Banjarnegara, LENSANUSNATARA.CO.ID – Cuaca panas tidak menyurutkan ribuan masyarakat Desa Sijenggung, Kecamatan Banjarmangu, Banjarnegara, untuk mengikuti acara Kirab Budaya bertema ‘Kirab Budaya Tinabuh Gong Jilid 5’. Kegiatan yang sekaligus sebagai ajang launching aplikasi bernama Pawon tersebut, begitu sangat meriah saat para peserta setiap RT wajib menampilkan sebuah yel-yel sebagai bentuk kreatifitasnya.
Selain dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten 1) Sekretariat Daerah Kabupaten Banjarnegara Anang Sutanto, juga hadir Kepala Inspektorat Agung Yusianto, Kadis Disperindagkop dan UKM Adi Cahyono, Dinas Pariwisata, serta jajaran Forkopimcam itu hingga mantan Kades tersebut, acara Kirab Budaya yang dipusatkan di lapangan juga sebagai ajang pengenalan produk lokal Sijenggung, seperti kopi, jenang, selai hingga minuman yang terbuat dari herbal.
Dalam sambutanya, Kepada Suyono mengungkapkan, kegiatan yang penuh dengan keguyuban itu untuk menegaskan bahwa Sijenggung selain menjadi percontohan Anti Korupsi, hingga mewakili ke tingkat Nasional lomba Desa, juga pada 2026 mampu mengenalkan produk unggulan masyarakatnya.
“Pertama saya mohon maaf kepada masyarakat Sijenggung semuanya, kalau membuat repot dalam kegiatan Kirab Budaya ini, terutama Panitia dan khususnya untuk para Kadus, RT, RW yang telah memimpin warga dengan begitu semangat, sehingga launching produk unggulan Desa Sijenggung bisa dilaksanakan semeriah seperti ini, selain itu juga dengan launching Aplikasi Pawon yaitu Pasar Online Warga Sijenggung bisa meningkatkan perekonomian secara bersama-sama,” ungkap Yono kepada lensanusantara.co.id, Senin, (10/8/2026)
Masih kata Kades,” Melalui pasar online Sijenggung, semoga produk warga kami, bisa dikenal dimana-mana dan memudahkan warga kami untuk menjualnya, pembeli juga tidak repot saat memesan tanpa harus ke sini, kami dari jajaran Pemerintah Desa hanya ingin melayani masyarakat dengan baik, dan pesan saya harap masyarakat jaga terus kearifan lokal, karena jabatan Kades saya masih satu tahun lagi, jadi siapapun nantinya yang menjabat Kades di periode mendatang, tradisi seperti ini bisa terus dilaksanakan,” tambahnya.
Sementara menurut Asisten 1 Anang Sutanto yang mewakili Bupati Amalia Desiana berharap, Sijenggung dengan potensi-potensi yang dimilikinya bisa terus maju, sehingga mampu menjadi salah satu Desa yang memberikan kontribusi dan support perekonomian di Banjarnegara.
“Dari desa bangun desa, dengan apa yang sudah dimiliki oleh Desa Sijenggung saat ini, saya harap selalu bisa di tingkatkan, dengan peran aktif Dinas Indakop, semoga dengan aplikasi Pawon yang saat ini dikembangkan oleh Desa Sijenggung mampu meningkatkan UMKM masyarakatnya, jadi saya harap Pak Kades dan masyakarat maju terus, buktikan kalau Desa Sijenggung mampu bersaing dengan Daerah lain,” pesan Anang.
Ditemui usai kegiatan, Kepala Dinas Disperindagkop dan UKM Adi Cahyono menegaskan, Sijenggung saat ini sudah mempunyai modal bmyabg bagus untuk mengenalkan produk unggulan yang dimilikinya selama masyakaratnya selama ini.
“Sijenggung itu sudah komplit modalnya, pertama Desa Anti Korupsi, pedagang jadi tidak akan korupsi, terus masuk Desa Digital yang mampu bersaing di zaman era digital saat ini, jadi tinggal klik saat masarkan produknya, jadi silahkan untuk para pelaku usaha di Sijenggung bisa terus komunikasi dengan kami dan Dinas Pariwisata, akan kami backup masyarakatnya untuk menuju kesuksesan bersama, hari ini awal Sijenggung menuju proses sukses,” tegas Adi.
Usai acara, ribuan masyarakat yang sebelumnya capek dan lelah setelah berjalan kiloan meter hingga rela panas-panasan, langsung dihibur dengan penampilan puluhan penari cilik yang imut dan lucu, dengan membawakan beberapa tarian daerah hingga kuda kepang khas Saliho. (Gunawan)














