Polres Bondowoso Ciduk Ustadz Cabul Asal Wonosari

  • Bagikan
Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah SMSI-MURI-C-1.png

Bondowoso – Kasus pemerkosaan yang membuat geger warga Bondowoso sungguh sangat memprihatinkan karena palukunya adalah seorang ustad berinisial AQ asal Desa Lombok Wetan, Kec. Wonosari, Kabm Bondowoso.

Ustad yang mengajar di sebuah madrasah tersebut diduga mencabuli santrinya, Saat bersetatus sebagai tersangka, Hukuman berat telah menantinya karena tindakan kejahatan pencabulan yang dilakukan kepada anak di bawah umur.

Berdasarkan bukti laporan bernomor LP/258/XII/2019/JATIM/RES.BWO, sang ustaz yang juga sebagai modin desa setempat itu diduga telah melakukan pencabulan terhadap 3 orang santrinya yang masih di bawah umur.

BACA JUGA :  Gugus Tugas Bondowoso Pencegahan Covid-19 Bagikan Hand Sanitizer Gratis pada Warga

“Tiga orang korban yang merupakan santrinya memang telah melapor, diantar orang tua masing-masing. Mereka lalu kami mintakan visum,” ungkap Kasat Reskrim Polres Bondowoso, AKP Jamal, kepada lensanusantara.net di kantornya, Senin (20/1/2020).

Kasat Reskrim juga menjelaskan, bahwa hasil visum dokter menyebutkan memang terjadi kerusakan pada bagian vital korban. Pihaknya juga mengaku akan terus mengembangkan dengan mengumpulkan keterangan dan bukti-bukti penunjang lainnya.

BACA JUGA :  Kisanak Bekali Para Orang Tua di Bondowoso Hadapi Sistem Belajar Online Anak

“Karena tak menutup kemungkinan bahwa sebearnya masih ada korban lainnya. Makanya, jika misalnya ada yang merasa jadi korban, kami persilakan untuk segera melaporkan,” tegas Jamal.

Informasi lain yang didapat, sang ustad juga dapat terungkap karena informasi dari warga sekitar tentang perilaku ustad yang kerap berbuat tak senonoh terhadap santrinya yang berada dilingkungan madrasah dimana ia mengajar, berawal dari itulah kelakuan bejatnya terbongak.

BACA JUGA :  Polsek Kota Bondowoso Respon Cepat Pengaduan Masyarakat Terkait Mobil yang Ditinggal Pemiliknya di Halaman Masjid Al Muhibbin

Dari isu tersebut beberapa santri yang belajar pada si ustad lantas mengadu pada orang tuanya, bahwa dirinya juga pernah mengalami tindakan serupa dari ustadnya ketika sedang mengaji di madrasah itu.

Atas pengukuan korban, beberapa orang wali santri lantas melaporkan si ustad pada polisi. Dari keterangan si anak, perbuatan bejat itu biasanya dilakukan saat proses belajar mengajar berlangsung di madrasah, hingga saat ini proses pengembangan terus dilakuakan. (Hos/Mis/Yad)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan