Pendidikan

Rahasia Spiritual Aipda Purnomo, Menolong ODGJ demi Mengejar Terima Kasih dari Tuhan

1361
×

Rahasia Spiritual Aipda Purnomo, Menolong ODGJ demi Mengejar Terima Kasih dari Tuhan

Sebarkan artikel ini
Aipda Purnomo saat Wisuda di Dyandra Convention Center Surabaya pada Minggu, 26 April 2026,

Surabaya, LENSANUSANTARA.CO.ID – Bagi banyak orang, merawat Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang telantar di jalanan adalah pekerjaan yang berat dan berisiko. Namun bagi Aipda Purnomo, mahasiswa Magister Ilmu Hukum Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) yang baru saja merayakan kelulusannya di Dyandra Convention Center Surabaya pada Minggu, 26 April 2026, setiap langkahnya merangkul mereka yang terpinggirkan adalah bentuk “lobi” spiritual kepada Sang Pencipta.

Dikenal luas melalui gerakan “Polisi Belajar Baik,” Purnomo ternyata memiliki amalan sederhana namun konsisten yang menjadi bahan bakarnya dalam menebar kebaikan.

Example 300x600

Kekuatan Al-Fatihah dan Doa dari Surat Al-Mu’minun

Di balik ketulusannya, Purnomo mengungkapkan bahwa ia menjaga ritme spiritualnya melalui amalan yang tak pernah putus. Setiap usai menjalankan salat fardu, ia rutin membaca Surat Al-Fatihah sebanyak 41 kali.

BACA JUGA :
Wisuda 52 Siswa SMP Muhammadiyah 5 Ngawi, Kepala Sekolah : Jangan Lupakan Almamater

Tak hanya itu, ia selalu melangitkan doa khusus yang diambil dari Al-Qur’an, yakni Surat Al-Mu’minun ayat 29: “Rabbi anzilni munzalan mubarakan wa anta khairul munzilin”. Sebuah doa yang memohon agar ditempatkan di tempat yang paling mulia dan diberkati oleh Allah SWT.

“Saya tidak minta apa-apa kepada Gusti Allah, saya hanya minta ditempatkan di tempat yang paling dimulia-kan-Nya,” ujar Purnomo dengan nada rendah hati.

Mengapa Harus ODGJ?

Satu pertanyaan yang sering muncul adalah alasan di balik pilihannya merawat ODGJ. Jawaban Purnomo sangat menyentuh sisi ketuhanan. Ia meyakini bahwa menolong sesama makhluk Allah akan mendatangkan balasan langsung dari Sang Pencipta.

Purnomo memilih ODGJ justru karena mereka sering kali tidak bisa mengucapkan terima kasih. “Orang gangguan jiwa itu kalau kita tolong jarang mau bilang terima kasih. Karena mereka tidak berterima kasih, maka Allah-lah yang pasti akan membalas langsung ucapan itu,” jelasnya. Baginya, berharap balasan dari manusia tidak akan pernah maksimal, namun berharap pada Allah akan membuahkan hasil terbaik.

BACA JUGA :
Hadiri Wisuda MDTA se-Kabupaten Bantaeng, Ilham Azikin Ajak Orang Tua Bekali Anak dengan Akhlak Mulia

Konflik Rumah Tangga: Ujian Keikhlasan yang Nyata

Keikhlasan Purnomo tidak datang secara instan. Ia mengakui bahwa pada awalnya, aksi sosialnya sempat dipicu oleh tuntutan dinas dan keinginan untuk dipuji orang. Namun, seiring berjalannya waktu, ia menyadari bahwa penilaian manusia tidak memberinya ketenangan.

Ujian terberat justru datang dari rumah. Istrinya sempat menolak keras ketika Purnomo mulai membawa ODGJ masuk ke dalam rumah mereka. Sang istri merasa khawatir akan keselamatan keluarga karena karakter ODGJ yang sulit ditebak, apalagi Purnomo sering meninggalkan rumah untuk berdinas di malam hari.

BACA JUGA :
Lulus di Unitomo, Wabup Sidoarjo Mimik Idayana Dapat Bekal Baru untuk Sidoarjo

Namun, konsistensi Purnomo meluluhkan hati sang istri. Kini, situasinya berbalik 180 derajat. Sang istri justru menjadi garda terdepan yang merawat para ODGJ tersebut selama 24 jam penuh saat Purnomo bertugas.

Pesan untuk Generasi Muda

Menutup perbincangan, polisi yang sedang menempuh studi hukum di Unitomo ini menitipkan pesan bagi generasi muda yang ingin mengabdi pada negara. Ia menekankan bahwa kesuksesan tidak melulu soal profesi, melainkan soal kedekatan dengan Tuhan.

“Allah tidak pernah menjamin seseorang sukses hanya karena jadi polisi atau TNI. Tapi siapa yang menjaga salatnya, sedekahnya, dan mau menolong orang lain, Allah pasti akan mencukupi semuanya,” pungkasnya.

Bagi Purnomo, menjadi polisi yang baik adalah bonus, namun menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama adalah tujuan akhir yang mutlak.