Lensa Nusantara
Berita Pendidikan

Yasir Sebut Sekolah Tidak Dibenarkan Menjual LKS Kepada Murid, Ini Alasannya

Kampar, LENSANUSANTARA.CO.ID – Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kampar, M. Yasir menyebut penjualan buku LKS atau Lembar Kerja Siswa oleh kepala sekolah kepada murid-murid bukan merupakan program dinas yang ia pimpin.

Kata dia, kebijakan menjual LKS ini dibuat oleh masing-masing kepala sekolah tanpa adanya instruksi dari dirinya selaku pimpinan di Dinas Pendidikan.

Yasir juga menegaskan, tidak dibenarkan kepala sekolah membebankan orang tua murid untuk membeli buku LKS.

BACA JUGA :  Bagi Bibit Vanili di Gantarangkeke, Ilham Azikin Ajak Petani Tetap Produktif

“Karena pemerintah telah menyediakan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) untuk pelaksanaan operasional di sekolah. Sesuai dengan kemampuan sekolah masing-masing,” ucap Yasir di hadapan para wartawan.(14-08 2021).

Untuk itu, kata Yasir, sekolah harus segera menghentikan penjualan buku-buku LKS kepada murid-murid. “Harus distop semuanya,” sambung Yasir.

Namun, Yasir mengakui, membekali murid dengan buku LKS sebenarnya bagus ketimbang belajar sistem daring yang menggunakan pulsa.

BACA JUGA :  Sadis!!.. Seorang Ayah Tega Tusuk Anak Kandungnya Sendiri Hingga Tak Bernyawa

Terlebih kata Yasir, dengan LKS orang tua bisa ikut membantu anak-anak mereka dalam belajar di rumah di tengah situasi pandemi seperti sekarang ini.

Yasir juga mengklaim bawahannya Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Pendidikan Dasar, Nandang Priatna tidak terlibat dalam memberikan arahan kepada para kepala sekolah untuk menjual buku-buku LKS ini.

Yasir mengaku sudah bertanya kepada Nandang, termasuk ia juga telah bertanya kepada dua orang kepala sekolah yang diketahui telah menjual buku LKS kepada murid-murid.

BACA JUGA :  Kapolres Kaimana I Ketut Widiarta, Pimpin Upacara Pengukuhan Kabag Ops yang Baru

“Pengakuan Nandang tidak ada (terlibat). Saya juga sudah tanya dua kepala sekolah. katanya (Nandang) tidak terlibat. Katanya Pak Nandang saja tidak terlibat, apalagi Pak Kadis,” ucap Yasir menirukan pengakuan yang ia sebut dari dua kepala sekolah itu. (dsl)