Jember, LENSANUSANTARA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) resmi menggelar agenda tahunan Jember Job Fair pada Kamis di Gedung Serbaguna Kaliwates (27/8/2026).
Kepala Disnaker Jember Hadi Mulyono mengatakan pelaksanaan Jember Job Fair merupakan salah satu agenda yang sebelumnya disampaikan Bupati Jember Muhammad Fawait saat berada di SMP Negeri 1 Jember dalam program Wadul Gus’e.
“Agenda di bulan Agustus sebagaimana yang disampaikan Gus Bupati Jember saat program Gus’e Menyapa, salah satunya adalah event Jember Job Fair. Sesuai schedule, tanggal 27 Agustus tepat dilaksanakan Jember Job Fair,” ujar Hadi.
Jumlah pencari kerja yang terdaftar mencapai lebih dari 4.800 orang hampir dua kali lipat dibanding tahun lalu. Begitu juga dengan jumlah perusahaan yang berpartisipasi, total ada 59 perusahaan. Sebanyak 50 perusahaan membuka booth secara langsung di lokasi, sedangkan 9 perusahaan secara online.
”Untuk mengantisipasi membludaknya peserta, pihak penyelenggara menerapkan sistem pendaftaran (online dan onsite). Kendati demikian, terdapat dua perusahaan yakni PT Matahari dan PT Indomarco Prismatama (Indomaret) yang mewajibkan pelamar hadir secara fisik karena langsung menggelar sesi wawancara (interview) di tempat pada hari yang sama,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Kadisnaker juga membeberkan data terkait Tingkat Pengangguran Terbuka di Kabupaten Jember yang mencatatkan tren positif. Berdasarkan rilis terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), angka pengangguran di Jember berada di level 3,06%.
”Angka 3,06% ini lebih rendah jika dibandingkan dengan rata-rata tingkat pengangguran nasional maupun Provinsi Jawa Timur. Meskipun menurun, karena jumlah penduduk Jember cukup besar,” jelasnya.
Secara kuantitas angka pencari kerja masih menjadi perhatian utama Gus Bupati, terutama penanganan pengentasan kemiskinan dan penyerapan tenaga kerja tetap menjadi fokus utama Pemkab Jember.
”Harapan kami kegiatan ini berjalan lancar, mampu menekan angka pengangguran secara efektif, dan para pencari kerja di Kabupaten Jember dapat terserap serta diterima dengan baik di perusahaan-perusahaan peserta,” pungkasnya.
Salah seorang pencari kerja, Siska Sandra Dewi, warga Kecamatan Sumbersari, mengaku baru pertama kali mengikuti Job Fair yang digelar Pemkab Jember.
“Menurutnya, proses melamar pekerjaan melalui Job Fair cukup mudah karena pelamar bisa langsung bertemu dengan perusahaan. Namun, tingginya jumlah pencari kerja membuat antrean cukup panjang. Semoga saya diterima di Indomarco,” ujar Siska.














