Lensa Nusantara
Berita Featured

Dinilai Tak Serius Tanggani Kasus Korupsi Kejaksaan Tinggi Gorontalo Disorot


Gorontalo, LENSANUSANTARA.CO.ID – Terkait sejumlah laporan LSM KIBAR pada jajaran Kejaksaan Tinggi Provinsi Gorontalo, yang tidak di tindak lanjuti, Kejaksaan Tinggi Gorontalo dinilai tidak serius tanggani Kasus Korpsi, pasalnya sejak pertengahan tahun 2020 LSM KIBAR Provinsi Gorontalo beberapa kali melaporkan sejumlah Dugaan kasus Korupsi Baik pada Kejaksaan Tinggi Gorontalo maupun pada Kejaksaan Negeri Gorontalo.

Namun hingga kini sejumlah laporan tersebut terkesan mandek atau enggan ditindak lanjuti, laporan tersebut di antaranya, Laporan Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa yang di laporkan pada Kejaksaan Tinggi Gorontalo dan dilimpahkan kepada Kejaksaan Negeri Gorontalo, dan Laporan adanya dugaan Korupsi pembebasan lahan bendung randangan tahun 2016 hingga 2021 tidak dibayarkan.


Terkait hal ini Ketua LSM KIBAR Provinsi Gorontalo, Hengki maliki yang ditemui media ini mengatakan “Kajati Gorontalo tidak serius tanggani Laporan Dugaan Korupsi” pantauan LSM di lapangan hanya beberapa Kasus yang mencuat selama masa jabatan Kelapa kejaksaan Tinggi Dr. Jaja Subagja, SH., MH. Diduga hanya sebagian kecil dugaan Kasus diproses hingga ke pengadilan, sementara sejumlah kasus lainnya diduga jalan ditempat atau mandek pada jajaran Kejaksaan Tinggi Gorontalo”, jelas Hengki disela-sela kegiatannya.


Hengki menambahkan kalau pihaknya akan terus mengawal jajaran Kejaksaan Tinggi Gorontalo dalam penanganan Kasus Korupsi yang saat ini dinilai tebang pilih, contoh kasus yang menurut kami lembaga Adiyaksa ini tebang pilih adalah saat kami melaporkan dugaan korupsi pada pembebasan lahan bendung randangan, saat laporan kami sampaikan beberapa waktu kemudian pihak Kejaksaan Tinggi Gorontalo mengundang sejumlah pihak penyelenggara proyek diantaranya Pihak Balai Wilayah Sungai Gorontalo sebagai penyelenggara Proyek Pengadaan Tanah atau pembebasan lahan pembangunan bending randangan, guna penguatan pendampingan hukum (Kegiatan Mirip TP4D).

Selain itu kami juga menyesalkan adanya Kegiatan Rehab Gedung selama masa pandemi 2020 pada kantor kejaksaan tinggi Gorontalo, dikarenakan musim pandemic 2020 pemerintah daerah sangat membutuhkan anggaran dalam rangka penangganan Covid-19 tiba-tiba pihak Kejaksaan Tinggi Gorontalo melaksanakan kegiatan rehab Gedung kantor yang di anggap belum mendesak, ironisnya lagi diduga kuat pada pelaksanaan rehab Gedeung kejaksaan Tinggi Gorontalo terjadi postbidding atau Kesepakatan pengalihan pekerjaan kepada pihak lain dilarang dilakukan diluar kesepahaman yang tertuang dalam dokumen pengadaan dan dokumen penawaran berdasarkan informasi bahwa pihak pelaksana adalah bukan pihak perusahan pemenang tender, melainkan pihak lain, sehingga kami menilai perlu adanya evaluasi terhadap kinerja jajaran Kejaksaan Tiggi Gorontalo, terkait sejumlah informasi yang kami sampaikan di atas kamipun akan menyurat kepada Kejaksaan Agung RI dan menyampaikan aduan lewat layanan Hotline yang sudah di siapkan Kejaksaan Agung RI, Ucap Hengki Tegas.


Ditempat berbeda, Abdurahman Akuba Ketua LSM KIBAR Kecamatan Batudaa pantai yang dihubungi Via WhatsApp mengungkapkan bahwa terkait laporan dugaan Penyalahgunaan Dana Desa hingga kini tidak jelas, bahkan beberapa hari yang lalu kami sempat mengunjungi Kejaksaan negeri Kabupaten Gorontalo guna mempertanyakan laporan kami, pihak Kejaksaan Negeri kabupaten Gorontalo menyampaikan bahwa kami menunggu kasie pidsus yang baru saja, beliau sudah akan di pindahkan ”kalian tunggu kasie pidsus yang baru saja, saya sudah mau pindah” padahal laporan kami sudah sejak bulan juni tahun 2020, sehingga kami sepakat dengan ketua LSM KIBAR Provinsi Gorontalo bahwa Jajaran Kejaksaan Tinggi Gorontalo terkesan tidak serius tanggani kasus Korupsi dan terindikasi ada “main-main” dengan sejumlah pihak yang kami laporkan. Jelas Abdurahman Akuba kepada media ini.


Sementara itu pihak Kejaksaan Tinggi Gorontalo yang di hubungi Via WhatApp kasie Penkum Pak Kasad guna mengkonfirmasi terkait sejumlah statemen LSM KIBAR mengatakan nanti akan dicek “saya cek dulu besok ya”. (Hq)

Related posts

Wanita Asal Jember Ditemukan Tak Bernyawa Dibibir Pantai Tinggalkan Surat Wasiat Dan Balita Usia Empat Bulan

ADM

Polres Probolinggo Kembali Meningkatkan Intensitas Operasi Yustisi

Lensa Nusantara

DPD KNPI Buton Utara Selenggarakan Sunatan Masal dan Lomba Mewarnai Tingkat TK/PAUD

Lensa Nusantara