Pemerintahan

Ketua DPRD Hadiri Rangkaian Peringatan Hari Jadi Grobogan ke – 300 Tahun 2026, Ini Pesan dan Harapannya

985
×

Ketua DPRD Hadiri Rangkaian Peringatan Hari Jadi Grobogan ke – 300 Tahun 2026, Ini Pesan dan Harapannya

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Grobogan Lusia Indah Artani Didampingi Suami Mengikuti Gelaran Kirab Boyong Grobog Dalam Rangka Hari Jadi Grobogan ke - 300 Dengan Mengendarai Dokar ( Delman ) Pada Selasa, 03/03/26. Foto : (Vamberrino/Lensanusantara)

Grobogan, LENSANUSANTARA.CO.ID – Kirab Boyong Grobog dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Grobogan ke – 300 Tahun 2026 digelar pada Selasa, 03 Maret 2026 pukul 09.30 WIB. Kegiatan tersebut berlangsung meriah dengan dihadiri oleh Bupati Grobogan, Wakil Bupati Grobogan, Kapolres Kabupaten Grobogan, Kepala Kejaksaan Kabupaten Grobogan, jajaran Forkopimda, seluruh camat dan lurah se – Kabupaten Grobogan, serta berbagai komponen masyarakat lainnya. Dan dalam pagelaran kirab tahun ini, hadir pula Wakil Menteri Pertanian yaitu Sudaryono yang juga putra asli daerah.

Example 300x600

Ketua DPRD Kabupaten Grobogan, Hj. Lusia Indah Artani, SE, MM turut mengikuti rangkaian kirab dengan didampingi sang suami, Pradana Setyawan atau yang lebih dikenal sebagai Mas Danis yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan ( Disperindag ) Kabupaten Grobogan. Keduanya mengikuti prosesi kirab dengan menaiki dokar ( kereta kuda ) dari Kecamatan Grobogan menuju Pendopo Kabupaten Grobogan.

BACA JUGA :
Rapat Paripurna ke-27, Penetapan Pimpinan dan Keanggotaan Fraksi DPRD Kabupaten Grobogan Digelar Hari Ini

Dalam acara tersebut, panitia juga menyediakan gunungan hasil bumi yang kemudian diperebutkan oleh masyarakat. Gunungan ini menjadi simbol rasa syukur atas melimpahnya hasil pertanian dan kekayaan alam yang dihasilkan masyarakat Kabupaten Grobogan.

Pada kesempatan yang sama, Lusia Indah Artani atau kerap disapa Mbak Lusi ini menyampaikan tanggapan serta harapannya atas terselenggaranya Kirab Boyong Grobog ke-300 Tahun 2026.
“Selamat Hari Jadi ke-300 Kabupaten Grobogan. Tiga abad perjalanan adalah bukti keteguhan, semangat, dan kerja keras seluruh masyarakat Grobogan sejak tahun 1726 hingga hari ini. Momentum bersejarah ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menjaga persatuan, memperkuat gotong royong, dan meningkatkan pengabdian demi kemajuan daerah,” ungkapnya.

BACA JUGA :
DPRD Grobogan Gelar Acara Halal Bihalal Dengan Pemerintah Daerah, Harapkan Adanya Sinergi Yang Baik Antara Legislatif dan Eksekutif

Lebih lanjut, atas nama pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Grobogan, Lusia Indah Artani juga menyampaikan komitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat.
“Atas nama pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Grobogan, kami berkomitmen untuk terus bersinergi membangun Grobogan yang lebih maju, sejahtera, dan berkelanjutan. Dirgahayu ke-300 Kabupaten Grobogan. Bersatu dan berjaya untuk masa depan yang lebih gemilang,” tutupnya.

Sebagai informasi tambahan, Boyong Grobog adalah merupakan tradisi adat yang sarat makna, menggambarkan prosesi pemindahan simbol – simbol kebudayaan sebagai bagian dari perjalanan sejarah Kabupaten Grobogan. Dalam tradisi ini, berbagai benda pusaka, gunungan, dan sesaji diarak secara khidmat sebagai simbol perpindahan pusat pemerintahan yang berawal dari wilayah Kecamatan Grobogan menuju Kecamatan Purwodadi.

Kata “boyong” bermakna memindahkan atau memulihkan benda-benda yang memiliki nilai sejarah, spiritual, dan budaya. Sementara itu, “grobog” merujuk pada peti kayu yang pada masa lampau digunakan sebagai tempat menyimpan keris atau benda pusaka, yang menjadi simbol penjaga nilai dan identitas daerah.

BACA JUGA :
TK Negeri Pembina Kabupaten Grobogan Gelar Bagi Takjil di Bulan Ramadan

Prosesi Boyong Grobog tidak sekadar berarti perpindahan fisik, tetapi juga bermakna sebagai wujud penghormatan terhadap leluhur serta pengingat akan perjalanan panjang pemerintahan dan kebudayaan Kabupaten Grobogan dari awal terbentuk hingga saat ini.

Sebagai bagian dari tradisi, 21 gunungan hasil bumi disiapkan di Alun – Alun Purwodadi. Gunungan ini merupakan simbol kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Grobogan, serta wujud rasa syukur atas limpahan rezeki. Setelah prosesi di pendapa selesai, ratusan warga berbondong-bondong berebut isi gunungan, sebuah ritual yang dipercaya membawa berkah bagi siapa saja yang berhasil mendapatkannya. (Vamberrino)

error: Content is protected !!