Berita

Menelan Anggaran Rp 1,9 Miliar, Pengerjaan Pasar Darurat Perja Klampok Banjarnegara Dikebut

259
×

Menelan Anggaran Rp 1,9 Miliar, Pengerjaan Pasar Darurat Perja Klampok Banjarnegara Dikebut

Sebarkan artikel ini
Kepala Industri, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Banjarnegara
Ratusan kerangka lapak darurat pasar Perjaklampok, terlihat sudah mulai dikerjakan, Rabu (5/2023), (Foto : Gunawan/Lensa Nusantara).

Banjarnegara, LENSANUSANTARA.CO.ID – Pasca terbakarnya pasar Purwareja pada 3/6/2023 lalu, yang mengakibatkan kerugian material mencapai milaran rupiah dan menghanguskan semua isi kios maupun los milik pedagang. Kini Pemerintah Kabupaten Banjarnegara, mengebut pasar darurat untuk relokasi sementara.

Pembangunan pasar darurat yang berada berlokasi di sepanjang jalan Pramuka, Desa Purwareja, Kecamatan Klampok itu, rencananya akan dibangun sebanyak 727 lapak dengan ukuran 1,5m x 1,5m itu dengan menelan anggaran sekitar Rp 1,9 miliar.

Example 300x600

Hal itu diungkapkan Kepala Industri, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (IndakopUKM) Banjarnegara Adi Cahyono Purwo Saputro. M.M kepada wartawan lensanusantara.co.id.

BACA JUGA :
Daring bersama Presiden di Kegiatan Panen Raya, Pemkab Banjarnegara Klaim Surplus 45 Ribu Ton Beras di Awal Tahun

“Untuk pembangunan pasar darurat kita kebut, semua ada 727 lapak, hal itu kita maksudkan agar para pedagang yang pasar Perja bisa segera bisa berjualan kembali, dan untuk anggaran sekitar Rp 1,9 milliar,” jelas Adi, Rabu (5/6/2023).

BACA JUGA :
Waspada..!! Pencuri Helm Berkeliaran di Kawasan Alun-alun Banjarnegara

Ditanya terkait anggaran yang digunakan, masih menurut Adi. “Anggaran tetap APBD, dengan sistem pembayaran by step, dimana nantinya ada berapa total semuanya, baru kita lakukan pembayaran ke kontraktor yang mengerjakannya,” tambahnya.

BACA JUGA :
‎Miris, Makanan Kering MBG di SMKN Mandiraja Serba Mini

Dalam pantauan dilokasi, ratusan kerangka lapak yang dikerjakan oleh CV Adi Bangun Sarana, dengan bahan dasar baja ringan dan papan kayu sebagai alas, sudah berdiri kokoh. (Gunawan).