Daerah

BPBD Kukar Tingkatkan Kewaspadaan Karhutla, Sejumlah Wilayah Mulai Terpantau Titik Panas

0
×

BPBD Kukar Tingkatkan Kewaspadaan Karhutla, Sejumlah Wilayah Mulai Terpantau Titik Panas

Sebarkan artikel ini

KUKAR – LENSANUSANTARA.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Kartanegara (Kukar) meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring memasuki musim kemarau. Sejumlah titik panas mulai terpantau di beberapa wilayah dan menjadi perhatian untuk segera diantisipasi agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
Sekretaris BPBD Kukar, Aspianur Sandi, mengatakan salah satu wilayah yang telah terpantau adanya titik panas berada di Desa Kupang Baru, Kecamatan Muara Kaman. Pemantauan tersebut telah dilakukan sejak 5 Agustus 2026.

“Di Muara Kaman, khususnya Desa Kupang Baru, sudah terlihat titiknya sejak tanggal 5. Kemudian tanggal 6 sudah ada titik merah. Artinya, sudah terjadi kebakaran hutan,” kata Aspianur, Jumat (14/8/2026).

Example 300x600

Menurut Aspianur, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, sekitar 80 persen kejadian kebakaran disebabkan oleh aktivitas manusia. Kondisi tersebut membuat masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, khususnya ketika melakukan aktivitas pembukaan lahan pada musim kemarau.

BPBD Kukar kini memperkuat penanganan karhutla melalui sinergi lintas sektor. Penanganan melibatkan TNI, Polri, Manggala Agni, relawan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP), pemerintah kecamatan hingga perusahaan yang berada di sekitar lokasi kebakaran.

BACA JUGA :
Seorang Lansia di Bogor Hilang Terbawa Arus Sungai Cigede

Aspianur menegaskan, penanganan karhutla tidak dapat dilakukan hanya oleh satu instansi. Menurutnya, luas wilayah Kukar membutuhkan kekuatan bersama melalui konsep “super team”.

“Kami bukan superman, tetapi super team. Penanganan ini harus dilakukan bersama-sama karena wilayah yang ditangani cukup luas,” ujarnya.

Untuk kawasan Tahura Bukit Soeharto, BPBD Kukar juga mendapat dukungan dari KPHP Provinsi Kalimantan Timur, khususnya wilayah Muara Jawa dan Samboja. Penanganan dilakukan secara bersama dengan melibatkan unsur TNI dan Polri.

Sementara itu, untuk karhutla di Desa Kupang Baru, Kecamatan Muara Kaman, BPBD Kukar mulai melakukan koordinasi dengan pihak perusahaan guna mendukung operasi pemadaman. Faktor akses menjadi salah satu kendala utama karena lokasi kebakaran cukup jauh dan membutuhkan perjalanan darat yang kemudian dilanjutkan menggunakan perahu kecil.

“Untuk masuk ke lokasi itu sekitar tiga jam perjalanan, kemudian masih harus menggunakan perahu kecil sekitar dua jam. Karena itu, kami membutuhkan dukungan dari berbagai pihak,” jelasnya.

Hingga saat ini, sejumlah wilayah menjadi perhatian BPBD Kukar karena berpotensi mengalami karhutla. Di antaranya Kayu Merah, Samboja, Tahura Bukit Soeharto, Muara Jawa, Sanga-Sanga, Muara Muntai dan Muara Kaman.
Selain ancaman karhutla, BPBD Kukar juga mulai memantau dampak kekeringan di sejumlah wilayah. Salah satu kawasan yang telah masuk dalam pemantauan adalah Kecamatan Marangkayu, yang mulai menghadapi kondisi kekeringan.

BACA JUGA :
BPBD Jember Siapkan Enam Sumber Air dan Empat Truk Tangki Hadapi Ancaman Kekeringan

BPBD Kukar juga tengah mengkaji kemungkinan peningkatan status kewaspadaan menghadapi potensi karhutla. Pemantauan terhadap titik panas terus dilakukan sebagai dasar dalam menentukan langkah penanganan berikutnya.
“Kami terus mengkaji dan memantau titik panas. Kalau memang diperlukan, status siaga kemungkinan akan ditetapkan dalam satu hingga dua minggu ke depan,” katanya.

Sebagai langkah pencegahan, BPBD Kukar telah mengimbau pemerintah desa dan tokoh masyarakat untuk memperkuat sosialisasi mengenai larangan pembakaran lahan secara sembarangan.

Masyarakat yang melakukan pembukaan lahan juga diminta menghindari metode pembakaran. Jika pembakaran tidak dapat dihindari, prosesnya harus dilakukan dengan pengamanan ketat, termasuk membuat sekat bakar untuk mencegah api merambat ke lahan maupun kawasan hutan di sekitarnya.

BACA JUGA :
Dugaan Koordinator Pemasok Miras di KM 24, Satpol PP Kukar Siap Bertindak Tegas

Aspianur menegaskan, penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan. BPBD Kukar terus memperkuat pola pentahelix dengan melibatkan unsur pemerintah, TNI-Polri, masyarakat, dunia usaha serta pihak yang memiliki kewenangan terhadap kawasan hutan.

Dukungan perusahaan, lanjutnya, juga memiliki peran penting, terutama dalam membantu mobilisasi personel dan peralatan menuju lokasi kebakaran yang sulit dijangkau.
“Kami menginginkan seluruh stakeholder terlibat. Kalau ada kekurangan kendaraan atau sarana untuk membawa personel ke lokasi, perusahaan juga siap membantu,” ungkapnya.

Kecamatan Muara Kaman Keluarkan Peringatan Dini
Sementara itu, Camat Muara Kaman, Nadi Baswan, mengatakan pihak kecamatan telah mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat terkait potensi karhutla. Langkah tersebut dilakukan karena wilayah Muara Kaman mulai memasuki musim kemarau dengan kondisi cuaca yang semakin kering.

Ia mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah maupun rumput secara sembarangan. Kondisi cuaca kering dinilai dapat membuat api dengan cepat menjalar dan sulit dikendalikan.

“Kami sudah memberikan peringatan dini kepada masyarakat agar tidak membakar sampah atau rumput sembarangan, terutama saat kondisi cuaca mulai kering seperti sekarang,” pungkasnya.(Haerul)