Pemerintahan

Plt Bupati Malang Pacu Pembangunan dan Kelola Potensi Alam di Wilayah Kalipare, Donomulyo hingga Bantur

153
×

Plt Bupati Malang Pacu Pembangunan dan Kelola Potensi Alam di Wilayah Kalipare, Donomulyo hingga Bantur

Sebarkan artikel ini
Plt. Bupati Malang
Saat Plt. Bupati Malang, Drs. H. Didik Gatot Subroto, SH.MH, meninjau langsung, kunjungan pembangunan infrastruktur.

Malang, LENSANUSANTARA.CO.ID – Plt. Bupati Malang, Drs. H. Didik Gatot Subroto, S.H., M.H., menggelar serangkaian kunjungan maraton ke tiga kecamatan penting di Kabupaten Malang, yakni Kalipare, Donomulyo, dan Bantur. Kunjungan ini mencerminkan komitmen Pemerintah Kabupaten Malang untuk mempercepat pembangunan infrastruktur sekaligus menggali potensi alam daerah demi kesejahteraan masyarakat.

  1. Kunjungan ke Kalipare: Penguatan Infrastruktur dan Akses Jalan

Titik awal kunjungan Bupati Didik dimulai dari Kecamatan Kalipare, di mana ia meninjau langsung pengerjaan pengeprasan tebing untuk memperkuat badan jalan Rajekwesi. Proyek ini sangat penting karena lokasi ini sebelumnya mengalami longsor yang menghambat akses masyarakat. Pengeprasan dilakukan untuk memperlebar jalan, yang awalnya hanya selebar 4 meter, kini bertambah menjadi 5,5 hingga 6 meter. Hal ini akan memberikan akses yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat setempat serta pengguna jalan lainnya.

Example 300x600

Bupati Didik, yang kerap dipanggil dengan sapaan akrab Pak Didik, secara langsung menyapa para pekerja di lokasi proyek. Ia memastikan bahwa proses pembangunan dinding penahan tebing, yang berada sekitar 2 hingga 3 meter dari pinggir jurang, sudah berjalan sesuai rencana dan telah mendapat fondasi yang kuat. Sebelumnya, ada tiga titik jalan yang mengalami longsor. Jalan di dua titik tersebut sudah dialihkan, menjauh dari area jurang untuk mencegah longsor kembali. Pengeprasan tebing sepanjang 40 meter ini merupakan salah satu langkah strategis Pemkab Malang untuk meningkatkan aksesibilitas dan keselamatan di jalur vital tersebut.

BACA JUGA :
Pemdes Kemiri Tuntaskan Vaksinasi 95 Persen
  1. Potensi Wisata di Jalan Kelok 7, Donomulyo

Setelah dari Kalipare, Bupati Didik melanjutkan kunjungannya ke Kecamatan Donomulyo. Salah satu lokasi penting yang dikunjungi adalah Jembatan Modangan di Dusun Panggung Waru, Desa Sumberoto, yang berbatasan langsung dengan wilayah Dusun Wonosari, Desa Wates, Kabupaten Blitar. Kunjungan ini tidak hanya meninjau jembatan, tetapi juga membuka wacana besar terkait potensi wisata yang luar biasa dari kawasan Jalan Kelok 7.

Jalan Kelok 7, bagian dari JLS (Jalan Lintas Selatan), memiliki keindahan alam yang memukau dengan latar belakang Pantai Modangan yang menawan. Menurut Bupati Didik, potensi wisata ini harus dikembangkan dengan cermat, tanpa menghilangkan keaslian dan pesona alamnya. Ia menekankan pentingnya pengelolaan tata ruang yang baik di sepanjang jalan ini untuk meningkatkan daya tarik wisata sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem alam.

“Jika di Padang ada Jalan Kelok 9, di Kabupaten Malang memiliki Jalan Kelok 7 yang menawarkan pemandangan alam luar biasa. Potensi ini harus kita manfaatkan dengan baik, tentunya dengan melibatkan pengelolaan lahan oleh pemerintah pusat agar tetap menjaga keindahan alamnya,” ungkap Bupati Didik.

Pengembangan kawasan ini juga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian lokal dengan menjadikan Jalan Kelok 7 sebagai destinasi wisata unggulan, yang tidak hanya menarik wisatawan lokal tetapi juga wisatawan dari luar daerah.

  1. Menanggulangi Kekeringan di Desa Tulungrejo, Donomulyo

Setelah mengunjungi Jembatan Modangan, Bupati Didik menuju Desa Tulungrejo di Kecamatan Donomulyo, yang saat ini mengalami penurunan debit air di sumber air Umbul Sengkaring. Menurut laporan dari BPBD Provinsi Jawa Timur, penurunan debit ini merupakan dampak dari siklus cuaca dan tidak hanya terjadi di Tulungrejo, melainkan hampir di semua mata air di wilayah tersebut.

BACA JUGA :
PU Bina Marga Kabupaten Malang Pacu Proyek Pembangunan, Infrastruktur Semakin Maju Menjelang Akhir Tahun 2024

Menanggapi hal ini, Pemkab Malang bergerak cepat dengan melakukan dropping air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga. Selain itu, mereka bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi untuk mencari solusi teknis terkait penurunan debit air ini. Salah satu langkah yang sedang dikaji adalah melakukan pemetaan terhadap kondisi sumber air, sekaligus merencanakan teknologi yang tepat guna menanggulangi masalah tersebut.

Kondisi ini juga berdampak pada sektor pertanian, di mana sekitar 240 hektar lahan bergantung pada pasokan air dari sumber ini. Para petani diimbau untuk bersabar menunggu datangnya musim hujan yang diperkirakan pada akhir Oktober. Pemerintah berharap dengan masuknya musim hujan, masalah kekeringan yang berdampak pada pertanian di wilayah ini bisa segera teratasi.

  1. Proyek Strategis Nasional di Bantur, Pelebaran Jalan Menuju Pantai Balekambang

Kunjungan terakhir Bupati Didik dilakukan di Kecamatan Bantur, tepatnya di Desa Srigonco. Di sini, Bupati meninjau tahapan awal proyek strategis nasional berupa perbaikan dan pelebaran jalan dari Gondanglegi menuju Pantai Balekambang. Proyek ini diproyeksikan menjadi salah satu jalur strategis untuk memperlancar akses menuju destinasi wisata utama di Kabupaten Malang.

BACA JUGA :
Satresnarkoba Polresta Malang Kota Berhasil Gagalkan Upaya Peredaran Narkoba Jenis Shabu dan Ganja 9,2 Kg

Jalan sepanjang 31 kilometer ini akan dilebarkan hingga 13 meter, mencakup badan jalan selebar 7 meter, bahu jalan kanan-kiri masing-masing 2 meter, dan drainase di kedua sisi masing-masing 1 meter. Proyek dengan anggaran sebesar Rp 360 miliar ini diharapkan selesai pada tahun 2026.

Selain memperbaiki akses wisata, proyek ini juga bertujuan meningkatkan konektivitas wilayah yang secara langsung akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi lokal. Sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional, pekerjaan ini dikelola oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dengan pemerintah daerah yang berperan dalam memfasilitasi pembebasan lahan dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat terdampak.

“Proses pembebasan lahan sudah berjalan, dan hari ini juga dilakukan pemotongan pohon di sepanjang jalur tersebut. Dalam 10 hari ke depan, proyek ini akan mulai memasuki tahapan konstruksi awal,” ungkap Bupati Didik.

Kunjungan ini sekaligus menjadi momen untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya dukungan mereka terhadap pembangunan infrastruktur ini, yang akan memberikan manfaat besar dalam jangka panjang.

Kunjungan maraton Plt. Bupati Malang ke berbagai wilayah ini menunjukkan komitmen besar Pemkab Malang untuk memastikan pembangunan infrastruktur yang tidak hanya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, tetapi juga menjaga keindahan alam dan memaksimalkan potensi pariwisata.

Dengan melibatkan berbagai pihak, dari pemerintah pusat hingga perguruan tinggi, upaya pembangunan ini diharapkan dapat memberikan dampak yang signifikan bagi perkembangan ekonomi dan kesejahteraan warga Kabupaten Malang.