Ngawi, LENSANUSANTARA.CO.ID — Dalam rangka kegiatan minggu Kliwonan, Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngawi bekerjasama dengan pemuda Karangtaruna Kelurahan Ketanggi.
Acara ini bertepatan dengan kegiatan rutinan kesenian minggu kliwonan oleh pegiat seni dan budaya yang ada di Kabupaten Ngawi terkhusus Reog Ponorogo.
Acara ini dimeriahkan oleh 25 pelaku UMKM dan juga stand bood untuk mengabadikan moment pengunjung selama berbelanja takjil di halaman Kepatihan Kabupaten Ngawi (22/02/2026)
Ditemui secara terpisah, Reza Al Hafid, salahsatu panitia penyelenggara acara Raja Takjil Kepatihan, menyampaikan “Hari ini, masyarakat yang hadir di Kepatihan akan mendapatkan voucher untuk dibelanjakan di stand UMKM yang sudah ada, Adapun jumlah voucher yang dibagikan berjumlah 500”.
“Voucher dibagi, pada pukul 14.00 dan habis pada pukul 16.21, sedangkan acara baru dimulai pada pukul 15.00, ujar Reza Al Hafid”.
“Selanjutnya voucher yang digunakan masyarakat untuk belanja di stand UMKM yang ada, akan ditukarkan kepada panitia penyelenggara, tutup Reza Al Hafid”.
Dalam pantauan wartawan media siber nasional Lensa Nusantara Ngawi di lokasi, terdapat kurang lebih 4-10 UMKM yang dagangannya sudah hampir habis pada pukul 16.00.
Ditemui secara terpisah, Cita Putri Maharani, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngawi, menyampaikan “Raja Takjil ditempatkan di Kepatihan agar masyarakat terbiasa masuk kedalam Kepatihan, karena jika saya melihat fenomena yang terjadi di masyarakat saat ini, masyarakat cenderung merasa berat jika harus mengunjungi tempat bersejarah jika tidak ada keperluan atau tujuan”.
“Para pelaku usaha yang memeriahkan event raja takjil dikhususkan hanya untuk masyarakat sekitar kelurahan ketanggi saja, namun tidak menutup kemungkinan kedepan, akan kita buka untuk masyarakat diluar kelurahan ketanggi, jika ingin meramaikan, ujar Cita Putri Maharani”.
“Kegiatan raja takjil akan rutin diadakan setiap harinya di bulan suci Ramadhan dengan dilengkapi hiburan kesenian dan kebudayaan sebagai daya tarik masyarakat untuk berkunjung ke Kepatihan, imbuh Cita Putri Maharani”.
“Raja Takjil merupakan event perdana di Kepatihan yang dimana saat opening pada hari ini, bertepatan dengan event Minggu Kliwonan, tambahnya”.
“Minggu Kliwonan sendiri sudah diadakan selama 4× dengan didukung hiburan kesenian dan budaya yang berbeda setiap minggunya, untuk hari ini, hiburan dimeriahkan oleh Reog Ponorogo dari Singo Alap-alap dibawah naungan Pak Heri, tambahnya”.
“Terkait dengan revitalisasi Kepatihan, kita akan menggandeng team ahli dari dari provinsi, tutupnya”.
Ditemui secara terpisah, Rita Juniati, pelaku UMKM yang berjualan di event Raja Takjil Kepatihan, menyampaikan “ucapan rasa syukur dan terimakasih kepada pemerintah daerah telah mengadakan event yang bagus seperti ini, karena dengan event seperti ini, bisa menambah pemasukan di bulan suci Ramadhan dan hari raya idul Fitri”.
“Hari ini kita jualan bakso kuah iga, es kopyor dure, es kunir asem, dan es melon, masing-masing 30 pcs, alhamdulilah sebelum jam 17.00 sudah laku lumayan banyak dibandingkan dengan hari-hari biasa saat berjualan diluar event, tambahnya”.
“Melihat antusiasme masyarakat, insya Allah besok kita berencana menambah jumlah stock dagangan yang akan kita jual, tutupnya”. (Taufan Rahsobudi/ Lensa Nusantara Ngawi).














