Ngawi, LENSANUSANTARA.CO.ID — Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Bidang Bina Marga terus mempercepat penyelesaian pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan pada Tahun Anggaran 2026. Hingga pekan ke-14 pelaksanaan pekerjaan, progres sembilan paket proyek jalan dan jembatan telah mencapai hampir 100 persen dan ditargetkan rampung pada awal September 2026.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kabupaten Ngawi, Muhammad Fauzi Amir Rahman, mengatakan pekerjaan rekonstruksi dan pemeliharaan jalan mulai dilaksanakan sejak April 2026. Program tersebut merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Ngawi dalam meningkatkan kualitas infrastruktur sekaligus menjawab aspirasi masyarakat terkait kondisi sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan.
“Berdasarkan progres pekerjaan minggu ke-14 per 20 Juli 2026, hampir seluruh paket pekerjaan telah melampaui target yang direncanakan. Kami optimistis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan pada awal September 2026,” ujar Fauzi saat ditemui di kantornya, (22/7/2026).
Sebanyak sembilan titik perbaikan jalan tersebut, memiliki total anggaran sebesar Rp44.183.000.000 yang meliputi:
- Pemeliharaan berkala Jalan Randusongo–Majasem.
- Pemeliharaan berkala Jalan Kayut–Widodaren.
- Pemeliharaan berkala Jalan Keras–Kayut.
- Pemeliharaan berkala Jalan Gendingan–Payak
- Rekonstruksi Jalan Tambakromo–Campurasri.
- Rekonstruksi Jalan Kandangan–Krawut.
- Rekonstruksi Jalan Duwet–Gembol.
- Penggantian Jembatan Tungkulrejo–Campurasri.
- Rekonstruksi Jalan Kendung–Pojok.
Fauzi menjelaskan, pelaksanaan pekerjaan pada masing-masing lokasi dikerjakan oleh kontraktor yang berbeda. Seluruh penyedia jasa dipilih melalui mekanisme e-Catalog sesuai ketentuan pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Selama proses pembangunan berlangsung, beberapa ruas jalan ditutup sementara guna mempercepat penyelesaian pekerjaan sekaligus menjamin keselamatan para pengguna jalan.
Ia juga menjelaskan bahwa umur jalan dipengaruhi oleh jenis konstruksi yang digunakan. Jalan beraspal umumnya memerlukan pemeliharaan berkala setiap tiga tahun, sedangkan jalan beton dapat bertahan sekitar 20 tahun apabila digunakan sesuai kapasitas.
Menurut Fauzi, terdapat dua faktor utama yang menyebabkan kerusakan jalan di Kabupaten Ngawi, yakni kendaraan dengan muatan melebihi kapasitas serta sistem drainase yang kurang berfungsi secara optimal.
“Kapasitas jalan kabupaten rata-rata hanya delapan ton. Apabila dilalui kendaraan dengan muatan melebihi kapasitas, terlebih saat musim hujan, kerusakan jalan akan terjadi lebih cepat,” jelasnya.
Karena itu, Fauzi mengajak masyarakat, khususnya para pengguna jalan dan pelaku usaha angkutan, untuk ikut menjaga kondisi infrastruktur dengan mematuhi batas muatan kendaraan serta menjaga fungsi saluran drainase di sepanjang ruas jalan.
“Partisipasi masyarakat sangat penting dalam menjaga kondisi jalan. Anggaran pembangunan dan pemeliharaan jalan cukup besar sehingga diperlukan kepedulian bersama agar umur layanan jalan dapat lebih panjang,” katanya.
Sebagai upaya pencegahan, DPUPR Kabupaten Ngawi telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan terkait pengawasan kendaraan yang bermuatan melebihi kapasitas.
“Ke depan, kami juga akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk pemasangan kembali rambu-rambu batas kapasitas jalan di ruas-ruas jalan kabupaten yang saat ini sudah banyak tidak tersedia,” tambahnya.
Fauzi menambahkan, pekerjaan rekonstruksi jalan menggunakan konstruksi beton agar memiliki daya tahan lebih tinggi, sedangkan pekerjaan pemeliharaan berkala menggunakan perkerasan aspal dua lapis. Sebelum pekerjaan dimulai, seluruh material terlebih dahulu melalui proses pemeriksaan kualitas guna memastikan hasil pembangunan memenuhi standar teknis dan memiliki umur layanan yang lebih panjang.
Pemerintah Kabupaten Ngawi berharap pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan tersebut mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, serta menghadirkan akses transportasi yang lebih aman, nyaman, dan berkualitas hingga ke wilayah pedesaan (Taufan Rahsobudi/ Lensa Nusantara Ngawi).














