Jember, LENSANUSANTARA.CO.ID – Bupati Jember, Muhammad Fawait, kembali melanjutkan program Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan (Bunga Desaku) dengan menghadiri pertemuan guru ngaji se-Kecamatan Sumberjambe, Senin (29/6/2026).
Gus Fawait mengatakan, program Bunga Desaku menjadi sarana bagi Pemerintah Kabupaten Jember untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
Dihadapan Guru Ngaji Gus Fawait menyampaikan bahwa para pelajar untuk tidak terburu-buru menikah demi menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) yang hingga kini masih menjadi persoalan di Kabupaten Jember.
“Jember masih memiliki angka kematian ibu dan angka kematian bayi yang tinggi di Jawa Timur. Karena itu kami mengingatkan agar tidak terburu-buru menikah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan penjelasan tenaga medis, usia yang paling ideal bagi perempuan untuk hamil dan melahirkan berada pada rentang 21 hingga 35 tahun. Kehamilan di bawah usia tersebut dinilai memiliki risiko yang lebih tinggi bagi ibu maupun bayi.
“Selain memberikan edukasi, Gus Fawait juga memaparkan program Beasiswa Cinta Bergema yang menargetkan 20 ribu pelajar asal Jember. Dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di berbagai daerah di Indonesia,” paparnya.
Menurutnya, program tersebut terbuka bagi berbagai kalangan, termasuk anak guru ngaji dan ketua pengajian. Pendaftaran beasiswa akan diumumkan dalam waktu dekat.
“Tahun 2025 ada lebih dari 7.000 anak Jember yang menerima beasiswa. Tahun ini akan kami lanjutkan dengan jumlah penerima yang lebih banyak,” katanya.
Dalam kunjungan itu, ia menegaskan seluruh warga Jember berhak memperoleh layanan kesehatan, termasuk persalinan gratis melalui program UHC prioritas.
Sementara itu, Direktur RSD Kalisat dr. Nurullah Hidajahningtyas menegaskan bahwa tidak ada perbedaan pelayanan antara pasien yang memanfaatkan layanan UHC Prioritas dengan pasien umum yang membayar secara mandiri.
“Pelayanan diberikan berdasarkan kebutuhan medis pasien setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter. Tidak ada perbedaan kualitas obat antara pasien yang mendapatkan layanan UHC Prioritas maupun pasien berbayar,” tegasnya.














