Banjarnegara, LENSANUSANTARA.CO.ID – Proyek pemeliharaan ruas jalan milik Kabupaten yang menghubungkan Desa Kertayasa – Simbang, Kecamatan Mandiraja, Banjarnegara, dengan anggaran Rp 382.688.800 menuai sorotan publik, karena kualitas pengerjaan aspal yang hanya ambal sulam dianggap buruk.
Meskipun ada juga dua titik yang di aspal penuh yang berada di perbatasan Kertayasa-Simbang, namun hasil investigasi media lensanusantara.co.id dilapangan dengan ditemani beberapa warga, terlihat ratusan titik yang tambal sulam diduga di kerjakan asal-asalan, dan terlihat ada juga yang tidak merakat ke bangunan yang lama, karena tipis.
“Padahal kemarin saya tanya konsultannya, yang pertigaan sini ke selatan mau di full aspal sekitar 50 meter, tapi ternyata cuma kayak gini, cuma di Prank, padahal saya dah cerita ke beberapa warga sini, untuk jalan masuk gang akan di aspal penuh, ini aja tambal sulamnya cuma kayak gini, sudah yang cembung dilewati mobil langsung agak turun,” ungkap salah satu warga berinisial ES, saat menemani wartawan di lapangan, Jumat, (5/6/2026).
Warga ES juga menganggap, proyek tambal sulam yang melewati dua RT di RW 5 tersebut sangat tidak sesuai dengan anggaran yang digelontorkan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan masyarakat.
“Masak anggaran hampir Rp 400 juta cuma seperti ini, yang di aspal penuh ada dua titik di jalan RT8/5 Desa Kertayasa dan di Simbang sebelah lapangan, itupun jaraknya paling berapa, dan coba cek kualitasnya, menurut saya tipis banget, pokoknya kalau dibilang sesuai dengan anggaran segitu, saya mewakili warga sini sangat kecewa dan tidak puas pokoknya dengan pembangunannya, saya ini aja agak malu sama warga, karena sudah bilang ke mereka yang masalah mau di aspal penuh sepanjang 50 meter, ternyata tidak jadi,” tambah ES.
Tidak hanya ES, kekecewaan juga di ungkapkan warga lainnya di RT 06/5 RY, menurutnya selain dianggap kurang layaknya tambal sulam yang di kerjakan oleh CV Semesta Berpihak selaku pemenang tender tersebut, dirinya menyesalkan satu titik yang ada di jembatan.
“Sebelah jembatan yang mas wartawan lihat tadi kan kelihatan jelas itu, tambal sulamnya cuma kayak gitu, terlalu jeglong tidak rata dengan jembatan, itu sama saja tidak ditambal, dikira kemarin itu tambalan aspalnya bisa di sejajarkan dengan jembatan, ternyata cuma sedikit kayak gitu, percuma ditambal kalau seperti itu masih jeglong juga, cuma buat pantas-pantas saja bagi saya agar terlihat ditambal,” sesal RY.
Dalam penyisiran lensanusantara.co.id, saat meninjau langsung proyek yang dibangun menggunakan anggaran APBD Kabupaten Banjarnegara dengan pengawas dari CV Dominan Konsultan dari ujung Desa Kertayasa ke Simbang, jika melihat proyek tambal sulam, banyak yang kurang rapi, jika dibandingkan dengan anggaran yang cukup fantastis tersebut.
“Saya harap ada pemeriksaan kesini dari Dinas terkait, biar bisa melihat langsung proyeknya seperti apa, itu harapan saya mewakili masyarakat sini, karena kan ini uang rakyat, kami juga berhak mengawasi,” tegas RY
Hingga berita ini dipublikasikan, wartawan belum bisa melakukan konfirmasi ke CV Semesta Berpihak, karena didalam papan proyek yang terpampang di lokasi tidak ada nomor telfon maupun watshap yang bisa dihubung, namun media lensanusantara.co.id akan membuka ruang untuk klarifikasi terbuka ataupun hak jawab dari pihak-pihak terkait. (Gunawan).














