Berita

Ir H Yoyok Mulyadi Gandeng Drs Abu Bakar Abdi Dalam Pilkada Situbondo Mendatang ini Kata Eko Febrianto

109
×

Ir H Yoyok Mulyadi Gandeng Drs Abu Bakar Abdi Dalam Pilkada Situbondo Mendatang ini Kata Eko Febrianto

Sebarkan artikel ini

Lensanusantara.net Situbondo – Setelah melewati alur-alur mulai dari proses Seleksi Parpol pendukung akhirnya PARTAI KEBANGKITAN BANGSA memutuskan untuk Memilih H. ABU BAKAR ABDI sebagai Calon Wakil Bupati yang akan Diusung Menemani H YOYOK MULYADI di Pilkada Situbondo yang akan diselenggarakan 9 – 12 – 2020 mendatang.

Momentum 5 tahunan ini merupakan momentum yang paling ditunggu-tunggu oleh masyarakat Situbondo. Yang mana Kabar Pilkada Serentak 2020 ini juga menjadi salah satu trending topik besar di media-media regional maupun nasional saat ini.

Example 300x600

Selain itu, obrolan terkait pilkada dalam tataran lapisan bawah juga dirasa sangat intensif terjadi di tempat berkumpulnya warga seperti warung kopi, pangkalan ojek, dan lain-lain

Tak luput juga Ketua Umum LSM SITI JENAR. Eko Febrianto. Juga mengucapkan Selamat atas Dipilih nya Putra Kelahiran Kota Besuki H Abu Bakar Abdi Yang akan mendampingi H Yoyok Di Pelaksanaan Pilkada Situbondo Desember mendatang.

Menurut Eko, Seperti diketahui Pilkada adalah sarana untuk memilih pemimpin daerah. Tentunya tidak sedikit masyarakat yang berharap momentum pemilihan ini akan melahirkan pemimpin yang sesuai harapan masyarakat termasuk pemimpin yang berkualitas karena barang tentu proses dan Momen pilkada ini adalah merupakan pintu awal yang paling menentukan perubahan-perubahan yang positif bagi daerah nanti kedepannya.

“Masyarakat memiliki harapan yang besar terhadap Pilkada ini. Harapan terjadinya perubahan kearah yang lebih baik lagi untuk Situbondo Kedepan nya. Mereka ingin dengan adanya pemimpin masyarakat yang bisa menjadikan rakyat Situbondo ini sejahtera, meningkatnya akses pendidikan, meningkatnya pertumbuhan ekonomi, Kesehatan dan yang terpenting yaitu infrastruktur bisa diperbaiki mulai dari Jalan, Sekolah, Jembatan maupun Rumah Ibadah.dan sarana Kesehatan.”Pungkasnya.Senin 13/07/2020

Pilkada serentak di Situbondo ini harus mampu menuju perubahan kondisi yang lebih baik lagi. Karena Pilkada bertujuan untuk memilih kepala daerah yang nantinya dapat merealisasikan kebijakan pro rakyat. Sehingga Pilkada harus menjamin memilih pemimpin yang berkualitas.

Eko juga menghimbau kepada masyarakat di kabupaten Situbondo agar selama pilkada masyarakat jangan terpengaruh apalagi terprovokasi dengan informasi menyesatkan. Jangan mau terpecah belah hanya karena mendukung salah satu pasangan calon.

Hal yang terpenting adalah bagaimana menjadikan pesta demokrasi tersebut sebagai ajang menentukan pemimpin yang benar-benar mampu dan bertanggung jawab untuk memajukan daerah yang kita cintai selama 5 tahun kedepan.

“Kemudian masyarakat harus tetap mengawasi visi- misi paslon kepala daerah yang akan terpilih nantinya. Tapi saya yakin Pasangan ini bisa merealisasikan nya. Dan kami selaku Kontrol Sosial masyarakat di akar rumput pun akan senantiasa juga mengawal kebijakan kebijakan tersebut”Sambung Eko.

  • Reporter : Basri/Ahmad
  • Editing : Adit
  • Publisher : Tim

Tinggalkan Balasan

Tak Lagi Bergantung Bansos, Warga Ngawi Didorong Sukses Lewat Program Jatim Puspa PlusNgawi, LENSANUSANTARA.CO.ID — Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) menyalurkan bantuan Program Jatim Puspa Plus kepada masyarakat penerima manfaat di Kantor Desa Jambangan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi (23/7/2026).Program ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya perempuan di pedesaan.Selain meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Program Jatim Puspa Plus juga bertujuan memperkuat ketahanan pangan, mengembangkan usaha mikro, serta mendorong pertumbuhan ekonomi desa secara berkelanjutan.Kegiatan penyerahan bantuan dihadiri Kepala Desa Jambangan Murdoko, Camat Paron, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Ngawi Budi Santoso, Kepala Bidang Usaha Ekonomi Desa DPMD Provinsi Jawa Timur Damin, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas Desa Jambangan.Dalam sambutannya, Kepala Desa Jambangan, Murdoko mengatakan bantuan yang diberikan bukan berupa uang tunai, melainkan barang yang disesuaikan dengan jenis usaha penerima manfaat. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai modal untuk mengembangkan usaha yang telah berjalan maupun memulai usaha baru.> "Bantuan ini diberikan dalam bentuk barang agar dapat langsung dimanfaatkan untuk menjalankan atau mengembangkan usaha. Jika dikelola dengan baik, usaha penerima manfaat akan berkembang sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga," ujarnya.Sementara itu, Kepala DPMD Kabupaten Ngawi, Budi Santoso menjelaskan bahwa Program Jatim Puspa Plus menyasar perempuan yang telah graduasi dari Program Keluarga Harapan (PKH) maupun masyarakat yang masuk dalam kelompok kesejahteraan desil 1 hingga desil 5.Ia berharap bantuan tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan keluarga melalui kegiatan usaha produktif.> "Kami berharap bantuan ini menjadi modal untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Penerima manfaat juga diharapkan fokus mengembangkan usahanya sehingga mampu mandiri secara ekonomi," katanya.Budi menambahkan, program ini diperuntukkan bagi masyarakat yang memiliki semangat berwirausaha sehingga diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup tanpa terus bergantung pada bantuan sosial.Di kesempatan yang sama, Kepala Bidang Usaha Ekonomi Desa DPMD Provinsi Jawa Timur, Damin menjelaskan bahwa pelaksanaan Program Jatim Puspa Plus mengacu pada Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 64 Tahun 2013 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 2 Tahun 2026. Pemerintah Provinsi Jawa Timur tetap melakukan pendampingan hingga proses penyaluran bantuan kepada masyarakat.Menurutnya, bantuan Jatim Puspa Plus merupakan bantuan khusus yang pada tahun 2026 mengalami peningkatan nilai dari Rp2,5 juta menjadi Rp 3 juta untuk setiap penerima manfaat.> "Pesan Ibu Gubernur Jawa Timur, setelah menerima bantuan masyarakat diharapkan segera memulai usaha dan membangun jejaring usaha agar dapat saling mendukung ketika menerima pesanan dalam jumlah besar," jelas Damin.Ia menilai kolaborasi antarpelaku UMKM menjadi salah satu kunci agar usaha masyarakat dapat berkembang lebih cepat sekaligus menciptakan pemerataan manfaat ekonomi di tingkat desa."Apabila setiap desa mampu mengembangkan potensi yang dimiliki, maka perekonomian desa akan tumbuh dan kesejahteraan masyarakat pun ikut meningkat," tambahnya.Ditemui secara terpisah, Kepala bidang usaha ekonomi desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur, Damin menjelaskan bahwa pemerintah akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap penerima bantuan, baik melalui pendampingan internal maupun eksternal. Evaluasi tersebut meliputi pemanfaatan bantuan, peningkatan pendapatan usaha, serta tingkat keberhasilan usaha yang dijalankan oleh penerima manfaat.Selain menerima bantuan, masyarakat juga akan memperoleh pendampingan agar mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.Pada tahun 2026, Program Jatim Puspa Plus di Kabupaten Ngawi menyasar tiga desa, yakni Desa Jambangan di Kecamatan Paron, Desa Karangjati, dan Desa Kedungmiri.Bagi masyarakat yang telah mengajukan usulan namun belum memperoleh bantuan pada tahap ini, Damin memastikan usulan tersebut akan diupayakan masuk dalam pembahasan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) Tahun 2026.Melalui Program Jatim Puspa Plus, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap semakin banyak masyarakat yang mampu membangun usaha secara mandiri, menciptakan lapangan kerja baru, serta memperkuat perekonomian desa sebagai fondasi pembangunan daerah (Taufan Rahsobudi/ Lensa Nusantara Ngawi).
Berita

Post Views: 1,690 Ngawi, LENSANUSANTARA.CO.ID — Pemerintah Provinsi…