Daerah

Gandeng GNPK RI, Inspektorat Banjarnegara Perkuat Integritas Kegiatan Anti Korupsi Sejak Dini

1998
×

Gandeng GNPK RI, Inspektorat Banjarnegara Perkuat Integritas Kegiatan Anti Korupsi Sejak Dini

Sebarkan artikel ini
Kepala Inspektorat, beserta tamu undangan lainnya foto bersama siswa dan guru usai kegiatan TKBSI. Kamis, 23/7/2026. Foto : (Gunawan/Lensa Nusantara).

Banjarnegara, LENSANUSANTARA.CO.ID – Dalam upaya untuk membangun budaya jujur sejak dini, Inspektorat Banjarnegara bersama Dinas Pendidikan, Olahraga dan Kebudayaan (Dindikpora) dengan menggandeng Ormas GNPK RI selaku narasumber, mengadakan kegiatan Tata Kelola Sekolah Berintegritas (TKBSI) di SMPN 1 Mandiraja.

Kegiatan TKBSI yang digelar oleh Inspektorat Banjarnegara di gedung SMPN 1 Mandiraja tersebut bertujuan menanamkan nilai integritas kepada pelajar, agar menjadi penerus bangsa yang jujur demi menciptakan generasi bangsa yang hebat di masa depan.

Example 300x600

Program yang dikuti seluruh siswa kelas IX tersebut juga menjadi bagian dari strategi dalam pencegahan korupsi melalui pembentukan karakter sejak usia dini, dengan memberikan pemahaman mengenai pentingnya kejujuran, tanggung jawab, disiplin, serta integritas sebagai bekal menghadapi kehidupan masa depan mereka sendiri.

Kegiatan yang juga dihadiri Kepala Sekolah SMPN 1 Mandiraja Bambang Kuseno, Koordinator Pendikan Wilayah Kecamatan (Korwilcam) serta seluruh jajaran dewan guru dipandu langsung Kepala inspektorat Banjarnegara Agung Yusianto dengan didampingi Kepala Dindikpora Yusuf Agung Prabowo dan Kepala Bidang Pengawasan Internal PD GNPK RI Rahmat Hidayat Nilam

Kegiatan penguatan integritas kepada peserta didik yang bertajuk Banjarnegara Muda “berani jujur, hebat masa depan” tersebut, sebagai langkah nyata internalisasi nilai-nilai antikorupsi secara sistematis dan berkelanjutan terutama di lingkungan sekolah.

BACA JUGA :
‎Launching Kick Off Tata Kelola Sekolah Berintegritas di Banjarnegara, Dua Sekolah Menjadi Percontohan

Kepada lensanusantara.co.id, Kepala SMP Negeri 1 Mandiraja, Bambang Kuseno memberikan apresiasi atas kepercayaan dengan ditunjuknya sekolahnya sebagai salah satu pilot project Sekolah Berintegritas di Kabupaten Banjarnegara bersama SD Negeri 1 Mandiraja di tingkat dasar.

“Pembentukan budaya integritas bukanlah kegiatan instan, melainkan proses berkelanjutan, sehingga kegiatan TKBSI hari ini menjadi momen penting penguatan internalisasi bagi anak-anak kami khususnya kelas 9, sehingga setelah lulus, mereka membawa karakter berintegritas ke jenjang sekolah berikutnya dan mampu mengibaskan kepada rekan-rekan dari sekolah lain,” ujar Bambang, Kamis, (23/7/2026).

Bambang juga menyatakan, dalam satu tahun terakhir sekolah SMPN 1 Mandiraja fokus menekankan tiga nilai inti yaitu jujur, bertanggung jawab, dan disiplin, yang diyakini menjadi pilar utama pembentukan karakter siswa yang kuat, salah satunya adalah meluncurkan berbagai terobosan inovatif diantaranya Aplikasi “SIMANJA” atau Sistem informasi manajemen kehadiran berbasis aplikasi digital.

“Melalui Simanja, siswa dan orang tua dapat memantau tingkat kedisiplinan dan poin kehadiran secara transparan, sehingga membangun kesadaran diri sejak berangkat sekolah,” tambah Bambang.

BACA JUGA :
Tembus Celah Badan Independen Pemerintah Federal AS, Dua Hacker Muda Asal Banjarnegara Dapat Penghargaan dari NASA

Menurut Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Banjarnegara, Yusuf Agung Prabowo, kegiatan TKBSI adalah bentuk penanaman karakter antikorupsi di tingkat sekolah memiliki dasar hukum yang jelas.

“Inspektorat dan Dikpora berkolaborasi erat untuk menegakkan nilai karakter antikorupsi di jajaran sekolah dasar dan menengah, melalui kegiatan ini, siswa diajak mempraktikkan langsung kejujuran, kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, serta keberanian berbuat baik, seperti kata para pendiri bangsa, kejujuran adalah kunci utama menjaga keberlangsungan masa depan bangsa,” jelas Yusuf.

Ditemui usai kegiatan, Inspektur Kabupaten Banjarnegara, Agung Yusianto mengatakan, pentingnya metode penyampaian yang adaptif dan alami dalam menanamkan nilai integritas kepada pelajar. Dirinya juga menegaskan bahwa konsep Sekolah Berintegritas tidak hanya menyasar siswa, melainkan seluruh stakeholder sekolah- mulai dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, komite sekolah, hingga orang tua

“Kami menanamkan integritas secara berproses dan alami. Pendekatannya bukan menggurui atau sekadar mengajarkan teori, melainkan melalui pendekatan yang komunikatif seperti bergaul dan berdialog interaktif. Siswa diajak memahami secara faktual mengapa mencontek atau membully itu tindakan yang tidak benar. Setelah tahap pilot project di SDN 1 Mandiraja dan SMPN 1 Mandiraja selesai, kami bersama Dinkpora akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk merencanakan perluasan program Sekolah Berintegritas ke seluruh Korwil maupun SKPD di Kabupaten Banjarnegara,” tegas Agung.

BACA JUGA :
Peringati Harganas ke-30, Pemkab Banjarnegara Beri Penghargaan Bagi Para Juara dan Kader Keluarga Terbaik

Ditunjuk sebagai salah satu narasumber dalam kegiatan TKBSI, Bidang Pengawas Internal Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia Banjarnegara, Rahman Hidayat Nilam yang mewakili Ketua GNPK RI mengingatkan, penguatan integritas serta budaya antikorupsi di lingkungan satuan pendidikan sejak dini sebagai kewajiban.

Menurutnya, hal tersebut memerlukan pemahaman komprehensif, terutama terkait keberanian menyampaikan masukan secara konstruktif demi mencegah potensi penyimpangan sejak dini.

“Keberanian untuk bersuara bukanlah tindakan mencari masalah, melainkan wujud nyata kepedulian bersama,” ujar Nilam.

Meski demikian, Nilam berharap agar setiap laporan atau masukan disampaikan secara bertanggung jawab, beretika, dan didukung oleh data, informasi, bukti serta saksi yang valid. Langkah ini dinilai krusial termasuk dalam pencegahan perundungan agar proses penyelesaiannya berjalan objektif tanpa merugikan pihak manapun. (Gunawan).