Pendidikan

Ribuan Mahasiswa KKN Kolaboratif Desa Cinta di Terjunkan ke 248 Desa di Jember

1704
×

Ribuan Mahasiswa KKN Kolaboratif Desa Cinta di Terjunkan ke 248 Desa di Jember

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa KKN Kolaboratif di Lepas, Minggu (19/7/2026).(Foto: Badri/ Lensa Nusantara)

Jember, LENSANUSANTARA.CO.ID – Sebanyak 3.000 mahasiswa dari 17 perguruan tinggi mulai menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif V Tahun 2026 di Kabupaten Jember secara resmi di lepas oleh Bupati Jember Muhammad Fawait.

KKN Kolaboratif tahun ini mengusung tema KKN Desa Cinta (Desa Cerdas, Inklusif, dan Tangguh) para mahasiswa di terjunkan tersebar di 248 Desa/Kelurahan, Minggu (19/7/2026).

Example 300x600

Gus Fawait mengatakan, hidup indah masa-masa di sekolah dan di kampus, terutama menjelang KKN. Di sinilah adik-adik bisa mendapatkan pengalaman, mengaplikasikan ilmu.

“KKN menjadi momentum bagi mahasiswa untuk memberikan kontribusi nyata sebelum menyelesaikan pendidikan di bangku kuliah. Demonstrasi itu bagus, hearing itu bagus, tetapi mahasiswa juga harus tahu seperti apa persoalan nyata di lapangan,” ujarnya.

BACA JUGA :
BPJS Apresiasi, RSD Balung Fokus Benahi Antrean dan Pelayanan Pendaftaran

Gus Fawait mengungkapkan masih banyak bantuan sosial yang tidak tepat sasaran. Karena itu, Pemkab Jember mengajak mahasiswa yang mengikuti KKN Kolaboratif untuk membantu pemerintah melakukan pendataan di masyarakat yang masuk dalam desil 2 atau kategori masyarakat miskin ekstrem.

“Keterlibatan mahasiswa sangat penting agar program pengentasan kemiskinan yang dijalankan pemerintah dapat lebih tepat sasaran,” menurutnya.

Menurut dia, data yang akurat akan memudahkan pemerintah dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

BACA JUGA :
Program Becak Listrik Presiden Prabowo Disambut Antusias Abang Becak Jember

“Salah satu tugas mahasiswa dalam KKN Kolaboratif ini membantu pemerintah, memastikan bahwa masyarakat yang masuk dalam kategori penerima bantuan benar-benar orang yang tepat. Dengan begitu, upaya pengentasan kemiskinan bisa berjalan lebih baik,” ungkapnya.

Gus Fawait juga menyoroti tingginya angka kemiskinan di Kabupaten Jember. Ia menyebut, Jember menjadi kabupaten dengan jumlah penduduk miskin absolut terbesar kedua di Jawa Timur setelah Kabupaten Malang, meskipun memiliki puluhan perguruan tinggi.

“Di Jember ada puluhan perguruan tinggi. Ini menjadi momentum bagi seluruh mahasiswa untuk ikut berkontribusi dalam pengentasan kemiskinan, khususnya di Kabupaten Jember,” tegasnya.

BACA JUGA :
Era Kepemimpinan Gus Fawait, Kinerja RSD dr. Soebandi Jember Melonjak, Pendapatan Tembus Rp31,7 Miliar

Gus Fawait berpesan kepada seluruh peserta KKN, agar menjaga nama baik almamater masing-masing selama menjalankan pengabdian di masyarakat.

“Ketika turun ke masyarakat, yang pertama kali ditanya adalah berasal dari kampus mana. Maka jaga nama baik kampus dan tunjukkan bahwa mahasiswa hadir membawa manfaat bagi masyarakat,” pesannya.

Dalam kesempatan, Gus Fawait juga mengumumkan pembukaan pendaftaran Beasiswa Cinta Bergema yang akan dimulai pada 20 Juli 2026.

“Pemkab Jember menyiapkan sekitar 4.200 kuota beasiswa, bagi mahasiswa asal Jember yang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia,” pungkasnya.