Berita

Diberhentikan dari Pengurus Harian, Ahmadi Anggap Sekjen PPP Bondowoso Perlu Banyak Belajar AD/ART

143
×

Diberhentikan dari Pengurus Harian, Ahmadi Anggap Sekjen PPP Bondowoso Perlu Banyak Belajar AD/ART

Sebarkan artikel ini
DPC PPP Bondowoso
Ahmadi pengurus harian DPC PPP Bondowoso yang diberhentikan karena diduga jual beli jabatan

Bondowoso, LENSANUSANTARA.CO.ID – Kasus Pemberhentian Ahmadi sebagai pengurus harian DPC PPP Bondowoso, karena diduga menjadi makelar jual beli jabatan akhirnya angkat bicara.

Example 300x600

Pada awak media Selasa (4/4/2023), ia menyebutkan bahwa partai berlambang Ka’bah itu merupakan partai islam yang mengedepankan akhlak dan tabayyun.

Karena itulah, dirinya menyayangkan dengan adanya sikap yang dinilainya arogan.

BACA JUGA :
STAI At-Taqwa Bondowoso Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW, Begini Keseruannya!

Lebih-lebih, pria yang menjabat sebagai Humas DPC PPP itu, mengaku siap mengundur diri jika memang terbukti melakukan dugaan jual beli jabatan.

“Terkait tuduhan makelar terhadap saya monggo dibuktikan, laporkan dulu ke APH jika terbukti maka saya akan mengundurkan diri. Jangan berasumsi,” katanya tegas.

Ia sendiri menduga, pemberhentian dirinya merupakan hasil obrolan di siang bolong. Bukan rapat resmi seperti yang disampaikan dalam pers release.

BACA JUGA :
Sidang Pelanggaran Prokes Kadisdikbud, Hakim PN Bondowoso Vonis Sugiono

Karena itulah, dirinya pun menduga bahwa dari awal adanya isu tersebut merupakan sebuah konspirasi dan diskenario oleh oknum internal partai sendiri.

“Rupanya Mas Sahlawi selaku Sekjen DPC masih harus belajar AD/ART lagi,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, DPC PPP memberhentikan Ahmadi sebagai pengurus partai. Keputusan itu diambil dalam rapat pengurus harian yang dilaksanakan pada hari ini, Selasa, 4 April 2023.

BACA JUGA :
Polres Bondowoso Gelar Apel Pasukan Ops Patuh Semeru 2024

Langkah itu diambil, karena Ahmadi diduga mencoba melakukan upaya percobaan jual beli jabatan yang disertai dengan adanya bukti transfer dan lain-lain.

Ahmadi sebagai pengurus PPP telah menyeret partai. Sehingga, nama baik partai jatuh terpuruk.(Din)