Berita

Pesan Atikoh Ganjar di Jateng Anniversary Run: Hidup Sehat, Produktivitas Tinggi

132
×

Pesan Atikoh Ganjar di Jateng Anniversary Run: Hidup Sehat, Produktivitas Tinggi

Sebarkan artikel ini
Ketua TP PKK Jawa Tengah
HUT Jateng ke-78, Gubernur Ganjar Pranowo dan Ketua TP PKK Jateng ikuti Jateng Anniversary Run.

Semarang, LENSANUSANTARA.CO.ID – Ketua TP PKK Jawa Tengah Siti Atikoh Ganjar, sumringah melihat antusiasme ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jateng mengikuti Jateng Anniversary Run, Minggu (13/8/2023). Atikoh mengatakan, dengan gaya hidup sehat maka produktivitas ASN tinggi.

Atikoh mengikuti event lari dalam rangkaian acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Provinsi Jawa Tengah dari halaman kantor Pemprov Jateng. Gubernur Ganjar Pranowo, Wagub Taj Yasin dan Sekda Prov Jateng Sumarno melepas rombongan tepat pukul 06.00 WIB.

Example 300x600

“Ayo semangat-semangat semuanya,” ujar Atikoh disambut riuh para peserta.

BACA JUGA :
MOTU Indonesia Berkomitmen Tumbuh Bersama Indonesia dan Dukung Percepatan Kendaraan Listrik Nasional

Dimulai dari halaman kantor Pemprov Jateng, Jalan Pahlawan, kemudian melintasi Simpang Lima Semarang ke Jalan Gajahmada. Kemudian ke Jalan Mayjend Sutoyo-Jalan MT Haryono-Bubakan-Jalan Letjen Suprapto Kota Lama-Jalan Pemuda-Jalan Thamrin-Jalan Pandanaran-Simpanglima Semarang kembali ke depan Kantor Pemprov Jateng, Jalan Pahlawan.

Melintasi rute sepanjang sekitar 10 kilometer, istri Gubernur Ganjar itu tak berhenti tersenyum dan menyapa peserta yang berlari bersamanya. Kebiasaannya berolahraga pagi lari, membuat perempuan yang tahun ini genap berusia 52 tahun itu tetap ceria usai menyelesaikan rute lari mengitari Kota Semarang.

BACA JUGA :
Kampanye Putaran Terakhir di Semarang, Ganjar-Mahfud: Banyak Keinginan Masyarakat Dititipkan Dalam Pundak Kita

Di Halaman Kantor Pemprov Jateng, Atikoh pun meladeni para ASN dan peserta lain yang juga berhasil menyelesaikan Fun Run bersamanya. Termasuk ketika sang suami, Ganjar Pranowo tiba di garis finish.

“Ini adalah bagian kita mengkampanyekan untuk gaya hidup sehat bagi ASN, karena kalau kita sehat nanti kita produktivitasnya pasti akan tinggi,” ucap Atikoh usai acara.

Perempuan kelahiran Purbalingga itu mengatakan, kampanye hidup sehat penting bagi para ASN. Menurutnya, hal ini bagian dari investasi dengan menjaga kesehatan.

Selain itu, Atikoh juga senang karena para ASN yang terlibat dalam kegiatan itu sangat antusias. Mereka turut memeriahkan peringatan 78 tahun Provinsi Jawa Tengah.

BACA JUGA :
Dishub Semarang Tegaskan Pembatasan Truk MST di Atas 8 Ton, Operasional Hanya Dini Hari

“Luar biasa, kita kalau fun run itu tidak usah mikir pace (kecepatan), tidak usah mikir waktu yang penting sehat bahagia. Tadi antusiasnya luar biasa mengikuti pacenya masing-masing yang jelas,” tandasnya.

Peringatan HUT ke-78 Provinsi Jawa Tengah mulai tahun 2023 ini diperingati pada tanggal 19 Agustus. Sejumlah kegiatan sudah dilakukan, salah satunya kejutan dari Gubernur Ganjar Pranowo dengan merehab rumah warga di Brebes beberapa waktu lalu.

Tak Lagi Bergantung Bansos, Warga Ngawi Didorong Sukses Lewat Program Jatim Puspa PlusNgawi, LENSANUSANTARA.CO.ID — Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) menyalurkan bantuan Program Jatim Puspa Plus kepada masyarakat penerima manfaat di Kantor Desa Jambangan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi (23/7/2026).Program ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya perempuan di pedesaan.Selain meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Program Jatim Puspa Plus juga bertujuan memperkuat ketahanan pangan, mengembangkan usaha mikro, serta mendorong pertumbuhan ekonomi desa secara berkelanjutan.Kegiatan penyerahan bantuan dihadiri Kepala Desa Jambangan Murdoko, Camat Paron, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Ngawi Budi Santoso, Kepala Bidang Usaha Ekonomi Desa DPMD Provinsi Jawa Timur Damin, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas Desa Jambangan.Dalam sambutannya, Kepala Desa Jambangan, Murdoko mengatakan bantuan yang diberikan bukan berupa uang tunai, melainkan barang yang disesuaikan dengan jenis usaha penerima manfaat. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai modal untuk mengembangkan usaha yang telah berjalan maupun memulai usaha baru.> "Bantuan ini diberikan dalam bentuk barang agar dapat langsung dimanfaatkan untuk menjalankan atau mengembangkan usaha. Jika dikelola dengan baik, usaha penerima manfaat akan berkembang sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga," ujarnya.Sementara itu, Kepala DPMD Kabupaten Ngawi, Budi Santoso menjelaskan bahwa Program Jatim Puspa Plus menyasar perempuan yang telah graduasi dari Program Keluarga Harapan (PKH) maupun masyarakat yang masuk dalam kelompok kesejahteraan desil 1 hingga desil 5.Ia berharap bantuan tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan keluarga melalui kegiatan usaha produktif.> "Kami berharap bantuan ini menjadi modal untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Penerima manfaat juga diharapkan fokus mengembangkan usahanya sehingga mampu mandiri secara ekonomi," katanya.Budi menambahkan, program ini diperuntukkan bagi masyarakat yang memiliki semangat berwirausaha sehingga diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup tanpa terus bergantung pada bantuan sosial.Di kesempatan yang sama, Kepala Bidang Usaha Ekonomi Desa DPMD Provinsi Jawa Timur, Damin menjelaskan bahwa pelaksanaan Program Jatim Puspa Plus mengacu pada Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 64 Tahun 2013 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 2 Tahun 2026. Pemerintah Provinsi Jawa Timur tetap melakukan pendampingan hingga proses penyaluran bantuan kepada masyarakat.Menurutnya, bantuan Jatim Puspa Plus merupakan bantuan khusus yang pada tahun 2026 mengalami peningkatan nilai dari Rp2,5 juta menjadi Rp 3 juta untuk setiap penerima manfaat.> "Pesan Ibu Gubernur Jawa Timur, setelah menerima bantuan masyarakat diharapkan segera memulai usaha dan membangun jejaring usaha agar dapat saling mendukung ketika menerima pesanan dalam jumlah besar," jelas Damin.Ia menilai kolaborasi antarpelaku UMKM menjadi salah satu kunci agar usaha masyarakat dapat berkembang lebih cepat sekaligus menciptakan pemerataan manfaat ekonomi di tingkat desa."Apabila setiap desa mampu mengembangkan potensi yang dimiliki, maka perekonomian desa akan tumbuh dan kesejahteraan masyarakat pun ikut meningkat," tambahnya.Ditemui secara terpisah, Kepala bidang usaha ekonomi desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur, Damin menjelaskan bahwa pemerintah akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap penerima bantuan, baik melalui pendampingan internal maupun eksternal. Evaluasi tersebut meliputi pemanfaatan bantuan, peningkatan pendapatan usaha, serta tingkat keberhasilan usaha yang dijalankan oleh penerima manfaat.Selain menerima bantuan, masyarakat juga akan memperoleh pendampingan agar mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.Pada tahun 2026, Program Jatim Puspa Plus di Kabupaten Ngawi menyasar tiga desa, yakni Desa Jambangan di Kecamatan Paron, Desa Karangjati, dan Desa Kedungmiri.Bagi masyarakat yang telah mengajukan usulan namun belum memperoleh bantuan pada tahap ini, Damin memastikan usulan tersebut akan diupayakan masuk dalam pembahasan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) Tahun 2026.Melalui Program Jatim Puspa Plus, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap semakin banyak masyarakat yang mampu membangun usaha secara mandiri, menciptakan lapangan kerja baru, serta memperkuat perekonomian desa sebagai fondasi pembangunan daerah (Taufan Rahsobudi/ Lensa Nusantara Ngawi).
Berita

Post Views: 1,690 Ngawi, LENSANUSANTARA.CO.ID — Pemerintah Provinsi…