Daerah

Ritual Pencukuran Rambut Bajang di DCF 2026 Banjarnegara, 13 Anak Meminta Syarat Unik-unik

1752
×

Ritual Pencukuran Rambut Bajang di DCF 2026 Banjarnegara, 13 Anak Meminta Syarat Unik-unik

Sebarkan artikel ini
Anak berambut bajang sedang di cukur di komplek candi Arjuna Dieng, Sabtu, 29/8/2026. Foto : (Gunawan/Lensa Nusantara).

Banjarnegara, LENSANUSANTARA.CO.ID – Hari kedua DCF tahun 2026 di Kabupaten Banjarnegara, 13 anak mengikuti ritual prosesi pencukuran rambut gimbal (bajang) yang diadakan di Kompleks Candi Arjuna, Dataran Tinggi Dieng Kulon, Kecamatan Batur. Diawali dengan kirab budaya keliling desa, dengan menggunakan andong yang sudah disediakan, anak-anak berambut gimbal terlihat menggunakan baju putih dan jarik batik.

Kirab yang dimulai sekitar pukul 08 WIB dari rumah tetua adat dan berakhir di Candi Arjuna, tersebut juga menjadi daya tarik para wisatawan dari dalam negeri maupun mancanegara yang telah datang sejak Jumat, (28/8) kemarin.

Example 300x600

Meskipun diadakan dihari kedua Dieng Culture Festival, namun tradisi sakral mencukur rambut gimbal justru yang sangat ditunggu-tunggu ribuan masyarakat yang rela berpanas-panasan di komplek Candi Arjuna demi bisa melihat secara langsung dan menjadi saksi acara yang diadakan setiap tahun sekali tersebut.

Salah satunya adalah wisatawan asal Bandung, Jawa Barat, bersama rombongannya, Pujianti mengaku sangat terkesan bisa menyaksikan secara langsung prosesi pemotongan anak berambut gimbal.

“Biasanya kita itu lihat hanya di YouTube atau media sosial, kok penasaran sekali, akhirnya baru tahun ini bisa langsung datang ke Dieng sini untuk menyaksikan acara yang dianggap sakral oleh masyakarat sini, dan tadi juga sempat nanya sama orang sini, apakah memang rambut itu dari lahir sudah gimbal, mereka bilang iya, dan katanya juga rambut itu tidak bisa di luruskan, atau di keriting gitu, ini yang membuat saya penasaran, jadi kesampaian juga bisa ke Dieng,” jelas Pujianti kepada lensanusantara.co.id, Sabtu, (29/8/2026).

BACA JUGA :
Menelan Anggaran Rp 101 Miliar, Komisi V DPR RI Tinjau Pembangunan Insfrastruktur di Kawasan Wisata Dieng Banjarnegara

Dimintai tanggapan terkait rangkaian acara DCF 2026, dirinya mengaku sangat puas dan menganggap kegiatan ini sangat menarik.

“Kalau tidak menarik tidak mungkin kita satu rombongan sampai kesini, dan banyak juga tadi kita lihat wisatawan dari luar negeri yang datang untuk melihat langsung kemeriahan DCF dan prosesi adat tersebut, pokoknya keren sekali,” tambah Pujianti.

Masih kata Pujianti,” Festival budaya di kawasan Dieng memiliki daya tarik tersendiri bagi saya, beda dengan yang lain, tidak hanya pemandangan alamnya yang begitu begitu indah, tapi juga budaya yang ditampilkan, makanya tidak bisa memungkiri acara tahunan ini selalu menyedot perhatian ribuan masyarakat berbagai Daerah kesini,” katanya.

Penasaran dengan permintaan anak-anak berambut gimbal yang dicukur, lensanusantara.co.id mencoba mewawancarai salah satu peserta yang dimana dirinya minta sepasang ayam kalkun dan laptop.

BACA JUGA :
Sejarah, Kejaksaan Negeri Banjarnegara Ungkap Kasus Dugaan Korupsi Senilai 6 Miliar Lebih di BPR BKK Rakit

“Laptopnya buat belajar dan ingin jadi konten kreator, ayamnya buat di pelihara soalnya tidak punya hewan, karena tidak pernah punya ayam kalkun,” ungkap Hafizah Zia asal Desa Mekarsari, Wonosobo.

Beda dengan Zia, permintaan unik juga di sampaikan Herlista Zoya Elmeera, anak asal Desa Sembungan, Kecamatan Sedayu, Wonosobo, dirinya meminta dua ekor ikan hias, dua kilogram daging bebek dan sepeda warna pink.

“Karena tidak pernah punya ikan hias dirumah, dagingnya nanti dibuat makan bareng bapak sama ibu, kalau sepedanya untuk sekolah,” kata Zoya dengan polosnya.

Berikut adalah 13 anak bajang yang akan mengikuti prosesi ruwatan beserta permintaannya :

  1. Anindie Cheryl Shaheenna, Desa Mlandi,
    Kecamatan Kertek, Wonosobo — dua ekor kambing kecil, jantan dan betina.
  2. Andien Checilia Shaquilla, Desa Mlandi, Kecamatan Kertek, Wonosobo — dua ekor kambing kecil, jantan dan betina.
  3. Khanza Azkadina Sarvenaz Mahsana, Gatak Sari, Kecamatan Wonosobo — satu set peralatan makan sebanyak enam buah seperti milik ibunya.
  4. Winda Aulia, Dusun Buntu, Desa Bakal, Kecamatan Batur, Banjarnegara — sepeda listrik warna pink.
  5. Mafaza Nuha Raisa, Desa Pandansari, Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara — sepeda warna ungu untuk digunakan jalan-jalan di Dieng.
  6. Hafizah Zia Almahira (Zia), Desa Mekarsari, Kecamatan Garung, Wonosobo — laptop dan sepasang ayam kalasan.
  7. Aurellia Aisha Ramadhani, Desa Metawana, Kecamatan Pagentan, Banjarnegara — perosotan dan ayunan warna pink.
  8. Umi Fatimatuz Zahro, Desa Deles, Kecamatan Bawang, Batang — sepeda listrik warna pink serta dua ekor ayam hidup, jantan dan betina.
  9. Alvi Zahidatul Vardah, Desa Gembol, Kecamatan Pejawaran, Banjarnegara — selendang kecil dan besar dengan warna bebas kecuali hijau serta HP Redmi Note 14 berkapasitas 8 GB.
  10. Laira Anindya Maryam, Desa Krakal Taman Karangluhur, Kecamatan Kertek, Wonosobo — meminta rambutnya dicukur di Dieng.
  11. Herlista Zoya Elmeera, Desa Sembungan, Kecamatan Sedayu, Wonosobo — dua ekor ikan hias, dua kilogram daging bebek dan sepeda warna pink.
  12. Lilla Chandra Kusuma, Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Banjarnegara — motor trail dan rambutnya dicukur.
  13. Malayeka Rafana Arabella, Desa Bandingan, Kecamatan Sigaluh, Banjarnegara — sepeda listrik warna pink dengan keranjang di bagian depan. (Gunawan).