Banjarnegara, LENSANUSANTARA.CO.ID – Disaat para pejabat di Kabupaten Banjarnegara, melakukan upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-81 dengan begitu megah, panggung dibalut dengan kemewahan, siapa sangka ada keunikan yang tidak tersorot publik dimana ada warga satu RT di Desa Sijeruk, Kecamatan Banjarmangu melaksanakan kegiatan dengan konsep sederhana dengan pakaian seadanya seperti orang kampung pada umumnya.
Dalam pantauan dilokasi, nampak dengan di ikuti sekitar 50 warga RT 05 RW 01 yang tinggal di dusun serang turi, begitu khidmat mengadakan upacara bendera peringatan Kemerdekaan ke-81 dengan mengambil lokasi di bekas kantor desa lama.
Sebagai Inspektur upacara, Nardi yangl
sekaligus ketua RT dalam amanatnya mengajak seluruh warganya yang hadir untuk mendoakan arwah para pahlawan yang telah gugur di medan pertempuran saat merebut NKRI dari tangan para penjajah.
“Dalam upacara Memperingati HUT RI kan bisa dimana saja, tidak harus mewah maupun berpakaian rapi dengan pernik-pernik kemerdekaan, kenapa kami mengadakan upacara hanya dengan warga kami satu RT, karena kami ingin mencoba untuk menggugah nasionalisme warga masyarakat di pemerintahan paling bawah yaitu tingkat RT, karena apapun alasannya tingkat RT ini bagian paling penting dari birokrasi, namanya upacara kemerdekaan kan bukan harus serba mewah, tapi khidmatnya saat pelaksanaan dan ikhlasnya mendoakan para pahlawan kita yang gugur,” jelas Nardi, Senin, (17/8/2026).
Acara yang digagas oleh para pemuda RT 05/01 dusun serang turi, Sijeruk tersebut, juga nampak para peserta upacara mulai dari anak-anak hingga orang tua, begitu menghayati saat bendera sangat merah putih dikibarkan oleh anak-anak berpakaian SMA, secara serentak mereka menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan penuh penghayatan.
“Mungkin untuk upacara peringatan kemerdekaan di Banjarnegara khusus tingkat RT baru di Sijeruk yang ada, karena bisa disaksikan bersama bersama selama ini upacara identik di sekolah ataupun di instansi hingga Pemerintah, makanya dengan adanya upacara di pemerintahan tingkat bawah ini, semua masyarakat bisa tergugah jiwa patriotik dan kebangsaannya dari tingkat sistem pemerintahan terkecil, karena selama ini seolah hanya menjadi penggembira dalam peringatan HUT kemerdekaan,” ujar Ketua RT Nardi yang kesehariannya bekerja sebagai pedagang salak.
Sementara menurut Ketua Panitia kegiatan Sudiro, yang dikenal sebagai salah satu pedagang sayur menambahkan, para peserta yang ikut dalam upacara peringatan HUT RI ke-81, banyak dari petani dan pedagang hingga pekerja buruh bangunan.
“Upacara peringatan 17 Agustus ini kita laksanakan ingin beda dengan yang lain, meskipun peserta upacara banyak yang pedagang, petani, anak sekolah dan buruh bangunan, saat pelaksanaan tadi pun semua wajib memakai pakaian yang mereka pakai saat aktivitas, ada yang memakai sandal, sepatu boot, hingga ada yang tidak pakai alas kaki, jadi kita memang sangat sederhana sekali upacaranya, karena yang terpenting itukan kebersamaan, keikhlasan dan ketulusan,” kata Sudiro.
Masih kata Sudiro” Dalam peringatan Kemerdekaan tahun ini, kami mengajak masyarakat di RT05/01 dusun serang, Desa Sijeruk khususnya selain mendoakan para pahlawan yang telah gugur, juga mendoakan agar bangsa dan negara ini selalu damai, maju dan sejahtera, meskipun dalam keadaan seperti ini, sekali lagi saya ucapkan Dirgahayu Republik Indonesia ke-81,” tambahnya.
Kegiatan yang melibatkan ibu-ibu PKK tingkat RT itu, terlihat juga beberapa tamu undangan seperti tokoh masyarakat dan sesepuh dusun, dan setelah upacara para peserta langsung diajak makan bersama dengan makanan seadanya. (Gunawan).














