Polri

Seorang Perempuan Ngaku Dicegat Begal di Tlogosari Bondowoso, Polisi Sebut Itu Hoaks

291
×

Seorang Perempuan Ngaku Dicegat Begal di Tlogosari Bondowoso, Polisi Sebut Itu Hoaks

Sebarkan artikel ini
Supriyati (tengah) akhirnya membuat pernyataan terbuka, usai dirinya mengaku dibegal di wilayah Desa Patemon, Kecamatan Tlogosari, Jumat (9/5/2025).(dok. Humas Polres).

Bondowoso, LENSANUSANTARA.CO.ID – Seorang perempuan bernama Supriyati, warga Pasarejo, Kecamatan Wonosari, Bondowoso, mengaku dicegat begal saat melintas di jalan persawahan, Dusun Patemon Timur, Desa Patemon, Kecamatan Tlogosari, pada Jumat (9/5/2025) siang.

Supriyati membuat rekaman video dan pesan suara minta tolong. Dalam video yang beredar, Supriyati mengaku jika dirinya telah menjadi korban begal oleh tiga lelaki bertubuh besar membawa clurit dan pisau. Video dan pesan suara itu kemudian viral disejumlah sosial media.

Example 300x600

Jajaran Polsek Tlogosari mendapati informasi tersebut, kemudian mendatangi lokasi kejadian.

BACA JUGA :
Wujudkan Yayasan Kuat dan Bermartabat, At Taqwa Bondowoso Mengikuti BIMTEK Tata Kelola Keuangan dan Mekanisme Organisasi

Kapolres Bondowoso, AKBP Harto Agung, melalui Kasi Humas, Ipda Boby, menyebut bahwa kabar wanita dicegat begal adalah hoaks. Wanita pembuat video itu sudah dibawa ke Mapolsek Tlogosari untuk dimintai keterangan.

BACA JUGA :
Upaya Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan, Polsek Sukosari Bondowoso Jual Beras Murah

“Tidak ada kejadian dan hasil pemeriksaan ternyata si wanita ini bohong, kamudian kami meminta membuat pernyataan klarifikasi tertulis dan terbuka, agar masyarakat tahu bahwa itu hoaks,” kata Ipda Boby, secara tertulis, Jumat (9/5/2025).

BACA JUGA :
Bertemu Wapres Gibran, Warga Wringin Bondowoso Harap Tapenya Bisa Diekspor ke Luar Negeri

Pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat Bondowoso, untuk tidak mudah membuat berita hoaks, agar tidak menjadi gaduh.

Masyarakat juga diminta untuk memfilter setiap informasi yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban.

“Setiap informasi harus diuji kebenarannya, agar tidak menjadi gaduh ditengah masyarakat, kami terus komitmen menjaga kendusifitas, keamanan dan ketertiban masyarakat,” pungkasnya.(*/)