Jember, LENSANUSANTARA.CO.ID – Bupati Jember Muhammad Fawait turun langsung memberikan pelayanan kesehatan melalui program Homecare kepada warga lanjut usia (lansia) di Kecamatan Puger, Minggu (16/8/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Gus Fawait melihat langsung kondisi lansia yang memiliki keterbatasan untuk mengakses fasilitas kesehatan. Menurutnya bahwa pelayanan homecare tentu ini semakin jelas.
“Masih banyak masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Tidak hanya mereka yang punya kendala untuk datang ke puskesmas atau rumah sakit. Tadi ada lansia yang tinggal sendiri dan memiliki keterbatasan,” ujar Gus Fawait.
Kami akan terus berikhtiar untuk memastikan bahwa mereka tidak menanggung sakitnya sendirian. Pemerintah dan negara harus hadir, kita bantu baik kesehatannya, termasuk rumahnya sesuai dengan program Pak Presiden untuk melakukan bedah rumah.
“Pelaksanaan Homecare akan terus dievaluasi. Di setiap kecamatan, program tersebut akan dipandu oleh kepala puskesmas, camat, serta organisasi perangkat daerah (OPD) yang ditugaskan sebagai penanggung jawab dan pengawal program,” menurutnya.
“Kesehatan yang gratis sudah, ternyata masih ada beberapa pihak yang tidak bisa mengakses karena keterbatasan fisik dan ekonomi,” ucapnya.
Gus Fawait menyebut sasaran Homecare mencakup masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus, seperti lansia, ibu hamil risiko tinggi, anak stunting, penyandang disabilitas, serta masyarakat yang mengalami sakit berkepanjangan dan tidak mampu.
“Ia juga mengapresiasi keterlibatan camat, Kapolsek, kepala puskesmas, dan kepala desa dalam pelaksanaan program tersebut. Kemerdekaan itu tidak hanya merdeka dari penjajah, tetapi merdeka untuk memenuhi kebutuhan dasar, yaitu kesehatan,” kata Gus Fawait.
Ia menambahkan, OPD memiliki tugas memastikan pelayanan Homecare berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP), termasuk memastikan penerima layanan sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.
“Bukan cuma tugas nakes saja, tapi tugas kita bersama,” imbuhnya.
Gus Fawait menjelaskan, pendataan tahap pertama telah rampung dengan sasaran uji coba sebanyak 25.000 keluarga. Program tersebut akan diberikan secara rutin setiap bulan dan cakupannya akan ditingkatkan apabila pelaksanaan tahap awal berjalan optimal.
“Periode awal 25.000 akan kita rutin setiap bulan. Setelah berjalan dengan baik, kita akan tambah dan tingkatkan. Targetnya seluruh masyarakat yang tidak mampu khususnya akan mendapatkan akses pelayanan Homecare,” ungkapnya.
Ia menyebut filosofi Homecare adalah menghadirkan konsep “dokter pribadi” bagi keluarga yang tidak mampu. Dari 25.000 keluarga yang telah ditetapkan, penerima manfaat akan mendapatkan pelayanan kesehatan setiap bulan.
Homecare masih program baru, masih perlu ada perbaikan. Bukan cuma Dinkes, tetapi kita mensinergikan Dinkes, Dinsos karena berkaitan dengan kemiskinan, hingga Dispendukcapil karena ada beberapa KK ternyata tidak punya adminduk.
“Selain itu, Pemkab Jember juga melibatkan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) untuk melakukan survei langsung terhadap rumah warga penerima layanan yang diketahui tidak layak huni,” paparnya.














