Banjarnegara, LENSANUSANTARA.CO.ID – Komitmen mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari narkoba terus diperkuat oleh Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banjarnegara melalui sinergi strategis bersama Aparat Penegak Hukum (APH).
Kegiatan penggeledahan terpadu yang melibatkan Kepolisian, TNI serta BNNK Purbalingga tersebut menjadi langkah nyata dalam menjaga keamanan sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap institusi pemasyarakatan.
Kegiatan yang sekaligus merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62, menjadi momentum bagi jajaran pemasyarakatan untuk semakin memperkuat komitmen dalam menciptakan lingkungan rutan yang aman, tertib, dan bersih dari narkoba.
Dalam pelaksanaan kegiatan, petugas melakukan penggeledahan secara menyeluruh dengan menyasar seluruh kamar hunian tanpa terkecuali, termasuk blok wanita.
Dimulai dari kamar hunian 1 dan 2 yang merupakan blok wanita, hingga kamar hunian 21 yang mencakup seluruh blok di dalam rutan. Kegiatan ini juga berlangsung di tengah jumlah warga binaan yang saat ini tercatat sebanyak 143 orang.
Menurut Kepala Rutan Banjarnegara, Dodik Harmono, menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada aspek pengamanan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa Rutan Banjarnegara berkomitmen penuh dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba. Kami juga membuka ruang sinergi seluas-luasnya bersama APH sebagai bentuk penguatan pengawasan serta peningkatan integritas petugas,” tegas Kalapas Dodik, Selasa, (7/4/2006).
Penggeledahan yang dilaksanakan secara sistematis, profesional dan humanis itu, terlihat tetap mengedepankan prinsip penghormatan terhadap hak asasi manusia. Setiap sudut kamar diperiksa secara detail, termasuk barang-barang pribadi warga binaan, guna memastikan tidak adanya barang terlarang seperti narkotika maupun alat komunikasi ilegal yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban di dalam rutan.
Tak hanya itu, sebagai bentuk deteksi dini dan pencegahan berkelanjutan, kegiatan turut dilengkapi dengan pelaksanaan tes urin kepada warga binaan. Langkah ini menjadi bagian penting dalam memutus mata rantai penyalahgunaan narkoba sekaligus memperkuat komitmen Rutan Banjarnegara dalam mendukung program nasional pemberantasan narkotika.
Kepala Rutan juga menambahkan bahwa sinergi lintas instansi menjadi kunci utama dalam menciptakan sistem pemasyarakatan yang kuat dan terpercaya. Oleh karena itu, kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan sebagai langkah preventif dan deteksi dini terhadap potensi pelanggaran.
” Kegiatan ini mencerminkan bahwa Rutan Banjarnegara tidak hanya berfokus pada pembinaan warga binaan, tetapi juga aktif menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga keamanan dan ketertiban melalui langkah-langkah konkret di lapangan. Keterlibatan berbagai unsur APH menunjukkan adanya kolaborasi yang solid, sekaligus menjadi pesan kuat bahwa pemberantasan narkoba merupakan tanggung jawab bersama,” tambah Dodik.
Melalui pelaksanaan kegiatan tersebut, diharapkan sinergi antar instansi dan Aparat Penegak Hukum semakin erat dan berkesinambungan. Dengan kolaborasi yang kokoh serta komitmen yang sama, upaya pemberantasan narkoba di lingkungan pemasyarakatan diharapkan dapat berjalan lebih optimal, sehingga terwujud rutan yang benar-benar bersih dari narkoba, aman, dan mendukung proses pembinaan warga binaan secara maksimal. (Gunawan).














