk pemasangan infus bagi yang mengalami dehidrasi akibat muntah berulang.

Meskipun Hosniah tidak mempermasalahkan adanya Makan Program Gratis ini tetapi ia berharap kejadian ini menjadi perhatian serius pemerintah.

BACA JUGA :
Meresahkan Warga Dimalam Hari, Polsek Grujugan Bondowoso Amankan 9 Motor Serta Pelaku

“Program MBG sangat bagus, tapi kualitas dan pengawasan harus diperketat. Kami tidak ingin anak-anak menjadi korban lagi,” tegasnya.

Untuk saat ini tenaga kesehatan menegaskan bahwa kondisi mayoritas siswa mulai stabil, meski masih menjalani observasi dan pihak Puskesmas juga telah mengambil sampel untuk susu kedelai tersebut untuk diuji lebih lanjut