Bondowoso, LENSANUSANTARA.CO.ID – Rentetan kerusakan infrastruktur jembatan di Kabupaten Bondowoso kembali menjadi sorotan publik. Setelah Jembatan Sentong ambrol dan sempat viral di media sosial, kondisi serupa kini terjadi di sejumlah titik lain, mulai dari Jembatan Silolembu yang dilaporkan mengalami retak, hingga Jembatan Pekauman yang terdampak longsor pada bagian sayap jembatan.
Terbaru, kerusakan terjadi pada Jembatan Pekauman di Kecamatan Grujugan, yang merupakan salah satu akses vital penghubung jalur Bondowoso–Jember.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran masyarakat, terutama pengguna jalan yang masih trauma dengan peristiwa ambrolnya Jembatan Sentong sebelumnya.
Menanggapi laporan warga, Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Timur melalui pemangku ruas jalan wilayah setempat memastikan langkah penanganan telah dilakukan.
Febri Antoni, pemangku ruas jalan Bina Marga Provinsi Jawa Timur, menyampaikan bahwa saat ini perbaikan sementara tengah dikerjakan guna mencegah kerusakan semakin meluas.
“Kami mohon maaf kepada masyarakat untuk bersabar. Jembatan Pekauman Grujugan saat ini sudah dalam proses penanganan. Kami upayakan semaksimal mungkin agar segera dilakukan perbaikan. Kerusakan ada pada sayap jembatan, insyaallah masih bisa difungsikan,” ujarnya, Rabu (4/3).
Ia menjelaskan, kerusakan di Jembatan Pekauman berbeda dengan kasus Jembatan Sentong yang mengalami kerusakan fatal hingga ambrol.
Pada Jembatan Pekauman, kerusakan hanya terjadi pada bagian pelengkap jembatan atau wing wall (sayap jembatan), sementara struktur utama jembatan dinyatakan masih aman.
“Untuk Jembatan Pekauman, kerusakan hanya pada bagian wing wall. Struktur utama jembatan tidak mengalami kerusakan,” tegasnya.
Sementara itu, kondisi Jembatan Silolembu yang menghubungkan Bondowoso dengan wilayah Besuki, Situbondo, juga dilaporkan mengalami retakan di beberapa bagian.
Hal ini semakin menambah daftar infrastruktur yang perlu mendapat perhatian serius pemerintah provinsi.
Masyarakat berharap pemerintah segera melakukan langkah percepatan perbaikan dan evaluasi menyeluruh terhadap sejumlah jembatan strategis di Bondowoso.
Pasalnya, jalur-jalur tersebut merupakan urat nadi mobilitas warga dan distribusi barang antarwilayah.
Perbaikan cepat dan pengawasan intensif dinilai penting agar kekhawatiran masyarakat tidak terus berlarut, sekaligus mencegah terulangnya insiden ambrol seperti yang terjadi di Jembatan Sentong Sukowiryo.














