Jember, LENSANUSANTARA.CO.ID – Di tengah seriusnya perbincangan mengenai stunting, krisis pelayanan kesehatan, dan gizi buruk di Kabupaten Jember, publik justru disuguhkan pemandangan yang sangat memalukan dari forum resmi DPRD Kabupaten Jember.
Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang semestinya menjadi ruang solusi atas ancaman masa depan generasi Jember ini, malah dinodai oleh tindakan tidak etis oknum anggota dewan yang bermain game dan merokok saat pembahasan stunting berlangsung.
Kami sangat menyayangkan kejadian tersebut. Kami menilai ini bukan sekadar pelanggaran etika biasa, melainkan bentuk penyimpangan dan penghinaan terhadap masyarakat kecil yang saat ini dipaksa hidup dalam keterbatasan akses kesehatan serta ancaman stunting terhadap anak-anak.
Di balik angka stunting, terdapat ancaman hilangnya kualitas generasi, peningkatan kemiskinan struktural, hingga rusaknya masa depan daerah. Maka, bilamana forum pembahasan stunting saja diperlakukan dengan sikap yang tidak pantas, yang dipermainkan sejatinya adalah martabat masyarakat Jember itu sendiri.
Oleh karena itu, kami PC PMII Jember dengan tegas menyatakan beberapa hal berikut.
Mengecam keras tindakan anggota DPRD Jember yang diduga bermain game dan merokok di saat pembahasan stunting dan pelayanan kesehatan berlangsung.
Mendesak Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Jember untuk segera melakukan pemeriksaan etik secara objektif tanpa adanya perlindungan politik.
Menuntut pemberian sanksi tegas terhadap pihak yang bersangkutan sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap publik.
Mendesak Pimpinan DPRD Kabupaten Jember untuk tidak menormalisasi tindakan non-etis di dalam forum resmi DPRD.
Kami tidak ingin DPRD Kabupaten Jember hanya menjadi panggung seremonial tanpa adanya empati terhadap penderitaan masyarakat. Wakil rakyat semestinya hadir dengan serius, berpihak, dan bertanggung jawab; bukan malah mempertontonkan sikap tidak senonoh di tengah pembahasan yang krusial.
Apabila tindakan tersebut tidak diproses secara serius, maka kami menganggap DPRD Kabupaten Jember telah cacat sebagai lembaga legislatif, gagal menjaga kehormatan institusi, serta kehilangan sensitivitas terhadap penderitaan rakyat.














