Jember, LENSANUSANTARA.CO.ID — Sejumlah indikator utama pembangunan di Kabupaten Jember menunjukkan tren positif. Hal itu terungkap dalam diskusi bertajuk “Gus Bupati Menjawab Dampak Nyata Program Kerja” yang memaparkan capaian kinerja ekonomi daerah secara terbuka, Sabtu (11/4/2026).
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jember, Peni Dwi Wahyu Winarsi, menyampaikan bahwa terjadi peningkatan signifikan di berbagai sektor, salah satunya transportasi udara.
“Pada Februari hingga Maret terjadi peningkatan penumpang berangkat sebesar 151,49 persen, sementara penumpang datang meningkat 178 persen. Pergerakan pesawat juga naik 179 persen dan aktivitas bongkar muat meningkat hingga 277 persen,” ujarnya Jum’at (10/4/2026) malam.
Menurut dia, lonjakan tersebut menunjukkan masyarakat semakin memanfaatkan layanan penerbangan. Ia juga mendorong peningkatan kualitas layanan, termasuk jenis pesawat, guna menunjang kenyamanan penumpang.
Selain sektor transportasi, indikator ketenagakerjaan dan kemiskinan juga mengalami perbaikan. Berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Jember turun dari 3,23 persen pada 2024 menjadi 3,07 persen pada 2025.
Sementara itu, angka kemiskinan juga menurun dari 9,01 persen pada 2024 menjadi 8,16 persen pada 2025. Pendapatan per kapita masyarakat pun disebut mengalami peningkatan signifikan.
Bupati Jember, Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait, menegaskan bahwa capaian tersebut didasarkan pada data resmi, bukan hasil survei independen.
“Ini bukan survei, ini data dari BPS dan Bank Indonesia yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah,” kata Fawait.
Ia menyebutkan, pertumbuhan ekonomi Jember pada 2025 menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir. Selain itu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga mengalami kenaikan sebesar 36 persen, yang disebut sebagai pertumbuhan tertinggi di Jawa Timur.
Menurut Fawait, jika pertumbuhan ekonomi dan peningkatan PAD digabungkan, maka kinerja perekonomian Jember menjadi yang terbaik di wilayah Tapal Kuda.
“Ciri daerah maju tidak hanya dilihat dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kekuatan PAD. Ketika keduanya meningkat, maka performa ekonomi daerah bisa dikatakan kuat,” ujarnya.
Ia menambahkan, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen di Jember. Berbagai program daerah, seperti kegiatan “Bunga Desaku” dan “Gus’e Menyapa”, juga dinilai turut mendorong peningkatan aktivitas ekonomi dan kunjungan wisatawan.
Gus Fawait mencontohkan meningkatnya jumlah wisatawan ke destinasi termasuk keberhasilan Jember menyatukan seperti Pantai Papuma dan Watu Ulo sebagai salah satu indikator pergerakan ekonomi daerah.
“Ini bukan untuk berbangga diri, tetapi untuk memberikan energi positif, bahwa Jember kepada masyarakat di luar Jember untuk melihat Jember. Ternyata Jember hari sudah on the track artinya singa yang mengamali tidur, hari ini kembali bangun dan memastikan bahwa kita siap membawa perubahan,” kata dia.














