Lensa Nusantara
Bondowoso Featured

Miris, Gadis di Grujugan Bondowoso Menjadi Korban Pemerkosaan

Bondowoso, LENSANUSANTARA.CO.ID – Memprihartinkan gadis di bawah umur, sebut saja bunga (16 Tahun), Warga Desa Sumber Pandan, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso, telah menjadi korban pencabulan hingga hamil dan melahirkan.

Bunga hamil, kemudian melahirkan seorang bayi perempuan gegara dicabuli oleh MCDW (17 Tahun) berstatus sebagai anak berhadapan dengan hukum (ABH) , seorang pemuda yang tak lain masih merupakan tetangganya sendiri.

Kasus ini terbongkar pada awal Januari 2021 lalu, setelah perut bunga mengalami buncit, karena hamil besar.

Sebelumnya tidak ada yang menyangka jika bunga sedang hamil, karena tak ada tanda-tanda kehamilan pada dirinya.

Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Yayuk Lestari (52 Tahun) Ibu kandung korban kepada media, Jum’at (26/3/2021).

BACA JUGA : Profil Singkat Tiga Polisi yang di Pilih Jadi Kapolsek di Bondowoso

Atas peristiwa itu, Yayuk merasa terpukul, karena masa depan putrinya hancur gegara menjadi korban pencabulan.

“Saya minta kepada penegak hukum, baik kepolisian, kejaksaan, dan hakim agar pelaku ini diproses seadil-adilnya,” ujar Yayuk pada media.

Kepada penegak hukum Yayuk minta pelaku diproses hukum seadil-adilnya.

Dia mengaku, sudah membuat laporan resmi kepada pihak kepolisian, khususnya kepada Polsek Grujugan.

Karena peristiwa itu, lanjut Yayuk, banyak kerugian-kerugian yang dialami anaknya, dari putus sekolah, hingga dicemooh orang lain. Sementara pelaku masih bisa berkeliaran, bahkan setiap hari masih tetap masuk di salah satu sekolah di Kecamatan Grujugan.

“Saya minta juga kepada pihak sekolah memberi sanksi tegas terhadap pelaku agar ada efek jera,” tutupnya.

BACA JUGA : YLBH Abu Nawas Bondowoso Gelar Inhouse Training Paralegal Tingkat Dasar

Sementara, Kapolsek Grujugan, AKP Iswahyudi saat dikonfirmasi mengatakan, kasus tersebut prosesnya sudah P21, dan berkasnya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso. Namun terhadap pelaku tidak dilakukan penahanan, karena masih dibawah umur.

“Kalau tidak salah, sudah hampir 1 bulan BP dan Tsk dilimpahkan ke Kejaksaan. sekarang di Jaksa, tapi anaknya tidak ditahan, karena dibawah umur dan korbannya sudah lahir anaknya perempuan, saya tidak berani ekspos karena menyangkut masa depan anak,” ujarnya.

Lebih lanjut, Iswahyudi mengungkapkan, di Grujugan hampir setiap tahun ada kasus serupa.

BACA JUGA : Dirut PDAM Bondowoso Undang Pejabat Teras Pemkab Demi Klarifikasi Pemberitaan Media

Dia menerangkan, berdasarkan hasil pemeriksaan pencabulan itu terjadi setelah tersangka dan korban mengkonsumsi minuman keras (miras) dan obat-obatan saat sedang nongkrong bersama di dalam sebuah rumah. Oleh tersangka kemudian korban ditarik ke dalam kamar.

Setelah di dalam kamar, lanjut dia, maka terjadilah dugaan tindak pidana dengan ancaman kekerasan dan serangkaian kebohongan terhadap anak di bawah umur untuk melakukan persetubuhan.

BACA JUGA : Bupati Bondowoso Hadiri Pengukuhan Tiga Polsek

Menurutnya, ini perlu pengawasan semua pihak agar kasus semacam itu tidak terulang kembali, selain dari orang tua dan rata-rata kasus seperti itu terjadi juga karena keluarga broken home.

“Pengaruh Medsos (Media Sosial) itu luar biasa dan kejadian dilakukan tidak atas dasar suka sama suka, melainkan karena pengaruh konsumsi miras dan pil,” pungkasnya. (Tim)

Related posts

Sinergitas Polsek bersama Koramil Galis Lakukan Pamtur dan Imbau Disiplin Prokes Pengunjung Pasar Hewan Keppo

Lensa Nusantara

Bupati Bekasi Melantik Kades Desa Jaya Mukti

Lensa Nusantara

Tiga Belas Pasien Covid-19 di Buleleng Dinyatakan Sembuh

Lensa Nusantara