Berita

Kadis PUPR Pulau Taliabu Diperiksa Kejari Soal Dugaan Proyek 14 MCK Fiktif

340
×

Kadis PUPR Pulau Taliabu Diperiksa Kejari Soal Dugaan Proyek 14 MCK Fiktif

Sebarkan artikel ini
Kadis PUPR Taliabu
Wartawan saat mencoba mewawancarai Kadis PUPR Taliabu.

Taliabu, LENSANUSANTARA.CO.ID – Kepala Dinas PUPR Kabupaten Pulau Taliabu, Suprayidno diperiksa oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Pulau Taliabu terkait kasus dugaan pekerjaan 14 MCK fiktif.

Sebelumnya, Kadis PUPR Taliabu mangkir dua kali panggilan oleh Kejaksaan Negeri Pulau Taliabu. Namun dirinya hadir pada panggilan ke tiga dan diperiksa dari pagi hingga sore.

Example 300x600

Kasi Intel sekaligus Humas di Kejaksaan Negeri Pulau Taliabu, Nazamuddin saat diwawancarai media ini mengaku bahwa PPK, Suprayidno yang juga sebagai kuasa pengguna anggaran baru pertama diperiksa pada panggilan ke tiga.

BACA JUGA :
Mewakili Taliabu, Jasman Jauda Sabet Predikat Peserta Terinspiratif dari 141 Kabupaten/Kota Dalam Kegiatan Berbagi Praktik Baik

“Iya, ini pemeriksaan pertama pada panggilan ketiga PPK dan juga sebagai KPA pada Dinas PUPR Taliabu, saudara S kami periksa di ruang penyidikan kurang lebih 4 jam,” jelas Kasi Intel Kejari Pulau Taliabu. Senin, (19/8/2024).

BACA JUGA :
Selangkah Lagi! Rencana Pembangunan Bandar Udara Taliabu Segera Dilaksanakan

“Sebentar siang sekitar pukul 14:00 WIT (jam 2 siang) akan kami lanjut pemeriksaan lagi dengan agenda dan saksi yang sama, PPK saudara S,” imbuhnya.

Kadis PUPR hadiri panggilan dengan mengunakan sepeda motor Mio M3 dengan nomor plat DN 5207 RI berwarna hitam. Pada pukul sekitar 08:15 WIT.

Lanjutnya, ia diperiksa sebagai saksi dengan kapasitasnya sebagai PPK dan KPA pada pekerjaan proyek 14 MCK individual tahun 2022. Yang merugikan negara berdasarkan LHP BPK perwakilan Malut sebesar Rp 2,7 miliar.

BACA JUGA :
Sashabila Mus, Lebih Istimewa Dimata Masyarakat Pulau Taliabu, Ini Faktornya

Bang Ino sapaan akrab Kadis PUPR Kabupaten Pulau Taliabu saat diwawancara media berbelit-belit untuk menyampaikan informasi, bahkan menggunakan pendekatan serius pun tidak memberikan informasi secara akurat. (Sunardi)